
Enam hari sudah Azka dan Arin dipingit, itu menandakan bahwa besok adalah hari spesial bagi mereke dimana mereka akan mengakhiri statusnya dan masa dipingitnya.
Selama 6 hari itu pula Azka selalu menghubungi Arin secara terus menerus, sehingga Arin pun kesal dan sering mengabaikan panggilan telfon dari calon suaminya tersebut, bukannya tidak mau Arin pun merasakan rindu yang teramat sangat kepada Azka, namun ia juga harus menghormati adat istiadat walaupun ia lahir dizaman yang sudah modern.
Malam ini adalah malam terakhir status Arin yang sendiri. Sekarang ia pun sedang duduk bersama ayahnya diruang tengah, sedangkan sanak keluarga dan kerabat lainnya juga sudah memenuhi keluarga Arin.
Dielusnya kepala Arin dengan lembut oleh Pak Arya, ingin sekali ia menangis saat ini, hatinya belum rela melepas putri pertamanya. Pak Arya masih belum menyangka bayi yang dulu ia timang-timang, anak kecil yang ceria itu kini telah menjelma menjadi wanita dewasa dan tangguh dan akan segera dipinang oleh laki-laki yang diharapkan bisa membahagiakan anaknya.
"Ayah, kenapa sih kok ngelihatin Arinya kayak gitu?". Tanya heran Arin bingung
Disekanya air mata yang keluar dari pelupuk mata Pak Arya.
"Ayah kenapa menangis?". Tanya Arin khawatir dan langsung menyeka air mata ayahnya
"Ayah masih tidak menyangka aja anak kecil yang dulu super duper cerewet besok mau menikah". Kata Pak Arya dengan candaannya.
"Ish.. Ayah ih jahat banget". Kata Arin yang merajuk
"Ha ha ha. Arin kamu benar-benar siap kan menikah sama Azka?". Tanya Pak Arya berubah menjadi serius.
"Maksud ayah kenapa bicara seperti itu?". Tanya khawatir Arin
"Mengingat pernikahan ini adalah perjodohan". Kata Pak Arya lesu
"No ayah, memang awalnya berat untuk Arin menerima ini tapi lambat laun sering bersama Azka, Arin jadi yakin dia tulus sama aku yah dan selalu melindungi aku". Jawab Arin
"Restuin Arin dan Azka ya yah, semoga Arin bisa menjalankan kewajiban sebagai istri yang baik dan benar". Kata Arin yang sudah tidak bisa menahan lagi air matanya.
"Ayah selalu merestui kalian, dan ayah yakin kamu pasti bisa menjadi istri yang berbakti kepada suami kamu. Ingat ya Arin mulai besok tanggung jawab kamu bukan pada ayah lagi melainkan terdapat pada Azka, jadi kamu harus menghormati dia". Kata Pak Arya yang langsung menarik Arin kedalam pelukannya dan ikut menangis terisak.
Lalu Bu Nita dan Rima yang dari belakang menemani saudara-saudaranya kaget melihat suami dan anak pertamanya menangis.
"Loh ayah sama Arin kenapa". Tanya khawatir Bu Nita dan langsung mendekati Arin
"Ibu, Arin meminta maaf ya jika selama ini Arin banyak salah kepada ibu, terkadang Arin masih suka membangkang ibu, juga pernah membuat ibu marah besar kepada Arin. Dan terima kasih telah merawat dan mendidik Arin sampai sekarang. Arin meminta restu kepada ibu untuk Arin, agar Arin bisa menjadi istri yang tangguh, setia dan tidak banyak mengeluh seperti ibu. Hiks hiks hiks". Kata Arin bersimpuh di kaki ibunya
"Kamu wanita tangguh ibu yang seharusnya berterima kasih kepadamu, kamu rela banting tulang kesana-kemari untuk mencari pekerjaan agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari kita. Ibu selalu merestui kamu nak jadilah istri yang selalu menghormati dan menurut kepada suami kamu ya". Jawab Bu Nita dan langsung memeluk anak sulungnya itu.
Setelah meminta restu kepada kedua orang tuanya, kini tatapan beralih kepada sang adik yang sangat ia cintai.
"Rim...". Kata Arin terpotong
"Stop kak jangan dilanjutin ngomongnya aku gak kuat. Hiks hiks hiks". Kata Rima yang langsung masuk dalam pelukan sang kakak
"Jadi istri yang bener ya kak, jangan seperti anak kecil yang sukanya berkelahi sama kak Azka, belajarlah dewasa seperti aku". Kata nyeleneh Rima sambil menangis.
Arin yang mendengar wejangan dari sang adik pun langsung melepaskan pelukannya. Dan berdecak kesal.
"Ish.. Dasar emang". Kata Arin dan langsung menjitak kepala sang adik.
"Aish.. Ayah lihat kan ibu juga lihat kan kekanak-kanakan bukan". Tanya Rima sok polos kepada kedua orang tuanya.
"Ha ha ha kalian ini". Kata Pak Arya dan Bu Nita berbarengan .
*****************
•`**Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG**....