
Seorang pria tua yang sedang menatap beberapa dokumen yang menumpuk diatas meja dan terkadang juga melihat sebuah foto yang berada di atas meja kerjanya.
"Aku ingin sekali bertemu dengan kalian bertiga!Tapi aku tidak bisa bertemu kalian sekarang karena aku tidak ingin terjadi apa-apa pada kalian,aku akan datang saat waktu yang tepat"
Pria tua itu juga memandang sebuah foto besar yang dipajang di ruangannya,foto seorang wanita yang begitu cantik yang sedang tersenyum.
"Sampai sekarangpun aku masih mencintaimu!seandainya saja istriku tidak mengetahui tentang dirimu mungkin dirimu masih hidup sampai hari ini!tapi wanita itu sudah pergi!aku harap kau sudah tenang disana karena aku sudah membalaskan dendam mu!"
Pria itu terus membuat rencana apa yang akan dia lakukan untuk membalas semua dendamnya.
"Kim Jonghyun tunggulah aku!kau harus mati di tanganku!"
Indonesia
Sudah 7 bulan Auris,Zahra dan Cherry belajar di kampus yang sama,Zahra mengambil jurusan hukum sesuai perintah kedua orang tuanya,Auris dan Cherry mengambil jurusan yang sama,terkadang mereka hadir di kelas yang sama dan itu membuat Cherry kesal.
Ketika Auris keluar dari gedung fakultas kedokteran sialnya dia malah bertemu dengan Cherry,dia begitu ingin menabok wajah Cherry tapi dia tidak ingin mencari masalah.
"Melihat wajahmu akan membuatku terkena sial!"
Auris menahan kemarahannya terhadap Cherry karena dia tidak ingin berurusan dengan hukum lagi
"Aku juga akan terkena sial juga jika aku melihat wajahmu yang seperti babi,kurasa lebih baik memandang wajah babi daripada memandang wajahmu yang lebih buruk dari seekor babi!"
"Kau samakan diriku dengan seekor babi!"
"Itu begitu cocok dengan mu,kenapa your parents memberikan nama Cherry pada mu?kenapa tidak menamai mu babi saja!"
Auris tertawa dia senang bisa membuat Cherry kesal dan ketika Auris tertawa ada seseorang dibelakang tubuhnya
"Apa kau sudah puas menertawakan adikku?"
Auris melihat kebelakang dia dapat melihat seorang pria yang tampan tapi begitu dingin
"Kak Jordan!kenapa kakak begitu lama?aku capek harus berdiri disini!Kakak tau dia membuat kesal masa dia menyamai ku dengan babi"
Mendengar suara Cherry yang agak sedikit dibuat imut membuat Auris muntah mendengar suara centilnya itu dan Jordan menatap dirinya tajam
"Kau kira aku takut dengan tatapan mu itu?tuan tolong ajarkan adikmu ini cara menghargai orang lain dia seperti orang yang tidak berpendidikan dan berkelas"
Auris mengucapkan itu dan pergi dari sana tapi Jordan berbicara dan menghentikan langkahnya
"Apa Katya menghubungi dirimu?"
"Kalau Katya menghubungi diriku itu bukan urusanmu!"
Auris meneruskan langkah kakinya dan meninggalkan dua manusia itu
"Kakak!kenapa kau terus melihat dirinya?"
Jordan tidak mendengar omongan Cherry dan masih melihat punggung Auris
"Cherry!apa itu Auris yang dimaksud kakek?"
"Dia begitu menarik!"
Mendengar omongan Jordan,Cherry memukul bahu kakaknya itu
Plak....
"Apa kakak menyukainya?"
"Lupakan saja!Ayuk kita pulang!"
Cherry tidak membuka mulutnya dan masuk kedalam mobil bersama Jordan
Disisi lain
Auris berjalan dan pergi ke cafe miliknya,ketika dia tiba ada seorang pelayan yang menyampari dirinya
"Mbak ada seseorang yang ingin ketemu sama mbak!"
"Siapa?"
"Tidak tau!dia meminta saya untuk memberitahu mbak jika dia ingin bertemu mbak ketik mbak sudah datang"
"Dimana dia sekarang?"
Waiter itu menunjukkan pasangan paruh baya yang sedang meminum kopi,Auris menyampari mereka walaupun dia begitu malas
"Ada hal apa kalian kemari?"
"Sudah lama tidak bertemu dengan mu Auris!Ayuk duduk tidak mungkin kita mengobrol dengan dirimu yang berdiri yang mungkin bisa menghalangi jalan orang lain"kata nyonya Lisa
"Kau begitu banyak berubah Auris,tidak seperti dulu!"Kata tuan Richard
"Tidak usah basa-basi langsung saja ke intinya!"
"Kami hanya ingin melihat dirimu!apa dirimu baik-baik saja setelah apa yang dilakukan Cherry?"tanya nyonya Lisa
"Tidak usah mengingatkan diriku tentang itu lagi!kalian bisa melihatnya bukan?aku baik dan aku juga bukan gadis lemah seperti dulu"
"Kami hanya ingin kau dapat memaafkan perbuatan Cherry!"kata tuan Richard
"Bukannya permintaan maaf kalian adalah kalian membiayai pendidikan ku sampai aku lulus SMA,aku hanya orang miskin yang dapat kalian bungkam dengan uang kalian!"
"Maaf..!kami tau Cherry telah melakukan kesalahan terbesar tapi aku juga merasa bersalah!balas nyonya Lisa
"Aku sudah melupakan hal itu,jika Cherry tidak melakukan hal itu mungkin diriku tidak akan pernah bisa bertemu dengan Katya dan Zahra yang begitu tulus padaku!aku juga berterima kasih karena kalian telah membiayai pendidikan ku,jadi tolong bilang pada cucu kalian tersayang Cherry agar tidak pernah mengusik hidupku lagi,aku menahan diriku karena aku menghargai Katya karena dia adalah menantu keluarga kalian,jadi kumohon lakukan hal itu saja!"
"Auris....apa kita tidak bisa memiliki hubungan yang baik?"tanya nyonya Lisa
"Tidak!aku tidak mau berurusan dengan keluarga kalian dan juga hukum"