
Sudah seminggu Aksa berada di rumah sakit,dokter mengijinkan dirinya untuk pulang ke rumah dan Aksa juga harus rajin check up,dan secara diam-diam juga Katya meminta dokter untuk menyuntikkan obat untuk melumpuhkan kandung kemihnya tanpa sepengetahuan Aksa agar Aksa tidak mengompol lagi.
Katya mendorong kursi roda Aksa membawa dirinya ke kamar mereka,Katya memapah Aksa dan membaringkan dirinya di atas tempat tidur
"Kau membutuhkan sesuatu?"
"Tidak! Aku tidak membutuhkan apapun,dimana Leon?"
"Kak Leon keluar bersama Kevin"
"Katya setelah kupikirkan aku akan rehabilitasi!"
"Kau yakin?aku senang akhirnya kau mau rehabilitasi, ku harap kau bisa terbiasa dengan ini semua!"
"Aku tau apa yang kau lakukan Katya! Kau menyuruh dokter di rumah sakit untuk menyuntik ku bukan?"
"Ehhhh......Mas tau darimana?"
"Tidak penting! kenapa kau tidak memberitahu aku terlebih dahulu?"
"Karena aku pikir dirimu akan marah padaku jadi aku tidak mau memberitahu mu"
"Sudah lupakan saja! Apa kau menghubungi papi sama mami dan memberitahu diriku masuk rumah sakit?"
"Tidak...!"
"Baguslah! Katya aku mau tidur jadi tolong jangan ada keributan apapun!"
Katya menganggukkan kepalanya dan melihat Aksa yang sudah tertidur, Katya keluar dari kamar itu dan menelpon seseorang
"Tolong selidiki tentang keluarga Adylson dan juga penyebab kematian mereka!"
"Aku akan mencarinya!"
Katya memikirkan apa yang terjadi pada keluarga Adylson dan terlintas satu nama
"Apa kakek Jonghyun yang membunuh mereka? enggak itu tidak mungkin! Dia pasti masih memiliki sisi kemanusiaan"
Katya berjalan tidak tau dia kemana tapi dia melihat sebuah piano yang sengaja diletakkan di taman tempat mereka berkumpul
Katya berjalan ke piano itu dan menyentuh setiap sisi piano itu dan mengingat apa yang telah dilakukan Yuri padanya
Flashback on
Para wartawan sedang berkerumun di depan sebuah gedung Opera dan menunggu seseorang yang ingin mereka wawancara dan ketika melihat orang yang mereka cari, mereka langsung menghujani dirinya beberapa pertanyaan
Krista dapat melihat banyak wartawan yang menyerbu dirinya dan juga cahaya lampu sorot yang menyoroti dirinya, dirinya tidak perlu menutupi wajahnya dari sorotan kamera karena wajahnya sudah tertutupi dengan topeng yang selama ini dia gunakan
"Nona Krista apa benar kau telah mengonsumsi obat-obatan terlarang?
"Krista bagaimana bisa kau meminum obat itu?
"Apa ada faktor lain yang membuat dirimu meminum obat terlarang?
"Umurmu masih 13 tahun tapi kau sudah meminum obat terlarang!"
"Nona Krista tolong jawab pertanyaan kami Nona?"
Krista atau Katya cuma memilih diam dan tidak menjawab semua pertanyaan para wartawan,dia cuma ingin pergi meninggalkan kerumunan wartawan ini dan dapat dirinya lihat Yuri yang tertawa karena telah berhasil mencemarkan nama baiknya
Flashback off
"Sampai sekarang aku masih mengingat skandal itu,usaha ku semua sia-sia,kerja kerasku hancur dalam waktu yang singkat
ini semua karena Kim Yuri!aku akan membalas mu Yuri dan menghancurkan karirmu!"
Katya tidak dapat menyembunyikan amarah dalam dirinya yang dirinya tahan selama beberapa tahun terakhir
Indonesia
Auris menelpon Zahra dalam mood yang sudah hancur karena dia masih memikirkan kejadian di cafe waktu yang lalu
"Iya Ris kenapa Lo telpon gue?"
