Learn to Love You

Learn to Love You
Mommy Rosa Kembali Menerima Ace



5 menit berlalu, Andrew terdiam mendengar apa yang sudah Alena bisikkan padanya. Entah mengapa, Andrew malah sedikit meragukan rencana Alena.


Apakah ini akan berhasil atau tidak? Yang terpenting bagi Andrew saat ini ialah keadaan Fayra. Dia tidak mau sampai Alena nelat untuk menyakitinya.


"Bagaimana? Deal?" ucap Alena mengulurkan tangannya.


"Deal." sahut Andrew, membalas uluran tangan Alena.


"Woke, gua minta nomor lu. Nanti selebihnya kita bicarakan lewat ponsel." jawab Alena.


Andrew segera mengeluarkan ponselnya, membuka kodenya dan menunjukkan nomornya. Tanpa berlama-lama lagi, Alena langsung mencatatnya penu kehati-hatian.


Alena tidak mau sampai ada satu nomor Andrew yang salah, jadi sebelum dia kembali pulang. Alena segera mengecek dan memiscall Andrew lebih dulu.


Setelah semuanya beres, Alena pergi meninggalkan Andrew. Begitu pun Andrew yang sudah menaiki motornya ketika mobil Alena mulai menjauh.


Andrew pergi dalam keadaan hati yang begitu bahagia, karena impiannya untuk memiliki Fayra. Hanya tinggal beberapa langkah lagi. Sama halnya sama Alena, dia juga terlihat bahagia setelah Andrew mau bekerja sama dengannya.


...*...


...*...


Dirumah kediaman keluarga Rodriguez.


Ace yang baru sampai dirumah bergegas berlari masuk kedalam kamarnya untuk bersih-bersih, lantaran badannya sudah sangat bau dan juga lengket.


"Ada apa dengan, Ace?" tanya Mommy Rosa, ketika melihat anaknya langsung berlari kearah kamarnya.


"Kak Ace mau bersih-bersih, Mom. Soalnya tadi ada sedikit kecelakaan, karena---"


"Kecelakaan! Apa kamu baik-baik saja, hah? Bagian mana yang sakit? Coba Mommy lihat!"


Mommy Rosa langsung memotong ucapan Fayra, ketika mendengar kecelakaan membuatnya sangat panik. Lalu berdiri untuk mengecek tubuh Fayra sambil memutar-mutarkan secara perlahan.


Terlihat jelas jika Mommy Rosa seperti memiliki trauma akibat beberapa hari lalu menantunya sempat koma, hanya karena ulah anaknya.


"Sudah Mommy bilang kan, kamu itu berangkat dan pulang gunakan supir pribadi saja. Jangan ikut bersama anak nakal itu! Lihat lenganmu sampai lecet kaya gini kan,"


"Dan ini, bau busuk apa yang ada ditubuhmu? Tapi tunggu, sepertinya aku kenal bau ini. Kalu tidak salah ini semua bau saluran, 'kan? Atau jangan-jangan---"


"Mommy tenang dulu, ini bukan salah Kak Ace kok. Lebih baik, sekarang Mommy duduk dulu. Fayra mau bersih-bersih sebentar, baru nanti akan Fayra menceritakan semua yang sudah terjadi hari ini."


Fayra membawa Mommy Rosa duduk di sofa panjang sambil tersenyum, setelah Mommy Rosa terduduk. Fayra kembali berjalan kearah tangga untuk mencapai kamarnya dilantai 2.


"Mommy tunggu di sini, jangan lama-lama Sayang. Cepat turun dan katakan apa yang sudah terjadi! Mommy sudah sangat penasaran." teriak Mommy Rosa.


"Ya, Mom. Sebentar!" teriak Fayra, sambil menutup pintu kamarnya.


Selang 15 menit kemudian, Fayra turun dari kamrnya dalam keadaan tubuh yang sudah kembali harum. Sedangkan Ace, dia masih berendam di dalam bathtub karena tubuhnya terasa gatal dan juga masih sedikit bau.


Ace yang sudah sangat kesal dan juga marah hanya bisa mendumel didalam kamar mandi sambil memukul-mukul air hingga menyiprat kearah wajahnya.


"Gimana, Sayang? Coba ceritakan secara rinci, apa yang sudah terjadi dengan kalian?" tanya Mommy Rosa, dipenuhi kepanikan yang luar biasa.


"Tenang, Mom, tenang. Fayra tidak apa-apa, kok. Malahan Fayra senang hihi ...." sahut Fayra cengengesan sambil duduk disamping Mommy Rosa.


"Astaga, ini anak malah ketawa! Udah tapi Mommynya lagi panik, dia malah terlihat bahagia." ucap Mommy Rosa, sedikit kesal.


"Hehe, ma-maaf Mom. Habisnya gimana, pokoknya Fayra seneng banget. Jadi ceritanya beg---"


"Tunggu dulu, sebelum kamu cerita Mommy mau ambilkan kotak P3K. Lukamu harus segera diobatin!"


"Astaga, Mommy! Fayra kan mau cerita, lagian ngobatinnya nanti juga bisa! Bukannya tadi Mommy antusias mau mendengarnya, tapi kenapa sekarang malah pergi!" pekik Fayra.


