LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Episode 20



Setelah Arin duduk di hadapan Azka kemudian Pak Budi berdiri untuk menyampaikan maksud kedatangannya.


"Selamat malam semuanya terima kasih saya ucapkan untuk yang berkenan hadir di malam hari ini". Ucap Pak Budi


Selamat malam. Serempak orang yang ada di ruangan tersebut menjawabnya


"Pertama tujuan saya sekeluarga datang kemari yaitu untuk silaturahim dan yang kedua yaitu untuk mempererat tali hubungan antara Azka Aditya purnama dan Arinda Meliska". Lanjut Pak Budi


"Untuk ayahnya Arin Pak Arya selaku sahabat lama saya apakah anda bersedia untuk memberikan purtrinya kepada anak saya". Sambung Pak Budi


"Untuk masalah itu saya sudah percayakan kepada anak saya untuk memilihnya, masalah diterima atau tidaknya nya saya serahkan pada anak saya saja". Jawab Pak Arya


"Bagaimana dengan pilihanmu Arin? bersediakah kamu menjadi bagian paling penting dalam hidup anak saya?". Kata Pak Budi bertanya kepada Arin.


Arin pun hanya terdiam untuk memikirkan kata apa yang pas untuk diucapkannya. Lain halnya dengan Azka yang dari tadi sudah tidak tenang menunggu jawaban dari antara diterima atau tidaknya.


"Pertama saya meminta maaf terlebih dahulu". Kata Arin menggantung membuat Azka berkecil hati pikirannya bahwa Arin akan menolak lamaran ini di saat Azka sudah mempunyai rasa untuk Arin, namun di lain dugaan Arin melanjutkan katanya


"Saya meminta Azka saja Om yang untuk meminta restu kepada orang tua saya, untuk mengikat saya bukannya Om Budi, karena yang akan menikahi saya Azka". Jawab Arin sambiI tersenyum.


Pernyataan Arin pun membuat lega semua orang yang ada di ruangan itu termasuk Pak Budi yang membalas perkataan Arin dengan senyum bahagia.


Azka pun berdiri dan mengambil ancang-ancang untuk mengutarakan isi hatinya kepada orang tua Arin untuk memintanya sebagai istri.


"Selamat malam semuanya. Berdirinya saya disini untuk menyampaikan kata-kata yang sudah tersusun rapi di dalam hati saya, terutama untuk om Arya dan tante Nita mohon maaf jika pertemuan ini sangat singkat, sehingga saya pun belum mengenal lebih dalam dari keluarga om Arya dan Tante Nita. Namun saya percaya pilihan ayah saya yang paling terbaik dan paling tepat untuk menikahkan saya dengan Arin anak Om tersebut. Lalu saya akan meminta izin kepada Om Arya apakah bersedia melepas putrinya untuk saya?". Kata Azka dengan gugup entah mengapa hatinya berdetak lebih cepat dari biasanya.


"Lalu apa yang kamu akan lakukan kepada anak saya sehingga saya bisa menerima kamu untuk melepaskan anak saya kepada kamu untuk mendampingi kamu menjalani hidup sampai maut memisahkan?". Tanya Pak Arya serius kepada Azka


"Mungkin saya belum mengenal lebih dalam tentang Arin. Namun kembali lagi saya percaya bahwa pilihan ayah saya yang paling tepat dan yang paling benar, jika Om merestui kami saya berjanji akan membahagiakan anak Om dengan segenap hati saya". Jawab Azka gugup


"Baiklah aku menerimamu sebagai pendamping hidup anakku, seterusnya saya serahkan kepada anak saya apakah diterima atau tidak itu keputusan anak saya gimana Arin apakah kamu menerima Azka?". Kata Pak Arya kemudian menatap Arin lekat


Arin yang mendengar penjelasan yang keluar dari mulut Azka pun tersenyum dengan kata-kata Azka sehingga mulai muncullah rasa di dalam Arin untuk lebih siap terhadap hubungan yang akan dijalankan dengan Azka.


"Ah gue baper rin sama pangeran gue eh pangeran loe sekarang". Kata Misya di samping Arin dan Arin pun hanya tersenyum


"Bagaimana rin apakah kamu menerima lamaran saya". Tanya Azka menatap arin yang ada didepannya


BERSAMBUNG.......