Love By Accident

Love By Accident
Episode 40



Cup... Sarah menempelkan bibirnya pada Ravan, meletakan tangan cantiknya diatas bahu pria tersebut sambil memberikan ciuman tulus pada suaminya.


Revan hanya bisa terdiam, ia tak membalas ciuman Sarah saat otaknya terus saja berkutat dengan perasaan heran dan tidak percaya.


"Aku cinta kamu!" ucap Sarah setelah melepaskan ciuman.


Meskipun sebelumnya sudah merasakan jika Sarah mulai memiliki perasaan terhadapnya, pada kenyataan kejujuran wanita tersebut sukses membuat dirinya mendapat kepuasan. senyum kemenangan Revan mulai tercipta, pria itu meraih wajah Sarah perlahan penuh kelembutan, Revan memandang lekat mata Sarah yang terlihat masih menyimpan kesedihan.


"Kamu berhasil buat aku jatuh cinta, Van." Sejenak Sarah menyeka air matanya. "Gapi tetep ajah ngebunuh Raka itu bukan pilihan yang tepat, dimata aku, kamu tetep Salah." lirih Sarah terisak.


Revan menelan salivanya, membawa gadis itu kedalam pelukannya. "Dari awal aku gak pernah bilang kalo tindakan aku ini benar, aku tau aku salah. saat itu aku benar-benar uda di butain sama api kebencian, tolong maafin aku, Sar." ucap Revan penuh penyesalan.


Sarah terdiam, ia sudah tak bisa berkata-kata. perasannya terus memberontak untuk menerima cinta dan ketulusan Revan. tapi di lihat dari segi manapun, Revan tetaplah seseorang yang sudah mendalangi pembunuhan Raka. dan itu semua adalah kesalahan.


"Aku bakalan lakuin apapun, asal kamu bisa nerima aku dengan tulus. meskipun aku harus nyerahin diri sekalipun ke pihak kepolisian." tegas Revan meyakinkan Sarah.


Plak... Sarah melayangkan tamparan keras ke wajah Revan penuh kekesalan, dalam keadaan terisak wanita itupun berkata. "Kamu gila? jangan mainin perasaan aku! sekarang aku udah cinta sama kamu, dan kamu malah mau nyerahin diri ke polisi."


Meskipun terasa begitu sakit, Revan justru malah mengembangkan senyumnya sambil menenggelamkan diri pada dua bola mata indah milik Sarah. semua begitu jelas terlihat, jika Sarah tak ingin Revan tinggalkan. tak ada keraguan di hati Revan saat secara spontan Sarah memperlihatkan rasa cinta dan ketakutannya akan kehilangan pria tersebut.


"Demi bayi kita," Sarah meraih tangan Revan dan meletakan tangan tersebut tepat diatas perutnya. "Aku gak akan nuntut apapun, karena kamu adalah Ayah dari bayi yang ada dalam perut aku. dan..."


"Dan aku bener-bener cinta sama kamu, aku gak mau kehilangan kamu." ucap Sarah sambil mengelus wajah Revan penuh kekaguman.


"Aku juga cinta kamu," Cup... Revan langsung merengkuh bibir Sarah dan memundurkan langkah wanita tersebut kesudut ranjang.


Untuk kali pertama, Sarah menerima ciuman Revan. wanita itu bahkan membuka mulutnya agar Revan bisa leluasa mengabsen setiap titik rongga mulut Sarah. gerakan tangan Revan yang terlatih sukses membuat tubuh Sarah rasanya tak bertulang, Sarah terbaring tanpa melepaskan penyatuan bibirnya dengan sang suami. wanita itu bahkan mengalungkan tangannya sambil sesekali menekan tengkuk Revan untuk memperdalam ciuman.


"Pelan," ucap Sarah setelah ciuman tersebut terhenti sesaat sebelum Revan kembali menjamah bibir sang empu.


Larut dalam sentuhan Revan, Sarah pun teringat saat beberapa waktu lalu Revan pernah mengatakan jika dia ingin melakukan hubungan ranjang dengan atas dasar saling tertarik. sekarang semua itu sudah menjadi kenyataan, kelembutan yang Revan berikan sukses membuat Sarah semakin terangsang.


Percintaan yang keduanya lakukan terasa sangat mendominasi, kerena baik Revan maupun Sarah turut ambil bagian dalam melakukan gerakan kenikmatan.


Revan benar-benar candu baginya, pria itu selalu saja membuat Sarah mengerang nikmat meskipun sebelumnya mereka melakukan hal itu penuh dengan paksaan. bahkan pernah saat Revan kembali memaksa Sarah untuk melayaninya, Sarah terus saja melontarkan kata umpatan disepanjang waktu permainan. meskipun sesekali wanita tersebut mendesah nikmat, saat Revan dengan jahilnya memainkan area tubuh sensitif Sarah dengan lidahnya.


Bahkan tanda cinta yang Revan dapatkan itu lebih ke bekas pukulan kekesalan, bukan kecupan merah cinta seperti yang selalu Revan berikan pada istri cantiknya.


Menggelikan bukan? semua itu benar-benar terbayarkan sekarang. keduanya saling memberikan kenikmatan meskipun dalam penuh kehati-hatian karena takut, jika aktifitas ranjang yang mereka lakukan akan membuat sang buah hati kesakitan.