
Setelah menghabiskan 16 jam perjalanan, akhirnya mereka tiba di Inggris,dan juga telah sampai ke mansion Katya,dan disambut oleh beberapa pengawal yang ada di mansion itu.
"Sudah lama aku tidak datang kesini"kata Katya mendorong kursi roda Aksa
"Aku tidak tau bahwa kau juga memiliki mansion disini karena ku pikir lebih baik kita menginap di hotel sebelum aku mendapatkan rumah untuk ditempati oleh kita"kata Aksa
"Setelah menikah kedua orang tuaku tinggal di Inggris dan di negara ini mereka memulai semuanya dari awal"kata Katya dengan memasang raut wajah sedihnya
"Aku sudah mengetahui tentang itu,lebih baik kita beristirahat dan tidak usah memikirkan kembali masa lalu"kata Aksa
Ketika mereka masuk kedalam mansion,Bu Wati sudah menunggu kedatangan mereka.
"Sayang.... kapan kau tiba?"tanya Bu Wati basa-basi
"Baru saja"kata Katya memeluk Bu Wati
"Hi...ini pertama kalinya kita bertemu,aku ibu asuhnya Katya dan kevin"kata Bu Wati
"Iya ini pertama kalinya aku bertemu dengan dirimu,dirimu mungkin sudah mengetahui tentang diriku"kata Aksa
"Lebih baik kalian beristirahat!aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian berdua,mari ikut aku!"kata Bu Wati
Mereka mengikuti bu Wati dan mereka sampai,Bu Wati pergi dari situ.Mereka masuk kedalam dan betapa bagusnya kamar untuk mereka berdua.
Katya memapah Aksa ke tempat tidur dan Aksa berbaring disana
"Terimakasih!"kata Aksa
"Hem....Dirimu pasti lelah, tidurlah!"kata Katya
Katya pergi tapi Aksa memegang tangannya dan menariknya ke dalam pangkuannya dan juga memeluk tubuh katya
"Terimakasih telah melakukan hal ini!kau adalah gadis yang terbaik dalam hidupku"kata Aksa terdengar seperti bisikan di telinga Katya tapi dengan suara yang sedikit berat
Katya mendengar itu merasa suara Aksa begitu seksi dan merasa pipinya seperti kepiting rebus yang siap disantap.
"Honey....ini sangat nyaman!aku ingin terus merasakan ini!"kata Katya merasakan pelukan Aksa
"Kau bisa merasakannya karena dirimu akan selalu ada disisi ku,aku tidak ingin adak pengganggu dalam kehidupan kita ini because you are mine forever!"kata Aksa
Katya merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dan merasa senang dengan perkataan Aksa.
Indonesia
5 orang pria tampan yang sedang meminum minuman mereka dan terus berkutat dalam pemikiran mereka masing-masing
"Kenapa Katya pergi tanpa memberitahu gue?"Kata Reyhan
"Ngapain dia ngasih tau Lo,gue aja enggak dikasih tau sama mereka,emang hubungan Lo dengan katya itu dekat?sampai Katya harus kasih tau Lo!"kata Jordan
"Gue aja ditinggal sama pak bos,pak bos jahat ninggalin gue!masa dia cuma kirim pesan ke gue untuk mengurus masalah perusahaan disini!"kata Rafael
"Aksa pergi juga karena itu emang udah keputusan yang dirinya ambil,buat apa mikirin hal itu?kita cuma berdoa semoga mereka bahagia"kata Rayen
"Gue berharap Katya dan Aksa segera bercerai!agar gue bisa menikahi Katya"kata Reyhan
"Bukan teman gue ni!doa Lo itu emang gak ada yang lain apa?sampai harus doain orang agar cepat cerai,emang kalau mereka cerai Katya emang mau nikah sama Lo?"kata Rafael
"Reyhan sadar cewek di dunia ini bukan cuma Katya doang!Lo masa mau nikung sepupu Lo sendiri,kan enggak lucu kalau ada drama azab seperti ini 'sepupuku merebut istriku' "kata Rayen
"Rayen Lo enggak usah bikin lawak,orang udah serius Lo malah bercanda"kata Jordan
"Woi...Loren Lo kenapa?"tanya Rafael
Loren terus diam dan tidak mendengarkan panggilan temannya,Jordan iseng dia melemparkan air ke wajah Loren,Loren sadar dari lamunannya.
