
Sudah 7 bulan Katya dan Aksa menetap di Inggris,Katya memulai kuliahnya disalah satu universitas yang paling terkenal disana,dan Aksa juga mulai menjalankan bisnis yang telah direncanakan.
Tidak mudah bagi Aksa melakukannya karena dia sekarang begitu mudah lelah tapi terkadang Katya yang membantu Aksa menyelesaikan semua pekerjaan Aksa,Katya juga yang mencari investor untuk berkerja sama dengan mereka dengan Katya memanfaatkan nama keluarga Wilson dan beberapa koneksi yang dimilikinya.
Aksa merasa senang dengan apa yang dilakukan katya karena memudahkan pekerjaannya,dan kehidupan rumah tangga mereka juga diwarnai sedikit pertengkaran dan yang selalu meminta maaf adalah Katya karena Katya tidak tahan dengan mendiami Aksa begitu lama
Disinilah mereka sekarang sedang mendengarkan permainan piano Kevin yang begitu indah,dia memainkan karya Mozart 'Piano Concerto No. 21 in C MajorĀ atau Elvira Madigan'
Mereka menikmati permainan itu dan Aksa memeluk tubuh katya,Kevin melihat kelakuan Aksa cuma bisa memutar malas bola matanya karena dia selalu begitu kesal melihat keromantisan mereka berdua.
Permainan selesai dan mereka berdua masih tenggelam dalam keromantisan mereka berdua dan Kevin membuat suara yang begitu menyakiti telinga agar mereka berdua kembali ke dunia nyata.
"Kevin....!kenapa kau membuat suara seperti itu? telinga ku begitu sakit mendengar suara yang kau buat"teriak Aksa
"Biar kalian berdua sadar kalau dunia bukan cuma milik kalian berdua!"Ucap Kevin dengan nada ketus
"Apa kau cemburu melihat keromantisan aku dengan kakak mu?"kata Aksa menggoda Kevin
Mendengar itu membuat wajah Kevin merah dan menahan kesal terhadap kakak iparnya yang tersayang.
"Aku tidak cemburu!"
"Wajahmu menjawab begitu jujur kalau dirimu sedang cemburu"ucap Aksa meledek Kevin
"Enggak karena cuaca begitu panas makanya wajahku memerah!"Elak Kevin
"Kurasa tidak,kau cemburu bukan?"Aksa terus menggoda Kevin
Kevin pergi dari sana sebelum wajahnya makin memerah karena menahan kekesalannya terhadap mereka berdua,Aksa dan Katya cuma tertawa melihat tingkah Kevin
"Apa kau begitu senang karena telah mengerjainya?"
"Yes i'm so glad!"
Katya cuma menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Aksa dan terus duduk dipangkuan Aksa tapi dia merasakan sesuatu yang membasahi roknya.
Katya bangkit dari pangkuan Aksa dan memeriksa apa yang telah membasahi roknya tapi Katya begitu kaget saat mengetahui penyebab roknya basah tapi dia tidak berani memberitahu Aksa.
"Mas...ada yang bocor di celanamu!"
Aksa memeriksa celananya dan begitu kaget melihat celananya basah dan mengerti apa yang dimaksud Katya,dia baru saja mengompol dan betapa memalukan hal ini.
"Ayuk...! biar aku membersihkan dirimu!"
Katya mendorong kursi roda Aksa dan menuju ke kamar mereka dan Katya langsung membuka celana Aksa dan begitu juga baju yang dipakainya.
Katya membersihkan Aksa tapi Aksa terdiam dan tidak ada semangat, Setelah membersihkan Aksa Katya memakaikan pakaian pada Aksa.
Aksa masih diam dan tidak membuka suara, Katya mengerti dan memberikan waktu terhadap dirinya,Katya berdiri di samping Aksa dan memeluk tubuhnya dari belakang.
