
Sebuah room private yang telah dipesan agar tidak ada satupun yang bisa mendengarkan pembicaraan mereka karena bersifat rahasia
"Rencana apa yang akan kita lakukan master?"
"Pertama kita harus mengumpulkan bukti-bukti kejahatannya"
"Bagaimana cara kita menemukan bukti itu jika dia tidak pernah meninggalkan jejak sekalipun?"
"Dia telah membunuh dua orang yang pertama putra ku dan yang kedua adalah menantu perempuan nya sendiri,kita bisa membuktikan kejahatannya jika saja kita berhasil menemukan mayat wanita itu"
"Apa maksud anda tuan?"
"Sebelum wanita itu tewas,dia harus berurusan dengan hukum untuk memperebutkan hak asuh anak-anaknya dan wanita itu juga berhasil mengumpulkan semua bukti yang bisa menyudutkan Kim Jonghyun,tapi sebelum rencana itu berhasil dia sudah dinyatakan hilang,aku sudah berpikir kalau wanita itu telah tewas karena aku sudah memerintahkan orang untuk mencari keberadaan wanita itu tapi dirinya tidak pernah di temukan"
"Seharusnya dia merasa bangga karena telah menjadi menantu Kim Jonghyun yang begitu kaya dan berkuasa, kenapa dia malah bercerai dengan suaminya?"
"Aku tidak mengetahui alasan itu tapi aku sangat berharap wanita masih hidup tapi kemungkinannya begitu kecil"
"Apa tuan Loren dan nona Yuri tidak pernah ingin mencari keberadaan ibu mereka"
"Kim Jonghyun telah meracuni pikiran mereka dan membuat mereka harus mematuhi semua perintahnya bahkan ayah mereka tidak punya hak atas anaknya"
"Putranya Jonghyun berada di rumah sakit jiwa bukan?"
"Iya.....aku sangat ingin menemui dirinya tapi staf rumah sakit jiwa itu tidak pernah mengizinkan orang lain masuk,aku sempat memasang mata-mata untuk mencari informasi putranya itu tapi nihil dirinya tidak ada disana"
"Tuan aku pikir mungkin saja dia ada di rumah sakit itu tapi dia berada di ruang rahasia yang hanya di ketahui oleh Jonghyun"
"Aku sempat berpikir seperti itu Lucas"
Mereka terdiam untuk beberapa saat dan menghentikan obrolan ini karena mereka tidak bisa membicarakan ini karena mereka berpikir mungkin saja ruangan ini sedang diawasi oleh seseorang
"Jika aku memiliki cucu perempuan aku ingin kau menjadi suaminya"
"Maaf aku menolak tuan karena nona Katya begitu mencintai tuan Aksa"
"Bukan seperti itu Lucas tapi maksud ku adalah jika aku memiliki cucu perempuan selain Katya aku ingin kau yang menjadi suaminya dan bagian keluarga kami"
"Maaf aku salah mengartikan itu tuan!"
"Bagaimana kabar adik mu itu?aku sudah lama tidak melihat dirinya"
"Dia begitu baik dan dia sedang mengurus wisuda nya tuan"
"Setelah wisuda nya selesai bawa adik mu itu kemari!aku akan meminta pelayan menyiapkan kamar untuk dirinya"
"Baik tuan......!"
Dret...... dret.......
Handphone William berbunyi dan dilihat yang menelepon adalah Kevin dia langsung mengangkat panggilan itu
"Apa ada masalah Kevin?"
"Grandpa harus datang ke sekolah ku cepat!"
"Apa yang terjadi?"
"Gak usah banyak tanya grandpa! grandpa harus segera datang ke sekolah ku dalam waktu 30 menit aku akan menunggu grandpa di gerbang!"
"Kevin....?"
Kevin mematikan telepon dan membuat William kesal
"Lucas antarkan aku ke sekolah Kevin"
"Baik tuan.....!"
Mereka keluar dari sana dan menaiki mobil dan langsung tancap gas
"Apa yang anak itu perbuat?"
"Itu biasa tuan karena tuan Kevin adalah anak remaja"
mereka sampai ke sekolah Kevin dan melihat Kevin yang sedang menunggu mereka
"Grandpa ayok kita ke ruang BP sekarang!"
"Masalah apa yang kau perbuat Kevin?"
"Nanti grandpa tahu!"
William mengikuti Kevin menuju ke ruang BP sedangkan Lucas juga mengikuti tuannya dan mereka masuk ke dalam sana ada orang tua dan seorang murid laki-laki yang wajahnya telah dipenuhi memar dan lebam duduk di hadapan guru BP itu
Tok....tok....
"Bolehkah kami masuk?"
"Silahkan tuan!"
William duduk di sofa dan melihat mereka dengan tatapan tajam seperti biasa
"Tolong jelaskan kenapa anda memanggil saya kemari?"
"Tidak perlu dijelaskan lagu,anak nakal itu telah menghajar anakku dan saya ingin dia dikeluarkan dari sekolah ini atau saya akan berhenti menjadi donatur di sekolah ini!"
"Kita bisa membicarakan ini secara kekeluargaan"sela guru itu
"silahkan ibu menjelaskan apa yang telah cucuku lakukan?
"Cucuku tidak mungkin menghajar anak itu tanpa alasan!Kevin jelaskan kepada grandpa apa yang sebenarnya terjadi?
