LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Episode 35



"Tenangkan amarahmu yah". Kata Ibu Adista yang masih setia menemani suaminya


"Bagaimana mungkin bisa tenang bu ayah hampir di pecat dari perusahaan. Kalau tadi sampai di pecat mau cari makan ke mana lagi kita bu". Kata Pak Salman frustasi ( Pak Salman adalah ketua atau lebih tepatnya Leader dari Devisi Produksi dan di bagian itu pula ia mendapat gaji puluhan juta perbulan)


"Sebentar yah ibu masih tidak paham mengapa masalah Adista ada sangkut pautnya dengan scorsing masa kerja ayah?". Tanya Bu Iza (ibunya Adista)


"Ibu tadi lihat perempuan yang di lecehkan anak kita?". Tanya Pak Salman


"Iya, lalu?". Tanya penasaran Ibu Iza


"Dia adalah calon menantu Pak Budi bu, makanya Pak Budi bertindak tegas kepada ayah untuk mendidik anak kita dengan benar". Penjelasan Pak Salman


"Apa? berarti dia calon istrinya Azka yah?". Tanya Bu Iza untuk meyakinkan sekali lagi


"Iya bu. Dan kau tau mengapa anak kita sampai melakukan masalah tersebut?. Tanya Pak Salman


Buk Iza hanya menggeleng menandakan bahwa dia tidak tau.


"Itu karena dia terlalu terobsesi kepada tuan Azka buk. Gara-gara gadis itu keluar dari mobil Azka lalu anak kita bersekongkol dengan gengnya untuk melecehkan di depan umum". Kata Pak Salman yang masih saja di penuhi oleh amarah


"Astaga. Ibu tidak menyangka anak kita bisa melakukan kejahatan seperti itu". Kata Buk Iza kaget


"Untung saja calon menantu Pak Budi membela ayah agar tidak di pecat dari perusahaannya".


"Loh dia gak marah yah sama ayah?". Tanya Buk Iza heran


"Justru dia yang menyelamatkan ayah bu agar tidak di pecat". Penjelasan Pak Salman


"Pantas saja Pak Budi menerimanya sebagai calon mantunya"


Selang beberapa menit tiba-tiba ada suara kaki menuruni tangga. Sontak Pak Salman dan Bu Iza pun menoleh ke sumber suara tersebut.


"Mau kemana kamu Adista". Tanya Pak Salman dengan nada tinggi setelah melihat anaknya menuruni tangga membawa koper


"Buat apa ayah bertanya? bukankah ayah sudah tidak sayang lagi dengan Adista". Jawab datar Adista


"Kamu memang pantas mendapatkannya Adista". Kini suara ibunya tak kalah tinggi memarahi Adista


Ia pun melangkahkan kakinya menuju pintu. Namun baru saja tangannya ingin membuka knop pintu ayahnya berucap lagi


"Tinggalkan kunci mobil dan kartu kredit jika kamu mau pergi dari sini". Kata datar Oak Salman


Adista memutar tubuhnya dengan kaget. Adista yang notabene hidupnya tidak pernah jauh dari kata uang dam fasilitas yang ada pun hanya bisa kembali masuk ke kamar nya dengan hentakan kaki yang sangat keras.


Bang*at gara gara cewek itu hidup gue jadi berantakan. gumun adista di dalam hati


******


Tepat pukul jam 9.30 malam mobil Azka terparkir di depan toko pak bagus di sana juga terlihat Arin yang sedang menyapu toko tersebut.


"Permisi mbak". Sapa jahil azka kepada Arin yang sedang menyapu


"Iya mas ada yang bisa saya bantu?". Tanya Arin yang belum juga melihat orang tersebut


"Ha ha ha ha". Tawa Azka pecah karena berhasil mengerjai arin


Arin yang tiba-tiba mendengar suara orang tertawa dan suara orang tersebut sangat familiar di telinganya pun langsung menoleh ke arah sumber suara.


********************


•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:


👍🏼 Like


📝 Coment


❤️ Vote


Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨


BERSAMBUNG....