LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Episode 40



Siang berganti sore, sore pun berganti malam satu persatu telah meninggalkan rumah baru Arin setelah makan bersama di sore hari tadi kini hanya tinggal keluarga inti dan Azka saja.


"Yah untuk surat mobil dan sertifikat rumah besok baru mau di antar oleh Bima". Kata Azka mengawali pembicaraan


"Azka ayah bisa minta tolong?". Tanya Pak Arya


"Ada apa yah". Tanya heran Azka


"Bisakah sertifikat dan surat mobil itu bisa atas nama Arin?". Tanya Pak Arya karena beliau berfikir Arin lah yang sudah berjuang keras untuk keluarganya belakangan ini.


"Ayah". Kata Arin


"Kamu yang bekerja keras selama ini nak, kamu yang sudah menafkahi kami". Kata Pak Arya


"Ayah sudah berapa kali Arin bilang, semua yang Arin lakukan selama 3 tahun ini belum ada apa apanya dengan perjuangan ayah selama ini, Arin melakukanya pun dengan ikhlas ayah semata-mata untuk membalas jasa ayah". Penjelasan Arin


"Kau memang anak yang baik nak". Jawab Pak Arya sambil memeluk Arin


"Sudah sudah kok jadi melow gini si kasihan tuh nak Azka dari tadi jadi penonton saja". Kata Bu Nita mencairkan suasana


"Dia emang manusia kutub buk jadi gak kaget kalau dia cuma kaya patung doang". Jawab Arin menggoda Azka


"Ah curang kamu rin berani ngejek kalo ada ayah sama ibu". Kata Azka sambil tersenyum


"Kan mulai lagi kalian itu kayak bocil aja". Sambung Rima


"Sok dewasa kamu". Kata ejek Arin


"Biarin dong daripada udah tua tapi kelakuan masih kayak bocil aja wekkk". Kata Rima balas mengejek


"Awas ya kamu". Kata Arin geram mengejar Rima


"Kalian ini ribut terus, maaf ya nak Azka begitulah mereka suka saling jahil". Kata Bu Nita


"Tidak apa-apa bu saya malah suka melihat keharmonisan dan kerukunan dirumah ini". Jawab Azka


"Ini keluargamu nak". Kata Ibu Bita yang iba akan keluarga Azka


****


Wajah yang sangat rupawan, alis yang tebal, mata yang tidak terlalu lebar dan tidak terlalu sipit, serta bibir yang membelah, dan tinggi 187 cm menambah sempurna diri Azka yang hari itu dibalut oleh baju toga wisudanya.


Azka datang terlebih dahulu dengan Arin, karena ayahnya harus menjemput Mama tirinya yang berada di bandara karena baru pulang dari maldiv bersama teman-temannya.


W*auww pangeran kampus gak ada obat memang.


Gila vitamin gue nambah ganteng aja


Pahatan tuhan bisa sesempurna itu ya


Ya ampun azka paling ganteng no debat emang*


Itulah beberapa ocehan para mahasiswi yang juga akan diwisuda hari ini ketika melihat Azka. Ocehan-ocehan tersebut pun sampai terdengar oleh Arin, seketika wajahnya pun menjadi cemberut.


"Terus aja sanjung terus gak liat apa disampingnya ada siapa". Kata Arin kesal


"Kamu kenapa rin". Kata Azka bingung


"Gak usah sok gak tau deh kamu, tuh liat semua mata para mahasiswi tertuju ke kamu semua. Emang kurang jelas ya pas kejadian itu kan udah bilang kalau kita itu tunangan tetep aja tuh masih tetap puji-puji kamu terus". Panjang lebar Arin menjelaskan tentang betapa jengkelnya perasaan dia sekarang


"Ha ha ha". Azka hanya mampu tertawa melihat tingkah Arin.


********************


•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:


👍🏼 Like


📝 Coment


❤️ Vote


Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨


BERSAMBUNG.....