"Ra gue butuh tempat untuk cerita,gue boleh datang ke rumah Lo?"
"Gue ngerti,Lo bisa datang Ris!"
Tok...tok...
"Masuk...!"
"Ra....."
"Lo kenapa Ris?"
"Gue butuh tempat untuk cerita!"
"Lo bisa cerita ke gue,gue janji akan dengerin semuanya!"
"Lo tau kan kalau gue punya masalah dengan Cherry yang tak pernah terselesaikan?gue ingin Lo dengar cerita ini dan gue gak masalah kalau Lo lebih percaya ke Cherry!"
"Ris....gue gak bela siapapun, karena gue gak tau siapa yang benar dan salah, gue akan dengerin semuanya Lo bisa ceritakan sekarang!"
Flashback on
Di sebuah SMA biasa terdengar suara keributan seorang gadis yang sedang memukul dan menghajar gadis yang lain,gadis yang dipukul itu merasa begitu sakit
"Emang Lo *****....jalang.....pelacur..... Auris kenapa Lo dekat-dekat dengan kak Revan?"
"Gue gak ada niat mau rebut kak Revan dari Lo Cherry?"
Auris merasa sangat sakit di setiap tubuhnya,tidak ada satupun orang yang ingin melerai mereka yang ada orang-orang hanya bersorak kegirangan karena mendapatkan tontonan gratis dan ada juga beberapa siswa yang merekam aksi tersebut
Tentu saja tidak ada yang berani melawan Cherry gadis yang paling sok berkuasa dan merasa dirinya paling hebat diantara semua orang
"Cher.... hentikan ini sakit hiks....hiks....hiks..."
"Lo sangka gue mau berhenti gitu,Lo itu emang ***** Lo tuh ngaca diri Lo itu seperti gembel kalah jauh lah dari gue yang seperti princess!kegatelan Lo dekat-dekat sama kak Revan"
"Kak Revan bukan pacar Lo kan?Lo aja yang ngaku-ngaku kalau Lo itu pacaran sama kak Revan padahal kak Revan jijik setiap kali ngeliat Lo!"
Mendengar perkataan Auris Cherry semakin emosi dan menghajar Auris habis-habisan,bahkan seragam Auris pun sudah robek dan memperlihatkan sedikit tubuhnya yang berdarah
Para guru segera datang ketika mendengar laporan ada siswi yang sedang menghajar temannya
"Sudah hentikan!"
Seorang guru menarik tubuh Cherry dan menghentikan aksi brutal Cherry dan guru satu lagi juga membantu Auris berdiri
"Tengok apa hah?sudah bubar sana.....!"
"Cherry datang keruangan saya! Auris pergi UKS dan obati luka kamu
Cherry dibawa guru tersebut ke ruang BP dan Auris pergi ke UKS untuk mengobati lukanya.
Flashback off
Zahra dapat melihat Auris menangis dan tidak dapat sanggup menceritakan kembali masa lalunya
"Maaf...!gue gak bisa cerita lagi!"
"Gue ngerti Ris...gue gak nyangka kalau Cherry tega ngelakuin itu sama Lo hanya karena cowok!"
"Gue tau Lo pasti merasa kasihan sama gue tapi gue gak mau dianggap lemah sama Lo Ra!
"Udah tenangkan diri Lo,minum nih dulu!"
Zahra menyodorkan segelas air pada Auris,Auris langsung menghabiskan air itu
"Gue dengar dari Cherry kasus Lo itu begitu sulit ditutup karena Katya yang ngebantu Lo apa itu benar?"
"Iya....itu benar! padahal Katya enggak kenal sama gue tapi dia mau ngebantuin gue!"
"Gue ingin dengar cerita tentang bagaimana Lo bisa bertemu dengan Katya?
"Gue akan cerita nanti!gue mau tidur dulu ini sudah malam"
Auris langsung menarik selimut dan tidur,Zahra kesal dengan Auris karena membuat dirinya penasaran tapi Zahra tidak ingin memaksakan diri Auris
Zahra juga memilih tidur disamping Auris dan menarik selimutnya dan mematikan semua lampu