
Fayra yang sudah tidak bisa mempercayai Andrew, segera memutuskan pertemanannya. Kali ini Fayra sudah tidak mau lagi mengenal atau pun melihat wajah Andrew didekatnya.
Namun, semua itu malah membuat Andrew menjadi kesal dan juga marah. Dia tetap memaksa Fayra untuk ikut bersamanya, membuat isak tangis Fayra mulai terdengar sangat pilu.
Beberapa menit yang lalu, pasca kejadian Nata didorong oleh Andrew. Ternyata Louis melihat adegan tersebut, dia segera meloncat dari motor sampai tidak memperdulikan keadaan motornya sendiri.
Louis berlari bagaikan angin, lalu menangkap tubuh Nata serta membawanya kedalam dekapan tubuhnya. Layaknya sepasang kekasih yang sedang berdansa.
"Kamu, gapapa?" tanya Louis dipenuhi kecemasan.
"Kak Louis?" gumam lirih, Nata. Matanya langsung bertemu dengan manik mata indah milik Louis.
Perlahan Louis membangunkan Nata agar kembali berdiri, tak lupa Nata mengucapkan terima kasih kepada Louis. Berkat pertolongan dari Louis, kepala Nata tidak sampai terbentur pembatas jalan.
Namun Nata yang mendengar isak tangis Fayra, baru saja mau mendekatinya cuman Louis langsung menahannya. Tangan Louis memegang tangan Nata, membuat Nada menoleh sangat cepat.
"Kamu diam disini, ini urusan aku dan sahabatku!" tegas Louis, segera bergegas mendekati Andrew.
Tak lama Ace yang melihat Fayra menangis ditarik oleh Andrew. Dia segera mendekati Louis yang saat ini sudah menghadap Andrew dan meminta Fayra untuk dilepaskan.
Sama halnya dengan Sheila, dia tidak gentar untuk melawan Andrew. Meskipun beberapa kali terjatuh. Sampai akhirnya tangan Andrew dicengkram keras oleh Ace.
"Ka-kak Ace? Kak, to-tolongin Fayra hiks ... Ta-tangan Fayra sa-sakit banget." keluh Fayra, ketika dia baru menyadari bahwa luka akibat goresan pembatas beton dirooftop berhasil dicengkram oleh Andrew.
"Lepasin tangan cewek gua, sekarang juga! Atau---"
"Atau apa, hahh? Lu lupa sama semua perjanjian kita waktu itu? Apa harus gua ingetin, supaya Fayra tahu?" potong, Andrew menatap tajam kearah Ace.
"Silakan! Cewek gua udah tahu semuanya, bahkan dia lebih memilih gua dari pada lu!"
"Jadi gua minta sekali lagi sama lu, lepasin tangan cewek gua. Sekarang!"
Suara bariton Ace keluar, hingga menusuk telinga semuanya sampai membuatnya bergidik ngeri. Bahkan hawa dingin mulai mencekram suasana didepan sekolah.
Bersamaan dengan itu, sorot mata Ace menatap tajam kearah Andrew. Dimana Andrew masih kekeh tidak mau melepaskan tangan Fayra.
"Gak usah mimpi! Lu itu udah kalah dari gua, jadi seharusnya Fayra milik gua. Bukan milik lu!" tegas Andrew.
"Alah, bac*ot!" pekik Ace begitu keras, sambil menginjak salah satu kaki Andrew serta menggeseknya.
"Arrgh ... Si*al! Lu bener-bener ya!" geram Andrew, melirik Ace sambil melompat-lompat memegangi kaki kirinya.
Fayra bergegas berhambur memeluk suaminya, akhirnya tumpahlah isak tangis Fayra yang dipenuhi oleh ketakutan didalam dirinya. Mendengar suara isak tangis istrinya membuat Ace semakin emosi.
Sedari tadi Ace telah berusaha menahan emosinya, sampai membuat kedua tangannya mengepal kuat. Tetapi, kali ini sudah tidak bisa lagi.
Tanpa aba-aba tangan kanan Ace melambung tinggi, kemudian mendarat tepat dipipi Andrew. Andrew pun yang belum siap menerimanya, langsung terjungkal jatuh diatas trotoar.
Andrew melirik tajam kearah Ace yang tersenyum miring, jari Andrew mengusap pelan cairan berwarna merah disudut bibirnya.
Andrew tersenyum melihat lukanya sendiri. Dia benar-benar tidak terima dengan semua hinaan ini. Kemudian Andrew bangkit, lalu berlari cepat dan membalas bogeman tersebut sangat kuat.
Awalnya Ace sudah bersiap untuk menerimanya, lantaran dia melihat gerak-gerik dari Andrew. Sayangnya, kesiapan Ace berhasil runtuh ketika Andrew membalas perbuatannya lebih dahsyat.
Ace terkungkur cukup jauh, menabrak salah satu pohon yang cukup lebat dengan ketinggian sekitar 1 meter lebih, dan berakhir dalam keadaan duduk dengan bokong dan juga tangannya yang berhasil masuk didalam saluran air atau got.
Suasana keadaan didepan pagar sekolah semakin ricuh, banyak siswa-siswi yang mengabadikan momen tersebut. Bahkan ada salah satu siswa bergegas mencari security yang tidak ada di tempatnya.
Semua sahabat Ace dan juga Fayra, selaku istrinya pun berteriak melihat keadaan Ace yang benar-benar menyedihkan. Belum lagi sudut bibirnya mengeluarkan cairan merah.
Jika dibilang kalah, ya memang saat ini kekuatan Ace kalah dengan Andrew. Mungkin Ace berpikir, bahwa dia hanya ingin memberikan sedikit pelajaran.
Namun, berkata ketidak keterimaan Andrew sama semua perlakuan Ace. Dia mengarahkan seluruh tenaganya untuk membalaskan dendamnya.
Disaat Nicho mau membalas perbuatan Andrew, tiba-tiba 2 security berhampur keluar dari dalam sekolah dan segera melerai mereka berdua.
Security terkejut melihat keadaan Ace yang sangat mengenaskan. Dimana Ace sudah berdiri dengan bantuan Fayra dan sahabatnya sendiri dalam keadaan kotor, bau dan sebagainya.
Berbeda sama Andrew hanya terluka dibagian sudut bibir. Akan tetapi, Andrew yang sudah tidak bisa lagi berkutik. Tanpa berkata apa pun, dia bergegas pergi meninggalkan sekolah SMA 01 Cempaka Putih begitu saja.
Fayra langsung menarik Ace memasuki sekolah kembali menuju kamar mandi, disana Fayra menerobos kamar mandi pria tanpa rasa malu sedikit pun.
Ace hanya bisa terdiam melihat Fayra langsung mengguyur tubuhnya untuk menghilangkan kotoran yang menempel.
Ya walaupun tidak bisa menghilangkan bau ditubuh Ace, setidaknya Ace bisa pulang dalam keadaan tubuh yang tidak berlumuran lumpur.
Sahabat Ace dan Fayra hanya bisa menunggu mereka dari luar kamar mandi, dimana Nicho langsung mengecek keadaan Sheila yang sedikit terluka akinat dorongan Andrew.
Setelah selesai Ace keluar dari kamar mandi bersama dengan Fayra, dalam kondisi setengah badannya basah kuyub.
Kemudian mereka pun bergegas pulang, dimana Sheila pulang bersama supirnya dan Nata pulang bersama Louis. Begitu pun Fayra yang pulang bersama suaminya sendiri. Lalu Eric dan Nicho pulang dalam keadaan sendirian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...