LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Resepsi



Lantunan musik romantis mengiringi sang pangeran dan sang putri yang saling bahagia melewati karpet merah untuk menuju kesinggasananya. Azka dan Arin sangat menawan malam ini, dengan gaun berwarna silver yang menjuntai panjang menambah indahnya gaun dan cantiknya pengantin tersebut apalagi ditambah sang pangeran yang dengan gagahnya memakai setelan tuxedo berwarna senada pun menjadi sangat-sangat indah dipandang mata.


Digenggamnya tangan Arin yang bergematar malu karena semua mata yang ada di gedung tersebut tertuju pada kedua pengantin yang memang memiliki wajah yang sangat cantik juga ganteng itu.


"Relax Rin, kita disini yang jadi ratu dan rajanya". Kata Azka berbisik di telinga Arin


Arin hanya mengangguk saja, karena memang saat ini ia benar-benar gerogi.


Sampailah kedua pengantin dikursi kebesarannya. Mereka dituntun oleh sang pembawa acara untuk bersungkeman kepada kedua pasang orang tuanya. Digandengnya tangan Arin oleh Azka untuk menuju ke Pak Budi dan Bu Nita. Bersimpuhlah mereka dihadapan keduanya dengan kepala yang menunduk


"Ayah, terimakasih telah merestui kami hingga kejenjang yang serius ini, Arin sekarang sudah menjadi tanggung jawab Azka, Azka mohon doanya agar Azka bisa menjadi pemimpin keluarga yang baik dan benar, ridhoi Azka dan Arin dalam menjalankan ibadah terpanjang ini". Kata panjang lebar Azka kepada Pak Arya yang sekarang sudah resmi menjadi ayah mertuanya.


"Ayah selalu merestui, mendoakan, dan juga meridhoi segala dan semua langkah kalian dalam mengarungi kehidupan bersama. Ayah titip Arin kepada kamu nak, sekarang kamu berhak atas dirinya, jaga dia seperti ayah menjaganya selama ini, bahagiakan dia karena ia adalah wanita yang sangat tangguh, dan tegur ia dengan lemah lembut jika ia melakukan kesalahan. Karena sejatinya perempuan akan luluh pada laki-laki yang lembut perkataannya dan tidak kasar perbuatannya". Kini giliran Pak Arya yang memberi wejangan kepada menantunya.


"Arin, sekarang Azka sudah sah menjadi suami kamu sudah menjadi pemimpin kamu, selayaknya kamu harus menghormati dia". Kata Bu Nita yang tidak diteruskan lagi karena ia benar-benar terharu saat ini melihat putri sulungnya sudah resmi dimiliki suaminya.


Arin hanya mampu mengangguk tanpa menjawab perkataan dari sang ibu, karena ia sendiri sekarang sudah nangis terisak dihadapan kedua orang tuanya.


"Arin, ingat pesan ayah ya selalu nurut sama suami". Kata Pak Arya menambah, namun dengan air mata yang sudah turun ke pipinya, mungkin rasanya sangat teramat sedih melepas anak perempuan pertamanya yang kini telah sah bersuami.


"Ayah, Ibu". Kata Arin yang langsung memeluk keduanya.


Pemandangan mengharukan diatas panggung berhasil menghipnotis para tamu yang datang diacara tersebut. Terlebih Rima dan Misya yang sudah menangis tersedu-sedu dari tadi.


Sekarang giliran kedua pengantin tersebut berganti menuju ke Pak Budi dan Melinda.


"Azka, sekarang kamu udah jadi imam untuk keluarga kamu, jadilah imam yang bertanggung jawab ya nak, sayangi dan jaga Arin, Ayah mertuamu sudah memberi amanat yang begitu besar jadi kamu harus melakukannya dengan baik". Kata Pak Budi sambil menepuk pelan bahu Azka


"Baik ayah". Jawab Azka tegas


"Arin, sekarang Azka adalah suamimu hormati dia dan nasehati dia jika dia berada di jalan yang salah". Kata Pak Budi yang sekarang beralih menatap Arin


"Baik ya". Jawab Arin


Setelah Azka berpelukan dengan Pak Budi, mau tidak mau Arin harus berpelukan dengan Melinda untuk menghormati Pak Budi yang ada di sampingnya, namun ketika Arin berpelukan bersama Melinda, Melinda membisikan sesuatu ke telinga Arin.


"Ini baru permulaan jangan senang dulu". Kata Melinda menyeringai.


**************


Kini tinggal para hadirin untuk membeli selamat dan bersalaman kepada kedua pengantin di atas panggung. Dan sekarang giliran para cecunguk-cecunguk untuk memberi selamat kepada pengantin.


