Love By Accident

Love By Accident
Mati



Aksa membuka matanya dan melihat dirinya di sebuah ruangan yang sangat asing tapi dia merasakan ada menggenggam tangannya dan dia tau siapa itu,yang jelas pasti Katya yang menggenggam tangan Aksa sambil tertidur,Aksa melihat wajah cantik Katya yang nampak sedikit lelah mungkin karena mengkhawatirkan dirinya.


"Aku sangat beruntung memiliki dirimu Angel dalam hidupku! terimakasih sudah mau berada di sisiku!"kata Aksa mengelus kepala Katya


Katya bangun dari tidurnya dan dia dapat merasakan ada yang mengelus kepalanya dan melihat bahwa Aksa sudah sadar


"Kau sudah bangun?aku sangat takut tejadi apa-apa terhadap dirimu Mas!"


Aksa tidak mengeluarkan suaranya karena masker oksigen masih terpasang di hidungnya dan juga dia sedikit lemak untuk bersuara.


Aksa ingin melepaskan masker oksigen tapi Katya mencegahnya karena dia tidak ingin Aksa melepaskan masker oksigen itu dan tiba-tiba Aksa akan mengalami sesak lagi.


"Biarkan saja... jangan mencabutnya kau akan sesak lagi"


Katya memeriksa kateter Aksa dia melihat kateter itu sudah penuh dengan air seni Aksa,dia meminta perawat untuk membawa kantong yang baru,setelah perawat membawa kantong kateter yang baru Katya langsung mencabut kantung yang sudah penuh air seni dan memasangkan kantong yang baru pada selang kateter,Katya membuat kantong kateter tadi ke tempat sampah.


Katya juga membuka baju Aksa karena dia ingin membersihkan tubuh Aksa,dia mengelap tubuh Aksa dengan wash lap dan memakaikan pakaian baru padanya.


"Kau membutuhkan sesuatu?"


Aksa menggeleng kepalanya yang berarti tidak,Katya paham dan dia menemani Aksa dan juga mengelus kepalanya dan membuat Aksa tertidur


"Istirahatlah kau mungkin lelah dengan ini semua!aku harap kakek tidak akan berbuat buruk terhadap mu"


Leon masuk kedalam ruangan Aksa dan menepuk bahu Katya


"Hah...!Kakak ada apa?"


"Bisa kita bicara diluar?aku ingin membicarakan suatu hal penting!"


Katya mengikuti kakaknya keluar dan disini mereka berbicara di taman yang ada di rumah sakit


"Apa yang ingin kakak bicarakan?"


"Huhhh.....aku tidak tau ingin menceritakan ini darimana?"


"Kalau kau tidak ingin memberitahu, biarkan aku bertanya padamu!"


"Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Kemana saja kakak selama dua tahun ini?sampai kakak tidak bisa menghadiri pemakaman papa"


"Panjang ceritanya Katya!kau tau selama dua tahun ini aku pergi ke Rusia tempat kampung halaman papa"


"Buat apa kakak kesana?apa kau bertemu dengan mereka semua?"


"Aku tidak bertemu mereka tapi aku tidak menyangka bahwa seluruh anggota keluarga Adylson telah tiada"


"Apa maksudnya?"


"Apa ada anggota keluarga Adylson yang selamat?"


"Tidak ada!"


"Bagaimana bisa mereka mati tertembak di rumah mereka sendiri jika dirumah itu banyak pengawal yang menjaga keamanan mereka 24 jam?"


"Para pengawal mereka juga mati Katya!"


"What...!apa itu pembunuhan yang sudah direncanakan?"


"Kurasa iya!aku memberitahu hal ini pada papa,aku tau papa pasti bersedih karena bagaimanapun mereka masih keluarga kita Katya!"


"Darimana kau mengetahui kabar tentang kematian mereka?"


"Katya.. keluarga Adylson adalah keluarga yang paling berpengaruh di Rusia,mereka menjalankan bisnis di bidang pertambangan dan di bidang properti"


"Aku tidak peduli dengan hal itu!aku ingin tahu darimana kau mengetahui tentang kematian mereka?"


"Aku mengetahuinya dari tv ketika aku sedang berada di apartemen dan aku begitu kaget melihat berita yang ditayangkan di TV,dan itu menjadi berita paling banyak dicari selama satu bulan dan pada akhirnya polisi menyerah dan menutup kasus itu,tapi walaupun mereka sudah mati harta mereka tidak disumbangkan untuk masyarakat,dan hal itu juga menjadi perbincangan siapa yang akan mewarisi seluruh harta kekayaan keluarga Adylson?"


"Apa peduliku dengan harta mereka!aku cuma bisa berdoa agar arwah mereka tetap tenang dan damai disana!"


"Katya...kakek mungkin sudah mengetahui tentang kau dan Kevin,tidak dengan diriku!"


"Tentu saja dia tidak akan mengetahui tentang dirimu karena seluruh akses tentang mu sudah ditutup oleh papa!aku begitu terkejut melihat dirimu muncul di pintu rumah dan langsung memeluk tubuhku dan membuat mas Vino marah"


Leon itu adalah anak pertama dari James dan Irene,dia lebih tua dari Katya dan lebih mudah dari Aksa 3 tahun,dan semua orang pasti mengira kalau Katya adalah anak pertama dari keluarga Wilson tapi mereka salah


"Aku bisa melihat wajah cemburunya waktu aku memelukmu dan dia begitu malu karena aku mengatakan aku kakakmu! seandainya juga aku mengetahui tentang pernikahan mu dengan Aksa aku akan mencegah hal itu terjadi"


"Aku malah senang kau tidak mengetahui tentang itu"


"Apa otak mu tidak rusak? aku aja masih marah terhadap keluarga Wijaya karena memaksa dirimu menikah dengan Aksa"


"Apa kau tau laki-laki yang sering ku temui dulu sampai membuat kakak,papa dan mama begitu panik karena mencari ku"


"Iya aku masih mengingat hal itu dan karena mama meminta ku untuk menemani mu menemui dirinya karena mama begitu khawatir dan sampai aku harus menunggu mu selesai melihat dirinya bermain basket dan aku juga begitu kesal dan ingin memukul wajah laki-laki itu ketika dia menghina dirimu dan kenapa kau memberikan minuman padanya kalau dia tidak meminum minuman yang kau bawakan tapi lebih memilih minum yang dibawa pacarnya huahhhh....huahhhh....Katya aku kesian melihat dirimu hahhh... hahhh..."


Leon menertawakan Katya dengan membuat tawa yang sedikit menghina


"Ihhh....Kaka...!"


"Udah ceritakan kenapa kau begitu senang menikah dengan Aksa?"


"Karena dia laki-laki yang kusukai dulu!"


"Ooooo....Apa!"