
Empat hari berlalu setelah kejadian di rumah sakit Pak Arya pun keluar dari rumah sakit. 4 hari itu pula Arin menjauhi Azka entah mengapa Arin belum siap terhadap perasaannya, namun ia juga tidak bisa menolak karena takut ayahnya terkena serangan jantung lagi.
Contohnya saja ketika Arin bertemu Azka di koridor kampus Arin langsung memutar balik jalan agar tidak berpapasan dengan Azka, tentu saja perlakuan Arin membuat bingung Azka ketika Azka ingin berbicara mengenai tunangannya yang tinggal 2 hari lagi Arin selalu menghindar. Hari ini Azka tidak akan melewatkan rencana yang sudah disusun matang matang, Azka akan pergi ke kelas Arin untuk bicara dengan Arin mungkin saja dengan cara ini Arin tidak bisa menolaknya karena malu dengan teman sekelasnya.
"Permisi". Kata Azka sambil mengetuk pintu kelas arin
Sontak satu kelas pun ricuh karena kedatangan sang pangeran kampus.
Gila pangeran gue mau nyamperin gue dong
Nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan
Aku padamu mas Azka
Itulah beberapa oceh perempuan dikelas Arin yang ricuh karena kedatangan azka
"Rin pangeran gue ke sini dong demi apa". Kata Misya yang tak kalah heboh
"Haduh perasaan gue kok jadi gak enak gini" Gumun Arin namun masih terdengar oleh Misya
"Loe kenapa rin". Tanya Misya keheranan
"Gak papa". Jawab Arin
"Maaf pinjam arinnya sebentar". Kata Azka sambil menuju ke tempat Arin duduk
"Mati gue". Kata Arin lirih
Wah ada apa nih Arin dengan pangeran kampus gue
Pake pelet dia pasti
Gila gak aku aja bang
Lagi lagi satu kelas heboh mendengar penuturan Azka
"Rin loe ada apa sama dia". Tanya Misya yang juga penasaran.
"Ikut aku sebentar yuk". Kata Azka dengan lembut sambil menggandeng tangan Arin
Aduh adek meleleh bang
Beruntung banget tuh anak
Tapi cocok juga sih cantik sama ganteng
Arin yang sudah digandeng tangan dan sudah menerima ocehan ocehan oleh teman sekolahnya pun tidak bisa menolak, Azka benar, hari ini menang karena bisa berbicara dengan Arin mereka pun keluar dari kelas menuju ke taman.
Dalam perjalanan menuju taman tangan Azka tidak lepas di pergelangan tangan Arin sontak itu pun menjadi geger seluruh kampus terutama Adista yang saat itu juga menyaksikan Azka menggandeng tangan Arin untuk kedua kalinya dia pun menggeram jengkel dan mengatakan Arin itu pelakor.
Setelah sampai di taman Arin pun langsung lepas tangan Azka dengan lembut karena tidak suka ditatap oleh para mahasiswa yang melihatnya dengan sinis.
"Kenapa?". Tanya Azka heran karena Arin melepas genggamannya
"Aku malu diliati orang orang". Jawab Arin namun sambil menundukkan kepalanya karena malu.
"Rin". Tanya Azka lembut
"Hmm". Jawab Arin namun tetap menunduk
"Rin kalo diajak ngomong tatap dong yang lagi ngomong, gak sopan tau". Kata Azka sambil mengacak acak rambut Arin karena gemas
"Malu Azka". Kata aArin sekali lagi
"Mau tatap aku atau mau aku cium nih". Goda Azka
"Eh em apa sih Azka". Memberanikan diri menatap wajah Azka
"Hahahaha, nah gitu dong. Rin aku mau tanya kenapa setelah kejadian dirumah sakit kamu selalu menghindari aku". Kata Azka berubah serius
BERSAMBUNG......