
Jepang
Seorang wanita yang sedang memainkan piano dan terus menekan setiap tuts sesuai dengan not yang telah dihapal,tidak ada yang menarik dari permainannya yang membuat dia menarik adalah kecantikan yang dimilikinya.
Ketika permainan selesai para penonton bertepuk tangan untuk dirinya.
Prok...prok...prok....
Wanita itu membungkuk sedikit dan meninggalkan panggung dan masuk keruang hias dan menatap dirinya di pantulan cermin
"Kenapa setelah semua yang kulakukan orang-orang masih sering membicarakan dirimu dan terus membandingkan diriku dengan dirimu?"kata wanita itu
Wanita itu melemparkan semua barang yang ada disekitarnya untuk meluapkan semua emosinya dan ada suara ketukan
Tok...tok...
"Masuk.....!"
"Nona pertunjukan mu untuk hari ini telah selesai dan untuk pertunjukan untuk besok akan diadakan...."
"Batalkan saja! aku mau pergi berlibur dan menenangkan diriku"
"Tapi nona...."
"Ikuti semua perintah ku!"
Wanita itu pergi dan berjalan keluar dari tempat pertunjukan dan pergi menuju suatu tempat dengan berjalan kaki,ketika dia telah sampai ketempat yang dituju,dia memesan 5 botol sake untuk dia minum.
Dia meminum semua sake yang telah dia pesan dan mengeluarkan gumam yang tidak jelas dan terus mengutuk seseorang.
"Kenapa orang-orang masih mengingat dirimu Krista?nama aslinya bukan Krista tapi Katya,bagaimana bisa anak itu membuat orang-orang menyukai dirinya?Aku telah menghancurkan karirnya dan membuat skandal palsu untuk menghancurkan dirinya tapi orang-orang terus membandingkan diriku dengannya,dan anak itu telah merebut cintaku"
"Katya suatu hari nanti aku akan menyingkirkan dirimu dari hidupnya Aksa,yang pantas berada disampingnya itu aku bukan dirimu! lihat saja Katya aku akan memberitahu semua kebenaran tentang dirimu kepada semua orang setelah semua perintah kakek telah ku selesaikan,Aksa sayang tunggu aku sebentar lagi aku akan menyelamatkan dirimu dari gadis licik itu"
Wanita itu tersenyum seperti orang gila dan memesan minuman lagi dan terus tersenyum seperti orang gila.
Indonesia
Dua orang gadis yang sedang duduk di sebuah cafe yang baru saja didirikan oleh Auris, dengan tema minimalis dan nuansa yang klasik,Auris bahkan meletakkan piano di sudut cafe para pengunjung boleh memainkan piano itu.
"Sudah lama kita tidak bertemu seperti ini!"kata Zahra meminum kopinya
"Iya sudah lama kita tidak bertemu, terakhir kali kita bertemu ketika pernikahan Katya"kata Auris
"Aku minta maaf untuk waktu itu!
"Tidak apa-apa!aku sudah memaafkan dirimu,kau tau aku sangat ingin kita bertiga bisa seperti dulu!"
"Aku juga mengingatkan hal itu,aku ingin kita bertiga bisa menghabiskan waktu bersama"
"Apa kau tau bahwa Katya telah pergi?"
"Iya aku tau,aku mengetahui itu dari Cherry"
Ketika mendengar nama Cherry,Auris merasa tidak nyaman dengan hal itu dan Zahra mengetahui bahwa Auris tidak nyaman dengan itu
"Aku penasaran apa yang terjadi antara kau dan Cherry dulu?"
"Aku tidak bisa memberitahu dirimu sekarang,jika kau begitu penasaran kenapa kau tidak menanyakan langsung kepada Cherry?"
"Aku sudah mendengar cerita tentang kalian dari Cherry,tapi aku juga ingin mendengar dari sisimu Auris!"
"Aku tidak bisa memberitahu mu,maaf!"
"It's okay!Apa kau masih ingat waktu kita pertama kali bertemu?"
"Aku masih ingat!pertama kali kita bertemu,Auris kau begitu culun!"
"Tidak usah mengingat hal itu!masih mending gue daripada Lo gaya Lo seperti tante-tante,bibir Lo macam pingin kenak tabok dan dempul Lo dulu tebal betul"
"Itukan waktu jaman gue masih jadi cabe-cabean sebelum gue ketemu sama Lo dan Katya"
"Tapi tetap aja gaya Lo macam tante-tante menor yang mangkal di pinggir jalan"
"Auris Lo begitu nyebelin..!"
Zahra menahan malu ketika Auris menceritakan pertemuan mereka dan Auris cuma tertawa mengejek Zahra