
Acara akad nikah telah usai sampai dengan jam setengah 12, lama memang karena pengantin baru ini harus menjamu para kolega dari ayahnya. Para keluarga dan sahabat Arin sudah mulai memasuki kamarnya masing-masing. Kini tinggallah sepasang dua insan yang sedang bingung untuk istirahat dimana, rasanya gugup dan aneh harus satu kamar dengan seseorang yang sekarang sudah sah menjadi miliknya.
Mereka pun masih duduk dikursi nikahanya tadi, hanya diam dan hening menguasai mereka berdua, sampai tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan Bu Nita yang baru saja mengantarkan kerabatnya yang akan pulang.
"Loh kalian kok masih disini? gak capek?". Tanya heran Bu Nita, pasalnya dirinya yang bukan pengantin saja lelahnya minta ampun apalagi ini sang pengantin apa mereka tidak lelah, pikir Bu Nita
"Emm.. Capek Bu". Kata Azka jujur
"Arin juga capek bu pegal-pegal". Kata Arin juga jujur dengan keadaannya
"Ya sudah nunggu apa lagi, istirahat sana". Kata Bu Nita
"Ya udah Arin ke kamar Misya dulu". Kata Arin yang langsung berdiri
"Azka juga mau ke kamar Dimas sama Ryan dulu bu". Sambung Azka
"Eh kok bukan ke kamar kalian sih". Tanya heran Bu Nita
"Ibu gak marah aku sekamar sama Azka". Tanya Arin polos
"Loh kenapa marah? kan kalian udah sah, udah cepat sana istirahat ingat loh resepsinya dimulai jam 7". Kata Bu Nita memberi peringatan.
"Udah ayo tunggu apa lagi". Sambung Bu Nita yang langsung menarik tangan Azka dan Arin sampai didepan pintu kamar mereka
Mereka pun akhirnya masuk kedalam kamar itu, kini tinggallah mereka berdua yang sama-sama duduk ditepi ranjang dengan penuh kecanggungan.
"Emm. Rin kamu dulu atau aku dulu yang mandi". Kata Azka memecah keheningan
"Kamu dulu deh, aku mau lepas-lepas siger dikepala nih". Jawab Arin yang mulai melangkahkan kakinya menuju meja rias
"Oke". Kata Azka langsung menuju ke kamar mandi.
Suara gemericik air mulai terdengar sampai luar kamar mandi, Arin yang sudah selesai melepaskan segala pernak-pernik yang dikepalanya itu langsung mempersiapkan baju untuk sang suami, seperti yang sudah diajarkan oleh sang ibu ketika melayani sang ayah.
"Aduh, tinggal ****** ******** doang nih ambilin sekalian gak ya". Tanya Arin kepada dirinya sendiri.
"Udah ambil aja deh gak papa kalinya, kan udah jadi suami gue". Kata Arin yang langsung mengambil ****** ***** sang suami secara asal.
Ceklek. Suara kamar mandi terbuka, memperlihatkan tubuh atletis sang suami yang masih basah menambah kegantengan meningkatkan 100%.
"Rin?". Kata Azka menghampiri Arin yang masih saja bengong
"Arin?". Tanya Azka mengulangi lagi.
"Ah eh iya gimana?". Jawab Azka gelagapan.
"Kamu kenapa?". Tanya Azka yang masih saja heran
"Ah oh ya itu aku udah siapin pakaian kamu, sekarang tinggal aku yang mandi". Kata Arin langsung menuju ke kamar mandi.
Namun ketika sedang melepaskan resleting kebaya Arin merasa kesusahan karena tangannya tidak kesampaian.
"Aduh gimana ini. masa iya mau minta tolong kepada Azka, tapi kalau minta tolong Misya masa harus keluar kamar dulu". Kata Arin yang kembali bermonolog kepada dirinya sendiri.
*****************
•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG.....