Katya tau sewaktu hal ini akan terjadi dan dia sudah menyiapkannya,Katya tau tingkat injury yang dialami sangat parah
Tapi tidak lama setelah itu Aksa mengompol lagi dan lagi dan Katya pergi ke suatu tempat dan mengambil sesuatu dan dia terpaksa memakaikan diaper pada Aksa tapi dirinya tidak terima.
"Aku tidak mau memakai benda sialan itu!"
"Kau harus memakai ini karena aku tidak mungkin bisa terus membersihkan dirimu dan aku juga lelah kalau harus bolak-balik mengganti celana mu!jika kau tidak ingin seperti ini ayuk rehabilitasi aku yakin dirimu akan bisa mengontrol tubuhmu!"
Mendengar perkataan Katya dengan nada yang begitu tinggi,Aksa cuma pasrah membiarkan Katya memakaikan diaper pada dirinya,dia hampir menangis ketika benda itu terpasang.
"Maaf...!"
"Kau tidak salah,dirimu pasti lelah karena telah merawat diriku dan maaf kalau aku menjadi suami yang begitu tidak berguna!"
"Bukan seperti itu!aku sangat beruntung memiliki dirimu,kumohon jangan katakan seperti itu hiks....hiks..."
Katya memeluk tubuh Aksa dan menangis di bahunya,Aksa juga ingin menangis tapi dia menahannya tapi tiba-tiba Aksa mengalami kesulitan bernapas,Katya begitu kaget dan tidak tau harus berbuat apa-apa
Hahhh......hahhhhh....
"Leon........Leon........."
Leon mendengar teriakkan Katya dan segera menuju tempat dimana teriakan itu berasal
"Katya....!apa yang terjadi?"
"Cepat bawa Mas Aksa!"
Leon melihat Aksa mengalami kesulitan bernafas langsung segera menggendong Aksa ala bridal style
Katya menyiapkan mobil dan menyuruh Leon yang menyetir,Katya mencoba memberi napas buatan tapi tidak ada gunanya.
Leon mengendarai dengan kecepatan tinggi dan mereka telah tiba di rumah sakit dan segera memanggil dokter
"Doctor......!doctor....."
Leon berteriak dengan begitu keras dan para perawat dan dokter segera membawa Aksa ke UGD
"Katya....what happen?"
"I don't know,aku terkejut tiba-tiba melihat mas Vino seperti itu"
"Dia itu cuma sesak nafas,kau bisa menangani itu Katya bukannya papa sudah mengajari mu!"
"Aku kaget jadi aku tidak tau harus berbuat apa-apa!"
"Tenangkan dirimu!"
Leon membawa Katya kedalam pelukannya dan menenangkan Katya sampai dokter keluar dari UGD
"Doctor...!how is my husband?"
"Everything is fine! You don't have to worry about his condition but try not to stress him, he'll be moved to the infirmary you can see him,i'll go miss Katya and Mr Leon(semuanya baik-baik saja!kalian tidak usah khawatir kondisinya baik tapi usahakan agar dia tidak stres,dia akan dipindahkan keruang rawat kalian bisa melihat dirinya,saya permisi nona Katya dan tuan Leon)"
"Thanks doctor..!"ucap Leon
Aksa sudah dipindahkan keruang rawat dan pakaiannya sudah digantikan dengan pakaian rumah sakit,Katya dapat melihat Aksa juga dipasang kateter untuk membantunya membuang air seni menggantikan diaper yang dikenakan oleh Aksa tadi dan masker oksigen yang berada di hidungnya.
Katya mengelus kepala Aksa dan mencium keningnya dan berbisik di telinganya
"I'm here honey!please don't get sick anymore!"
**Maaf kalau ceritanya agak sedikit membuat readers kecewa tapi ini faktanya bahwa pasien sci akan mengalami hal yang sama seperti Aksa tadi, mereka sudah tidak bisa lagi mengontrol buang air kecil atau besar itupun juga harus dibantu dengan menggunakan obat pencahar.Tapi,tidak semua juga mengalami hal yang sama tergantung tingkat injury mereka.
Don't forget to like and comment
See you**