
2 hari berlalu, pasangan pengantin baru itu hanya menghabiskan waktunya dikamar saja tanpa ada niatan untuk menghirup udara segar. Itu semua kemauan istri cantik seorang Azka Aditya Purnama. Azka pun mengikuti kemauan istrinya tentu dengan senang hati, bagaimana tidak jatah nafkah batinnya meningkat 3 kali lipat, betapa bahagianya ia.
"Yang, ini baju kamu udah aku packing ada yang kurang gak?". Tanya Arin pasalnya 3 jam lagi suaminya harus berangkat ke Sulawesi
"Gak ada deh yang kayaknya". Jawab Azka sambil mengeringkan rambut yang basah karena habis mandi
"Sini". Suruh Arin untuk memberikan handuk kepadanya
Dengan senang hati Azka memberikan handuk itu kepada istrinya yang terlihat pucat karena pertempuran 2 hari yang tiada ampun. Dinikmati pijatan lembut Arin diarea kepala Azka.
"Jaga hati disana". Kata Arin tiba-tiba
"Iya sayang, kamu kan tau seberapa besar cinta aku ke kamu". Kata Azka yang langsung membuka matanya ketika mendengar penuturan dari sang istri
"Huft". Terdengar helaan nafas panjang Arin yang menandakan bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja.
Azka yang tau dengan kondisi Arin langsung menggendong Arin agar duduk di pangkuannya yang hanya memakai handuk saja.
"Aku pergi untuk kerja sayang, aku gak berani macam-macam ada Bima juga dia adalah orang yang selalu meluruskan jalan jika aku salah jadi kamu gak usah khawatir". Penjelasan Azka sambil mengelus-elus kepala Arin
"Iya, kerja yang benar ya suamiku". Kata Arin sambil tersenyum mencium pipi Azka
"Nah gitu dong kan jadi semangat akunya". Kata Azka sambil mengacak-acak rambut Arin
"Aku mau pakai baju dulu nanti baru turun buat sarapan". Kata Azka beranjak mengambil pakaian yang telas disiapkan oleh sang istri
•••••••••••••••••••
"Dua hari baru kelihatan aja". Celetuk Rima dimeja makan
"Jomblo mana tau ya yang". Kini giliran Azka menjawab godaan adik iparnya sambil menggandeng pinggang Arin dengan mesra
"Ish. Suami istri nyebelin semua". Kata Rima kesal
Pak Arya dan Bu Nita yang melihat adegan tersebut hanya tersenyum bahagia melihat keakraban anak mantu dengan putri bungsunya yang usil itu, serta melihat kemesraan dari Azka dan Arin yang ada kemajuan.
Ketika keluarga yang hangat itu sedang sarapan, tiba-tiba Bima datang dengan stelan jas hitam .
"Pagi tante om". Sapa Bima dengan gagahnya
"Hadeh mulai deh nih bocah". Kata Arin yang gak tau haris berekspresi seperti apa melihat adiknya yang tidak tau malu.
"Ji Chang Wook teh saha?". Kata Bu Nita bingung
"Itu loh bu yang main didrama korea The K2, persis kan sama kak Bima sekarang stelannya serba hitam. Aduh hati adek meleleh bang". Kata Rima terpesona
"Malu Maemunah". Kata Arin kesal menjitak kepala sang adik
"Ish kakak ganggu aja, kan kak Arin udah punya kak Azka yang gantengnya gak diragukan lagi". Jawab kesal Rima
Bima yang tidak paham alur dari pembicaraan kakak beradik itu hanya geleng-geleng kepala.
"Udah kok malah ribut, sarapan dulu sini nak Bima". Kata Bu Nita menengahi
"Makasih tante, nanti saya sarapan dijalan aja". Kata Bima
"Udah sini sarapan dulu, gue gak mau terjadi yang gak-gak sama loe. Ingat asam lambung Bim". Kata Azka yang selalu mengingatkan penyakit Bima
"Sini Bim". Kata Pak Arya sekarang
"Terimakasih". Kata Bima yang langsung mendekati meja makan
*****************
•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG....