Love By Accident

Love By Accident
Pantas



Seorang pria tua yang masih terus mencari keberadaan seseorang,dia masih menunggu laporan dari orang suruhannya,dan dia juga memerintahkan cucunya untuk datang ke ruangannya.


"Ada hal apa kakek memanggil ku?"


"Loren sayang.... kakek cuma ingin menghabiskan waktu dengan cucu kakek!"


"Tidak biasanya kakek seperti ini! Apa yang kakek inginkan?"


"Loren kau sangat mengerti apa yang ku inginkan sekarang bukan? dimana keberadaan pewaris utama keluarga Wilson?"


"Pewaris utama mereka adalah Kevin dan aku tidak tau keberadaan dirinya!"


"Bukan dirinya tapi yang satunya lagi!"


"Katya! kau tau dia sudah menikah dengan Aksa bukan?"


"Bukan mereka berdua Loren tapi yang satunya lagi!"


"Kakek Tante Irene cuma punya dua anak yaitu Katya dan Kevin!"


"Apa kau tidak mengetahui tentang dirinya? Katya tidak memberitahu mu tentang dirinya!"


"Kakek sedang menceritakan siapa?Tante Irene cuma punya dua anak dan tidak ada anak yang lain!"


"Sudah sana kau boleh pergi!"


"Kakek apa yang sedang kakek rencanakan? Kakek jangan melakukan hal yang buruk terhadap mereka!"


"Pergi saja sana dan tidak usah mencampuri urusanku!"


Loren pergi dari ruangan kakeknya sebelum kakeknya akan mengeluarkan amarah terhadap dirinya


"Apa yang dimaksud kakek dengan tanya sama gue dimana pewaris utama keluarga Wilson?apa ada anak yang lain yang gue enggak tahu!"


Inggris


Leon sedang berada di kamarnya dan terus menatap semua artikel yang telah dia kumpulkan selama ini


"Jadi papa adalah anak haram dari kakek William Adylson! Nenek juga dibunuh oleh istri sahnya kakek tapi setelah nenek meninggal papa dibawah asuhan kakek! aku tidak menyangka kakek juga yang telah membunuh istrinya sendiri!"


Leon berbicara sendiri dan tersenyum miris memikirkan hal itu dan juga menatap satu persatu setiap keluarga Adylson


"Akhirnya gue ngerti kenapa mereka semua mati! Kakek William yang telah membunuh mereka semua! Kemana kakek William sampai sekarang dia belum pernah menunjukkan dirinya setelah hal tragis itu!"


Leon juga menatap foto keluarganya dan memandang wajah ibunya yang menggendong dirinya ketika dia masih bayi, dia dapat melihat wajah mereka berdua yang begitu bahagia karena kedatangan malaikat kecil mereka


"Mama....selama ini meninggal bukan karena mengalami pendarahan waktu melahirkan Kevin tapi kau dibunuh oleh mereka yang merupakan bagian dari keluarga Adylson!Kenapa mereka begitu tega membunuh mama? Kakek William emang tidak pernah tau kalau anggota keluarganya yang telah membunuh mama tapi seenggaknya dia telah menghabisi seluruh nyawa Adylson!"


Leon memandang semua foto di kamarnya dan dia juga melihat foto terakhir bersama papanya


"Papa....semoga kau tenang disana dan maaf karena tidak hadir di pemakaman mu!Kau tidak perlu mengkhawatirkan diri kami,aku sudah dewasa dan juga bisa melindungi adik-adik ku,Katya sudah menikah dengan pria yang dicintainya sejak dia kecil,Kevin aku akan menjaganya dan juga dirinya telah berpikiran seperti orang dewasa, terkadang aku begitu takut karena dia dewasa tidak di waktunya! Papa aku sangat menyayangi dirimu,aku pernah berbuat banyak kenakalan karena aku ingin kau memerhatikan diriku dan tidak menganggap diriku seperti anak kecil,aku rindu waktu kita berbincang,aku ingin kau membacakan buku cerita untukku sebelum tidur dan memelukku aku merindukan itu semua! Seandainya saja papa sama mama masih hidup mungkin kita semua akan berkumpul di taman tempat dimana kita menghabiskan waktu, mendengarkan permainan piano mama dan mungkin aku,Kevin dan papa pasti sedang bermain bola! aku juga memiliki beban di pundak ku,aku begitu takut kehilangan Katya dan Kevin!aku takut karena gagal menepati janjiku terhadap papa!"


Leon menangis dalam keadaan diam dan memeluk foto keluarganya,Katya mendengar semua perkataan Leon,Katya ingin mengantarkan obat ke kakaknya karena Leon sedang demam,Katya membuka pintu kamar yang tidak dikunci dan mendengarkan semua keluh kesah kakaknya


"Kakak...... terimakasih telah menjaga diriku dan Kevin selama ini!"


Katya menghapus air matanya dan mendekati kakaknya,Leon segera menghapus air matanya ketika mendengar suara ketukan pintu


"Katya!"


"Kak.... minumlah obatmu!"


"Kevin sudah tidur?"


"Sudah!"


"Kenapa kau belum tidur dan kak Aksa apa dia sudah tidur?"


"Dia sedang mengerjakan pekerjaannya,aku ingin memeriksa kakak,apa kakak sudah merasa lebih baik?"


"Aku baik-baik saja Katya.....kau tidak usah mengkhawatirkan diriku fokus saja pada kak Aksa!"


"Kak... it's ok to not be okay!kita cuma manusia biasa yang memiliki kekurangan,kita boleh mencurahkan isi hati kita,kau juga boleh marah dan mengeluarkan semua hal yang terpendam di hatimu,kau juga boleh menangis dan aku akan jadi tempat untukmu menangis dan mendengar semuanya!"


"Katya... kumohon sebentar saja biarkan aku merasakan kehangatan mu!"


Katya tersenyum dan mengelus kepala kakaknya,Aksa melihat apa yang sedang dilakukan Leon bersama istrinya, dirinya tidak menyukai hal itu tapi dia sadar Leon itu kakak iparnya,dan Leon juga berhak atas adiknya


Aksa memutar kursi rodanya dan mendekati diri mereka berdua yang sedang berpelukan layaknya pasangan romantis


"Ehemmmm.....Ehemmmmm..."


Mereka melihat siapa yang datang,Leon jengkel saat tau siapa yang berada di kamarnya


"Apa dirimu cemburu? ayolah dia itu adikku kau tidak perlu cemburu!"


"Aku tidak cemburu!"


"Wajahmu mengatakan yang sebenarnya!sudah kakak pergi tidur sana aku akan tidur dengan Katya!"


"Tidak boleh....!Katya cuma boleh tidur bersama ku!"


"Ok....kalau gitu Katya pergi ke kamar mu sana!"


Katya bangkit dan pergi menuju kamarnya dan Aksa juga mengikuti tapi Leon menghentikan Aksa


"Kak Aksa aku cuma menyuruh Katya saja!malam ini kau tidur dengan ku!"


Aksa terkejut dengan apa yang dikatakan Leon,dan begitu jijik melihat wajah Leon yang dibuat sedikit imut,Katya cuma bergidik ngeri mendengar permintaan kakaknya


"Katya aku bolehkan tidur dengan kak Aksa?aku ingin menghabiskan waktu dengan kak Aksa!"


"Iya boleh... mungkin kalian perlu melakukan hal yang romantis!"


Katya pergi dan terus tertawa apa yang akan kak Leon lakukan terhadap Aksa,Leon menatap Aksa dan tersenyum


"Kakak sini ku bantu dirimu berbaring!"


Leon membantu Aksa berbaring dan menyenderkan kepalanya, Leon juga berbaring disebelah Aksa


"Kakak....aku ingin menghabiskan waktu yang romantis dengan mu!"


"Apa kau masih normal?aku tidak tertarik dengan mu!"


"Aku cuma bercanda tidak usah dibawa serius!"


"Leon.....dulu kau sering menemani Katya untuk melihat aku bermain basket bukan?"


"Kau masih mengingat itu?"


"Aku baru mengingatnya ketika aku melihat foto Katya waktu dia kecil,aku tidak mengenalnya dia begitu berubah!"


"Dia selalu memberikan mu sebotol air setelah kau selesai tapi kau tidak pernah menerima itu karena kau lebih memilih minum pemberian kekasihmu!"


"Aku masih ingat bagaimana wajah merahnya ketika melihat aku bersama mantan kekasih ku dulu,dia begitu imut tapi Katya tidak mengingat hal itu!"


"Dia masih mengingatnya! dari dulu dia sangat menyukai dirimu bahkan sampai sekarang! perasaannya tidak pernah berubah,aku cuma minta satu hal saja jangan pernah menyakiti adikku jika dirimu menyakitinya aku akan membawa Katya pergi dari hidupmu cukup sekali saja kau menyakiti hatinya ketika dia kecil tidak untuk sekarang!"


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan itu Katya tidak akan pernah tersakiti tapi aku yang akan tersakiti!"


"Hah.....apa yang kau katakan?"


"Aku merasa diriku tidak pantas bersanding dengan Katya,dia begitu sempurna dan diriku hanyalah laki-laki cacat"


"Apa ada seseorang yang mengatakan itu pada mu?"


"Tidak ada...!"


"Kau itu begitu pantas dengan Katya!apa kau pernah dia mengeluh karena lelah merawat mu?dia sangat menyayangi mu!dia begitu panik ketika kau mengalami sesak napas aku bisa melihat wajahnya yang begitu khawatir padamu!Aku tau seseorang pasti mengatakan itu padamu tapi kakak harus ingat satu hal cuma kakak yang pantas menjadi suami Katya dan menjadi bagian anggota keluarga ini!"


"Terimakasih Leon!"


Leon tertidur dan dia tanpa sadar memeluk Aksa,yang dipeluk cuma bisa ketawa dan mengelus kepala Leon layaknya hubungan ayah dan anak