Learn to Love You

Learn to Love You
Part 26



Levin berjalan dengan sedikit terburu-buru untuk segera memberikan jus jambu buatannya kepada Alana.


Bugh!


Prang!


Gelas yang Levin bawa terjatuh dan pecah.


"Ma--maaf Tuan, saya tidak sengaja." Maid yang menabrak Levin tertunduk merasa bersalah.


"Tidak apa-apa oyah. Sekalian kau buatkan jus jambu yang baru dan bawa ke kamarku, ini juga jangan lupa kau bersihkan agar tidak ada yang terluka," ujar Levin.


"Baik, Tuan."


Levin segera menaiki anak tangga menuju kamar, dia harus mengganti pakaiannya karena basah tersiram jus jambu tadi.


Maid tadi tersenyum lega karena Alana tidak jadi meminum jus jambu, yang sudah diberikan racun oleh Almahira, sebenarnya dia sengaja menabrak Levin. Karena dia melihat bahwa Almahira menaruh sesuatu dalam minuman itu.


Dia juga adalah mata-mata yang dikirim oleh komandan Kim untuk mengawasi Alana.


"Ah, si4l! Gagal!" kesal Almahira saat melihat minuman yang sudah dia beri racun malah tumpah.


...----------------...


Ceklek!


Levin masuk ke dalam kamarnya, Alana masih setia berada di posisinya.


"Maaf sayang. Tadi, jus jambunya tumpah jadi aku meminta Maid untuk membuatkan yang baru," ujar Levin merasa kasian.


"Tidak apa-apa, ngomong-ngomong kenapa pakaianmu basah?"


"Terkena tumpahan jus jambu ...."


"Aku akan mengganti pakaianku dulu," lanjutnya.


"Baiklah."


Levin mengambil pakaian dari lemarinya. Dia masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya yang basah.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk!"


Maid tadi masuk dengan membawa jus jambu yang baru untuk Alana.


"Ini Nona. Tadi, tuan menyuruh saya untuk membuatkan anda jus jambu yang baru," jelasnya.


"Taruh saja di situ! Terima kasih."


"Saya permisi."


Maid tadi keluar dari kamar Alana.


"Levin!" panggil Alana.


"Ada apa, hmm?" Levin duduk di samping Alana.


"Minum!" Alana menyodorkan jus jamby tersebut kepada Levin.


"Tapi bukankah kau yang menginginkannya, lalu kenapa aku yang meminumnya?" bingung Levin.


"Aku tidak tahu, tapi aku ingin kau meminumnya."


"Alana---"


"Kau tidak mau?" Mata Alana mulai berkaca-kaca membuat Levin panik.


"I--iya, aku akan meminumnya." Levin mengambil gelas dari tangan Alana dan meminumnya hingga tandas, Alana tersenyum manis karena Levin menghabiskan jus jambu itu.


"Apa kau senang?" tanya Levin setelah meletakkan gelas kosong di atas nakas.


Alana mengangguk cepat, tiba-tiba saja dirinya memeluk Levin.


Levin sedikit terperanjat, tapi akhirnya dia membalas pelukan Alana.


"Kenapa kau tiba-tiba memelukku?"


"Sepertinya bayi dalam perutku yang menginginkannya," jawab Alan masih setia memeluk Levin.


Levin terkekeh kecil. "Bayi dalam perutmu atau kau yang ingin memelukku?"


"Keduanya," jawab Alana polos.


Levin hanya bisa tersenyum tipis, ini bagus untuk awal hubungan mereka. Agar bisa semakin dekat satu sama lain.


......................


"Rif, bersiaplah. Besok kau akan bertemu dengan Alan." ujar komandan Kim lewat sambungan telepon.


"Benarkah itu?"


"Tentu, aku sudah menyuruh orang suruhanku agar membuat Alana keluar dari rumah ... tapi mungkin Levin akan ikut, apa kau tidak masalah dengan itu?"


"Tentu saja tidak, aku hanya ingin bertemu dengan putriku saja ... aku benar-benar merindukannya."


"Bagus, besok kau harus datang kesebuah taman yang tidak jauh dari rumah Levin ... aku akan mengirimkan lokasinya."


"Tentu-tentu, terima kasih Kim. Akhirnya aku akan segera bertemu dengan putriku tersayang."


"Tidak masalah."


BERTEMBUNG..