"Kenapa Lo ngelempari air ke muka gue?"kata Loren
"Soalnya lo dipanggil enggak yaut,Lo punya masalah sampai gaya Lo tadi macam orang gila dipinggir jalan"kata Jordan
"Diam Lo!gue stres nih,gue lagi kepikiran sama Yuri"kata Loren
"Emang sih Yuri kenapa?tuh anak baik-baik aja kan? perasaan kemarin gue telponan sama dia baik aja gitu!bahkan dia ajak gue buat kerjasama untuk ngehancurin hubungan Aksa dan Katya"kata Reyhan
"Bukan teman gue!Lo udah dinasehati pun enggak ngerti juga, Reyhan sadar Katya itu udah jadi istri Aksa dan begitu juga sebaliknya,kalau Lo emang cinta sama Katya biarkan dia bahagia dengan Aksa! enggak lucu kan kalau ada drama azab baru macam ni 'sepupu perempuanku bekerjasama dengan sepupu laki-laki suamiku untuk menghancurkan hubungan pernikahan kami' "kata Rafael
"Terserah gue!gue cintanya sama Katya,gue pikir Katya enggak cinta sama Aksa! karena gue lebih sempurna dari Aksa"kata Reyhan dengan percaya diri
Jordan ingin meninju Reyhan tapi langsung ditahan oleh Loren
"Reyhan hentikan kegilaan dan obsesi Lo terhadap Katya!mau Lo berusaha keras menghancurkan hubungan mereka itu tidak akan pernah bisa! karena Katya sudah menyerahkan kehormatannya terhadap Aksa"kata Jordan dengan suara yang begitu tegas
"Lo bohong kan?Katya tidak akan berbuat sejauh itu dengan menyerahkan kehormatannya"teriak Reyhan
"Gue ngelihat dengan mata kepala gue sendiri!"kata Jordan
Reyhan membanting meja dan pergi keluar dari ruangan itu dan berkata
"Gue akan ngerebut Katya dari Aksa bagaimanapun caranya"kata Reyhan dengan tatapan yang tajam
Semua orang diruangan itu terdiam untuk sesaat dan melihat kearah Jordan yang masih dalam keadaan marah
"Jordan Henderson Wijaya!gue tanya sama Lo,yang Lo katakan tadi itu semua benar atau tidak?"tanya Loren
"Gue enggak tau!"kata Jordan dengan santai
Mereka semua ingin memukul wajah Jordan dengan sepatu mereka, bagaimana bisa dia berkata bahwa dia tidak tau tentang hal itu.
"Kenapa Lo katakan itu tadi didepan Reyhan kalau diri Lo enggak tau?kalau mereka sudah melakukan itu"kata Rafael
"Gue tahu dari Cherry!dia yang bilang sama gue,dia ngelihat Katya berada diatas Aksa sambil membuka kancing baju Aksa"kata Jordan
Mereka semua menepuk jidat mereka masing-masing karena mendengar perkataan Jordan
"Jordan kenapa Lo malah dengarkan perkataan tuh bocah?"tanya Rayen
"Tapi itu lebih baik dikatakan sebelum Reyhan menjadi gila"kata Loren
Rayen teringat satu hal dan memberitahu teman-temannya
"Lo semua masih ingat enggak sama anak perempuan kecil yang pernah ngejar-ngejar Aksa dulu?"tanya Rayen
"Masih.."kata Rafael
"Enggak..."kata Jordan dan Loren bersama
"Enggak penting Lo semua ingat atau enggak,Lo semua tau enggak siapa anak perempuan itu?"tanya Rayen
"Enggak penting"ucap mereka bertiga
Rayen memilih diam karena mendapatkan jawaban dari temannya yang tidak tertarik dengan ceritanya