
"Kita mau sampai kapan di parkiran Azka". Tanya Arin karena Azka dari tadi hanya bengong
Namun tidak ada balasan dari Azka, Arin pun mulai kesal lalu Arin pun menyubit lengan Azka.
"Aw sakit Arin". Kata Azka kesal
"Lagian kamu malah bengong aku dari tadi ngajak kamu ngomong". Jawab Arin tak kalah kesal
"Ngomong apa?". Tanya Azka yang memang tidak mendengar pertanyaan dari Arin
"Tau ah". Jawab Arin sangat kesal
"Lagian main nyium aja kan jantung berasa mau copot". Kata Azka lirih namun masih bisa di dengar oleh Arin
"What? jadi kamu gerogi ya". Kata Arin sambil gelitiki perut Azka
"Eh apa itu emm". Azka gelagapan
"Seorang Azka Aditya Purnama bisa gerogi juga rupanya ha ha ha". Kata Arin yang terus mengelitiki Azka
Azka yang sangat geli pun akhirnya membalas gelitikan Arin, sekarang Azka yang mengelitiki Arin sampai Arin tersenggal senggal nafasnya karena menahan geli
"Stop Azka stop ha ha ha geli Azka". Kata Arin dengan meronta ronta
"Gak mau salah siapa mulai duluan". Kata Azka yang semakin dekat dengan Arin dan tanpa sengaja lulutnya menyenggol tombol kursi mobil Arin hingga posisi Arin sekarang hampir berbaring bukan duduk lagi dan Azka yang tertarik oleh tangan arin ikut terbawa dan menindih Arin.
Azka pun mendekatkan wajahnya ke wajah Arin, deru nafas keduanya pun terasa di kulit masing masing.
Dan Cup bibir Azka menempel tepat di bibir Arin. namun kali ini bukan ciuman biasa namun Azka melu*atnya dengan lembut meng*isap dengan pelan. Arin yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa diam dan kaget dengan sedikit mulut yang terbuka dan itu menjadi kesempatan Azka untuk mencicipi setiap inci mulut Arin. Lidah Azka mulai menelusuri rongga mulut Arin perlahan ditautkan antara lidahnya dengan lidah Arin. Arin yang ikit terbawah suasana pun ikut mengimbangi ciuman Azka, Arin mulai mengalungkan tangannya ke leher Azka dan mulai membalas ciuman Azka.
Lum*atan dan hisa*an kian semakin panas, dua insan yang di bakar hasrat pun lupa akan semesta. Hingga arin melepaskan ciuman itu karena tidak bisa bernapas. Napas keduanya tersenggal senggal karena menahan hasrat yang belum tertuntaskan seakan menginginkan lebih dari itu. Azka meraih tengkuk arin lagi dan mulai melu*at habis bibir arin kembali. Namun ciuman itu turun ke leher putih nan mulus Arin, dihi*apnya secara perlahan hingga menimbulkan kissmarknya di sana, Arin yang merasa kegelian tidak sadar mengeluarkan suara desahannya.
Ahhkh...
Azka yang mendengar desahan Arin langsung menghentikan aktivitasnya. Di pandang wajah Arin yang memerah karena malu.
"Naafkan aku". Kata Azka bersalah
"Emm". Jawab Arin yang malu
"Seharusnya aku bisa menahannya". Kata Azka lagi
" Bukan salah kamu juga aku pun merasa ingin menginginkannya". Jawab Srin tertunduk
Azka hanya mengacak acak rambut Arin dan berkata "2 minggu lagi aku akan menikmatinya".
"Sudah ayo jalan". Kata Arin mengalikan pembicaraan
BERSAMBUNG.....