
Ketika Katya ingin membuat Aksa tidak marah padanya dengan membuat gerakan yang imut dan Aksa pasrah dengan mengacak-acak rambut Katya, ada seseorang yang mengamati mereka dan memegang erat tangannya dan memukul tembok yang ada disana tanpa di ketahui siapapun
Dia langsung saja mengendarai mobilnya dan pergi dari sana dan menuju cafe tapi sebelum itu dia menelepon seseorang
"Ya Yuri ada apa?"
"Temui gue di tempat biasa!"
Yuri langsung mematikan telepon dan mengendarai dengan kecepatan tinggi, setelah menghabiskan 20 menit dia masuk dan duduk menunggu seseorang, tidak lama dia menunggu orang itu sudah datang
"Udah lama kita gak ketemu!Lo apa kabar?"Clara menarik kursi
"Gue baik dan aku punya sesuatu yang sangat menarik untuk mu"
"Apa itu?"
Yuri menyerahkan sebuah amplop dan Clara menerimanya langsung membukanya dan betapa terkejutnya dia bahwa itu adalah rahasia yang ingin dia bongkar pada publik
"Ini Krista Lenz?"
"Ya....itu Krista Lenz,kau sudah lama bukan ingin menunjukkan wajah asli Krista kan?"
"Kau tau selama aku 5 tahun berkarir sebagai jurnalis aku selalu tertarik dengan berita tentang sih pianis yang misterius,dan karena berita ini mungkin karirku akan meningkat!"
"Kau cukup beruntung karena berita itu jatuh ke tangan mu!Semua jurnalis masih tertarik bukan dengan dirinya?dia sudah cukup lama meninggalkan dunia musik tapi orang-orang masih membicarakan dirinya"
"Tentu saja orang-orang masih membicarakan dirinya karena dia berhasil menciptakan beberapa karya yang hebat dan dia juga memiliki suara yang bagus"
"Aku tidak ingin mendengar itu tapi pastikan berita ini akan dimuat aku kasih dirimu waktu satu minggu"
"Ok....Yuri thanks!"
Yuri meninggalkan tempat itu,dan Clara tentu saja langsung mengetikkan berita itu karena dia tidak akan pernah bisa menemukan berita semenarik ini
Malaysia
Seorang wanita yang duduk di hadapan kedua orang tuanya dengan suasana yang begitu tegang
"Fani.....kau harus kembali kepada Aksa!"
"Pa....."
"Kau tau bukan perusahaan papa hampir bangkrut dan yang bisa menyelamatkannya cuma dengan kau menikahi Aksa"
"Pa....aku masih punya harga diri!aku tidak mungkin kembali padanya setelah 6 tahun yang lalu"
"Dengarkan perkataan ayahmu Fani!kau tau Aksa sudah menjadi pembisni yang begitu hebat dan jika kau kembali padanya semua masalah akan selesai,kau cuma perlu melahirkan anak untuknya dan jika kau ingin berselingkuh silahkan asal dirimu tidak ketahuan oleh Aksa"
"Ma.....!"
"Pikirkan itu baik-baik!"
Kedua orang tua Fani meninggalkan dirinya dan Fani berteriak
"Kenapa setelah 6 tahun mereka ingin aku kembali dengan Aksa? Kenapa mereka tidak membiarkan aku menikah dengan Aksa dulu?"
Fani mengingat kejadian 6 tahun yang lalu ketika orang tuanya meminta meninggalkan Aksa
"Fani.....! tinggalkan aksa!"
"Tapi kenapa ma?"
"Kau tau bukan Aksa itu cacat dan mau taruh dimana muka kita jika orang-orang menghina kita!"
"Aku mencintai Aksa!aku rela merawat dirinya ma"
"Fani.....cinta itu tidak pernah ada dan kenapa papa menyetujui kau menikah dengan Aksa karena keluarga Wijaya adalah keluarga yang terpandang dan otomatis perusahaan papa akan mendapatkan keuntungan dengan itu tapi Aksa sudah tidak sempurna!Papa akan mencarikan laki-laki lain untuk perusahaan kita!"
"Tapi pa....ma......!"
"Dengarkan kami agar dirimu tidak menyesal di kemudian hari!"
Flashback off
William dan Richard bertemu di sebuah taman tempat dimana mereka pertama kali bertemu
"Udah lama aku tidak datang kesini!"William
"Aku juga ketika aku datang kesini taman ini mengingatkan ku tentang kenangan kita bertiga disini!"
"Seandainya waktu bisa diputar kembali aku ingin kembali masa dimana kita menghabiskan waktu bersama dan kita sering membolos karena begitu malas mendengar pelajaran fisika"
"Aku ingin kita bertiga bisa berkumpul kembali dan bercerita satu sama lain"
"Aku masih ingat ketika kau sedang menggoda adik kelas kita waktu dulu dan kau malah dihajar oleh pacarnya karena mengira kau adalah selingkuhan nya"
"Kau malah membiarkan diriku dihajar dan malah tertawa dengan Jonghyun dan tidak ada satupun diantara kalian yang ingin membantu ku"
"Tidak tahu kenapa melihat mu menderita membuat kami senang dan gara-gara itu kau tidak masuk sekolah"
"Sekarang bukan zaman kita lagi,semua sudah berubah,aku merindukan jaman kita jika ingin berkumpul harus buat janji dulu tidak bisa langsung gas dan share loc"
"Siapa yang memiliki motor aku sudah menganggap itu keren!"
"Siapa yang sering mendaki gunung lebih keren lagi"
"Ke sekolah siapa yang membiarkan seragam ya terbuka itu adalah bad boy"
"Aku masih menyimpan foto-foto kita walaupun itu hitam putih tapi itu sangat memiliki makna buat ku!"
"Anak muda zaman sekarang tidak akan pernah mengerti bagaimana bahagia rasanya bisa berfoto"
"Sekarang ingin berfoto tinggal ambil handphone dan langsung cekret!gak seperti zaman kita dulu harus ke studio kalau enggak panggil fotografer"
Mereka mengingat kembali kenangan mereka dan merindukan hal itu tanpa mereka sadari ada orang juga yang berada di taman itu
"Ternyata kalian berdua masih mengingat taman ini!aku merindukan kalian"
Don't forget to like and comment
Dan mampir ke cerita baru author berikan like dan komentar kalian