"Selamat bro gak nyangka udah punya bini aja loe". Kata Bang Alex


"Makanya bang cari napa". Kata ledek Azka


"Rin loe punya teman gitu gak buat jadi cem-ceman gue gitu". Kata Bang Alex yang sekarang udah akrab dengan Arin


"Ada bang, sahabat aku mau?". Kata Arin


"Siapa? oh itu ya yang kemarin jadi Bridesmaids loe". Kata Bang Alex sambil mengingat


"Awas loh bang jangan sampai ketuker yang satu punya gue". Kata Dimas mengingatkan kan kemarin yang jadi Bridesmaids juga ada Rimanya


"Minggir loe berdua yang ngantri banyak be*o". Kata Ryan yang kesal terhadap kakak beradik itu


"Santai kali bro". Kata Dimas


"Congrats bro, jangan lupa nanti malem live streaming ya". Goda Ryan


"Live streaming?". Kata Arin bingung


"Iya Rin, live streaming pas anu-anu ha ha ha". Kata Ryan tertawa


"Gila loe ya, jangan dengerin Rin, orang somplak dia". Kata Azka yang kesal dengan sahabatnya.


"Kalo butuh gaya referensi buat buka kado nanti malam chat gue aja Az". Kini giliran Dimas yang menggoda


"Selamat Az". Kini giliran Bima yang mengucapkan selamat kepada Azka


"Thanks brother, sekarang giliran loe buat cari pendamping hidup". Kata Azka menerima pelukan sang kakak sambungnya


"Masih ada stok Rin?". goda Bima yang juga ingin dikenalkan oleh teman-temannya


"Ish. Emang aku agen cari jodoh apa kak". Tertawa Arin.


Setelah para cecunguk itu bersalaman dan mengucapkan selamat, kini giliran Misya dan Raka. Raka ketika akad sengaja tidak hadir karena takut hatinya tidak siap melihat semuanya sudah berubah.


"Aduh Arin congrats ya, semoga langgeng sampai maut memisahkan, gue titip ponakan ya 2". Kata Misya langsung memeluk Arin


"Apaan sih satu juga belum". Jawab kesal Arin


"Selamat ya kak, jaga baik-baik sahabat aku yang keras kepala ini". Kata Misya yang kini beralih tatapannya ke Azka


"Siap itu mah". Jawab Azka tersenyum


Kini giliran Raka untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai.


"Selamat bro, sorry tadi gak bisa datang ada urusan mendadak, jaga Arin ya". Kata Raka sekilas memeluk Azka.


"Thanks bro, tenang aja Arin sama gue aman". Kata Azka yang sebenarnya sudah tau bahwa Raka memiliki rasa lebih kepada istrinya melalui tatapan yang ia berikan kepada Arin.


Kini giliran Raka mengucapkan selamat kepada Arin, berat rasanya harus mengikhlaskan cinta pertamanya, tapi mau bagaimana lagi jodoh adalah rahasia ilahi.


"Selamat Rin". Kata Raka berjabat tangan dengan Arin


"Boleh aku peluk Raka Az?". Izin Arin, bagaimanapun ia harus izin kepada Azka yang sekarang sudah menjadi suaminya.


Azka pun mengangguk pertanda menyetujui, toh Arin sekarang resmi jadi miliknya.


"Thanks Ka, gue mohon jangan berubah ya loe tetap sahabat gue". Kata Arin memeluk Raka


"Iya rin, Gue janji gak ada yang berubah demi persahabatan kita". Kata Raka menekan kata persahabatan


Arin pun melepaskan pelukan tersebut lalu tersenyum tulus kepada Raka.


1 jam sudah Arin dan Azka. Berdiri menyalami tamu undangan yang begitu banyak, sehingga membuat Arin mengelu lelah harus berdiri dengan high heels tinggi.


"Tamunya kok masih ada aja sih, mana kaki pegal semua lagi". Keluh Arin


"Nanti aku pijetin". Kata Azka berbisik ke telinga Arin


"Beneran?". Mata berbinar seketika ketika mendengar tawaran Azka


"Iya, pijetan plus-plus". Kata Azka sambil mengedipkan sebelah matanya


"Ish. Azka". Kata Arin yang berubah menjadi kesal, lalu mencubit keras dibagian lengan suaminya


"Aww, sakit Arin". Teriak Azka sedikit.


*****************


•`**Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:


👍🏼 Like


📝 Coment


❤️ Vote


Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨


BERSAMBUNG**.....