Love By Accident

Love By Accident
Kejar



Leon merasa ada sesuatu yang menggangu tidurnya dan begitu malasnya dia membuka matanya dan memeriksa apa yang terjadi,Leon melihat wajah Aksa yang sedang kesakitan langsung menanyai Aksa


"Kakak...!kau baik-baik aja kan?"


"Tidak usah khawatir!"


"Aku akan memanggil Katya!"


Leon bangkit tapi Aksa langsung menahan Leon dengan memegang tangannya


"Jangan....! biarkan dia tidur dan jangan membangunkan dirinya!"


"Tapi....!"


"Lihat rasa sakit ini sudah menghilang jadi kau tidak perlu khawatirkan diriku"


"Apa kau sering mengalami ini?"


"Iya sangat sering!Katya selalu terbangun ketika aku mengalami spasme,maaf aku juga mengganggu tidur mu"


"Tidak apa-apa....! aku akan mengambilkan air hangat untuk mu!"


Leon keluar dari kamar dan pergi menuju dapur untuk mengambil air tapi dia begitu terkejut ketika melihat ada perempuan yang berambut panjang di dapur tapi dia tidak bisa melihat karena gelap dan juga anak kecil


"Ada kuntilanak sama tuyul tolong....!"


Leon lari dari dapur dan dia juga mendengar perempuan itu memanggilnya


"Leon.....!"


Leon tidak menoleh ke belakang dia terus berlari dan masuk kedalam kamar dan langsung memeluk Aksa


"Leon kau kenapa?"


"Kakak ada hantu di dapur dan mereka juga mengejar ku"


"Leon kau ngaco mana ada hantu!"


"Kakak aku tidak bohong aku ngelihat kuntilanak sama tuyul di dapur"


"Leon mereka itu cuma ada di Indonesia tidak mungkin ada di sini!"


Ada yang berdiri di depan pintu karena Leon tidak mengunci pintu tadi dan dapat dilihat mereka sedang berdiri di depan pintu dan mereka mendekat dan menyerang Leon


"Kakak sialan....kau pikir aku kuntilanak!"


"Kau kira aku tuyul!"


Mereka memukul Leon dengan bantal dan Aksa menghidupkan lampu di samping tempat tidur dan melihat siapa yang sedang berada di kamarnya


"Kakak...! kuntilanak sama tuyul menyamar jadi Katya dan Kevin!"


"Leon mereka berdua emang asli bukan hantu!"


"Kakak sialan......!"


"Lebay tau! kakak kan cowok masa Lo penakut sih!"


"Kak Leon emang penakut huh.....!"


"Sudah berhenti meledek dirinya lihat pipinya sudah merah! kalian ngapain di dapur malam-malam begini?"


"Kami ingin membuat mie karena kami sedang lapar dan tidak jadi ketika kak Leon berteriak mengira kami hantu"


"Kalian emang seperti hantu dan kenapa kalian gak menghidupkan lampu?"


"Kami sedang mencari saklar lampu dan kau yang mengejutkan kami dan asal kakak tau kami kira kau itu pocong!"


"Adik sialan.....!"


Leon melemparkan bantal ke arah Katya dan Kevin dan berhasil ditangkap dan terjadilah aksi kejar-kejaran antara mereka bertiga dan ada seseorang yang hadir


"Ada ribut apa ini?"


"Ibu....! Katya sama Kevin memukul ku!"


"Kak Leon yang memulai Bu...masa dia ngatain aku tuyul padahal kan aku imut!"


"Imut darimana?yang ada ingin muntah ngeliat Kevin!"


Kevin mengerucut bibirnya dan Leon masih terus memeluk Bu Wati dan Bu Wati cuma bisa menggelengkan kepalanya


"Sudah kalian pergi tidur sana!"


Katya dan Kevin pergi keluar dari kamar tapi Bu Wati bingung melihat Katya keluar dan Aksa tidur di kamar Leon


"Katya...! kenapa kau tidak tidur bersama Aksa?apa kalian sedang bertengkar?"


"Kak Leon yang nyuruh Bu,dia ingin tidur sama mas Vino jadi malam ini aku tidur sama Kevin!"


"Leon.... Kenapa kau ingin tidur dengan Aksa?"


"Karena aku ingin menghabiskan malam dengan kak Aksa!"


"Terserah kalian saja!"


Mereka kembali tidur dan tertinggal Aksa dan Leon yang sudah masuk ke dalam mimpi mereka


Indonesia


Reyhan yang sedang memandangi foto seorang anak kecil dan terus tersenyum melihat foto itu


"Kau masih tetap sama Katya seperti kau kecil, tapi kenapa kau malah lebih memilih Aksa ketimbang diriku!Apa kau tidak ingat aku Katya?orang yang selalu menerima minuman yang kau belikan untuk Aksa!"


Pria itu terus membolak-balik halaman album dan melihat setiap foto yang ada


"Aku begitu senang ketika aku bertemu dengan dirimu lagi Katya dan aku tidak perlu repot mencari dirimu karena Zahra yang membawa dirimu terhadap diriku,Katya aku akan merebut dirimu dari Aksa dan selamanya kau harus menjadi milikku!"


Reyhan mengucapkan itu dengan yakin dan mata yang begitu tajam