"Aku menghajar dirinya karena aku marah dia menghina teman ku dan mengatakan bahwa teman ku itu anak haram hanya karena dia tinggal di panti asuhan dan dia juga di bully oleh geng anak itu,temanku tidak pernah mengatakan itu karena dia tidak ingin beasiswa nya dicabut karena anak itu akan mengadu ke orang tuanya!"
"Anak itu pasti bohong dia kan juga temannya anak haram itu bisa aja dirinya juga anak haram dan wali yang datang kesini mungkin aja palsu, pokoknya saya ingin mereka berdua di keluarkan!"Ibu murid
William tidak terima cucunya dikatakan anak haram langsung saja menampar Tante menor itu
Plak.....
"Jaga ucapan mu itu atau aku akan menghancurkan keluarga kalian!"
"Siapa dirimu hah? sehingga kau berani menampar istriku"
"Kau mengenal keluarga Adylson dan Wijaya?"
"Tentu saja karena kami bekerja sama dengan mereka dan kalian tidak ada apa-apanya!"ucap pria itu
"Apa kau tau siapa kami?Lucas segera hentikan kerjasama kita yang melibatkan mereka!"
"Baik tuan...!
"Aku tidak ingin cucuku belajar di sekolah ini dan cepat siapkan surat kepindahan Kevin bersama temannya itu!"Sekolah apaan ini yang tidak berperilaku adil terhadap semua siswanya?apa sekolah ini cuma harus tunduk hanya karena orang tua mereka donatur?bahkan guru-guru pun tidak bisa berbuat apa-apa, cih....menjijikan!Kevin ayok kita pergi dari sini! kau dan temanmu tidak perlu lagi datang ke sekolah ini!"
William pergi dan diikuti oleh Lucas dan Kevin,Kevin malah menjulurkan lidahnya
"Uuuuhhhh......kesian..... so you shouldn't be playing with me!"
Kevin tertawa dan meninggalkan mereka,orang tua anak laki-laki itu pun bertengkar
"Gara-gara kamu ini semua!"
"Kok aku?"
"Coba saja kau tidak mengatakan cucunya anak haram pasti tidak seperti ini!"
"Ibu.... bapak...... silahkan menyelesaikan urusan ini di rumah kalian karena malu jika ada siswa yang melihat ini semua!"
Mereka cuma bisa pasrah dan mereka menyesal karena telah bermain-main dengan keluarga Adylson
Kevin dapat melihat wajah khawatir temannya itu dan menyampari dirinya
"Kev......maaf gara-gara gue Lo harus masuk BP lagi"
"Take it easy bro.....besok Lo enggak perlu datang kesini lagi!"
"Kenapa?apa beasiswa gue dicabut?"
"Enggak.....tapi grandpa gue bilang kita pindah sekolah yang lebih bagus dan soal biaya gak usah khawatir grandpa yang menanggung semua"
"Maaf....gue ngerepotin Lo lagi!"
"Gue emang ingin pindah sekolah soalnya bosan disini ceweknya gak ada yang cantik yang ada tante menor,dan gue juga bosan godain cewek itu-itu aja"
"Gue udah duga!Lo emang playboy!
"Bye....gue pulang dulu ya!Lo mau gue antar?"
"Gak usah! gue harus menyusun barang-barang gue yang tertinggal di kelas"
"Bye..... Don't miss me okay!"
Kevin masuk ke dalam mobil dan dapat dilihat wajah kakeknya
"Eh..... grandpa!"
"You are happy now?"
"Yes..... please don't tell kak Leon and kak Katya aku akan dihukum!"
"Kevin! tindakan mu itu sudah benar karena kau membela teman mu tapi kita tidak harus menyelesaikan masalah hanya dengan baku hantam, kita bisa menyelesaikan itu dengan kepala dingin,dan ini terakhir kalinya kau bertengkar dengan teman mu itu,paham?"
"Iya....mungin grandpa bilang seperti itu karena grandpa sudah tua"
"Apa...!"
"Emang kenyataannya grandpa sudah tua dan hanya menunggu giliran dan aku akan menjadi orang yang paling bahagia dan aku akan mengadakan pesta merayakan itu!"
William menarik kuping Kevin karena tidak terima dengan candaan Kevin
"Grandpa....sakit.....ampun!"
"Itu hukuman mu karena mengatakan aku sudah tua! Kalau kau bukan cucuku sudah ku lemparkan kau ke sarang buaya yang kelaparan"
"Cuma itu?aku tidak takut!Yang ada buaya klepek-klepek terhadap diriku karena aku begitu tampan dan aku akan meminta buaya itu memakan grandpa!"
"Sabar.....kau tidak akan tampan kalau bukan dari ku"
"Bohong...... buktinya aja muka grandpa menyeramkan yang ada orang udah pada kabur waktu lihat muka grandpa"
"Cucu sialan......!"William menarik telinga Kevin
"Grandpa..... ampun.....janji deh gak bilang kayak gitu lagi walaupun kenyataannya grandpa itu menyeramkan!
William makin menarik telinga Kevin dan Kevin cuma bisa merengek meminta ampunan kakek nya itu
Lucas tersenyum melihat perdebatan tuannya itu karena dia tidak pernah melihat William seperti ini