"Enggak usah bawel! Itu lukamu jauh lebih penting dari ceritamu, paham!" sahut Mommy Rosa, menatap tajam kearah Fayra.


"Nj*ir! Mommy kalau lagi serius begini ternyata lebih galak dari Amma, hihi ...." guma batin Fayra.


Mommy Rosa sudah mendapatkan apa yang dia cari, kemudian kembali duduk disamping Fayra sambil mengobati lengannya yang tergores akibat pembatas beton yang ada diatas rooftop.


"Nah, kalau sekarang kamu sudah boleh cerita sambil Mommy obatin lukamu ini." ucap Mommy Rosa, sambil menekuk tangan Fayra dan menotolnya dengan obat alkohol untuk membersihkan lukanya.


Perlahan Fayra mulai menceritakan, meski dia harus sambil meringis kesakitan akibat lukanya terlalu perih. Sedangkan Mommy Rosa dia hanya sibuk mendengar cerita yang Fayra berikan.


Setelah selesai mengobati, Mommy Rosa terkejut ketika mendengar anaknya hampir saja kehilangan nyawanya. Hanya karena ingin membuktikan kepada Fayra jika dirinya sudah sangat mencintainya.


Sampai akhirnya cerita usai, Mommy Rosa masih tidak percaya jika anaknya bisa melakukan pengorbanan sebesar itu.


Dari sini hati Mommy Rosa langsung tersentuh sambil menetesakan air matanya.


Disaat itu pula Ace baru menurunin anakkan tangga. Kemudian tanpa disengaja dia mendengar suara isak tangis dari Mommy Rosa.


Tanpa pikir panjang Ace segera berlari, lalu duduk di samping kanan Mommynya dengan tatapan khawatir.


"Mom, Mommy kenapa nangis? Ada apa, Mom. Katakan! Ace tidak suka melihat air mata, jadi stop untuk menangis dan katakan ada apa semua ini!"


Ace berbicara sedikit tegas dan juga terkejut, lantaran tiba-tiba Mommynya menangis sambil memeluk Ace untuk yang pertama kalinya setelah Mommy Rosa kecewa terhadapnya.


"Hiks, Ace ma-maafkan Mommy, Nak. Maafkan Mommy, hiks ... Mommy senang, sekarang hubungan kamu dan istrimu sudah mulai membaik. Bahkan kalian sudah saling mencintai satu sama lain,"


"Mommy pesan sama kamu. Tolong jaga istrimu, jangan pernah kamu kembali menyakitinya atau kamu akan merasakan apa arti kehilangan,"


"Dan disaat itu pula, Mommy atau Daddy sudah tidak akan bisa lagi melakukan apa pun untuk membantumu kembali kepada Fayra."


Mommy Rosa sesegukan berbicara didalam dekapan putra kesayangannya, sambil sesekali mencium pipinya. Ace yang mendengar Mommy sudah kembali menerimanya.


Kini, isak tangis Ace pecah begitu saja. Dia menangis karena telah menyadari jika Ace selama ini belum bisa membuat istri serta kedua orang tuanya merasakan kebahagiaan.


Fayra melihatnya adegan manis dihadapannya tak terasa tersenyum sambil meneteskan air matanya. Dimana Mommy Rosa melepakan pelukannya, dan merangkul Ace serta Fayra untuk memeluknya sesekali mencium kepalanya.


"Mommy sayang kalian berdua, Nak. Please, jangan buat Mommy kecewa lagi atas sikapmu Ace. Mommy tidak bisa membayangkan jika hubungan kalian akan berakhir hiks... " ucap Mommy Rosa.


"Sstt, Mommy jangan ngomong begitu. Ace dan Fayra tidak akan berpisah sampai kapan pun. Ingat itu!" tegas Ace disela-sela isak tangisnya.


"Apa yang dibilang Kak Ace, benar Mom. Fayra dan Kak Ace tidak akan berpisah. Jikalau pun berpisah itu berarti kami tidak berjodoh." sahut Fayra memeluk Mommy Rosa.


"Berjodoh atau pun tidak, kamu tetap akan menjadi milikku seutuhnya. Jika ada yang berani mengganggu bahkan menyentuhmu sedikit saja. Aku akan langsung menghabisinya." ancam Ace, matanya menyorot tajam.


Mommy Rosa dan Fayra tersenyum kecil menatap satu sama lain, mereka terlihat begitu bahagia ketika mendengar perkataan Ace.


Mereka tidak menyangka. Kalau Ace, seorang pria yang awalnya sangat membenci kehadiran Fayra didalam hidupnya, sekarang telah menjadi pria yang sangat melindunginya dan juga mencintainya.


Namun, apakah semuanya itu akan bertahan lama atau tidak? Maka ikuti terus kisah dua sejoli yang sedang belajar mengenal arti cinta sesungguhnya, ketika mereka harus menjalani bartera rumah tangga diusia dini.


Akan tetapi harapan Fayra begitu kuat. Bahwa suatu saat nanti ,apa yang sudah dia lewati bersama dengan Ace akan menjadi bekal untuknya dikemudian hari.


Ketika mereka kembali menghadapi permasalahan rumah tangga, maka tandanya mereka kembali digunjang oleh munculnya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menguji kekuatan cinta mereka berdua.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...