
Fayra tersenyum mengusap air mata suaminya. Sebelum pergi dari rooftop, Ace mengulurkan tangannya, kemudian disambut oleh istrinya penuh cinta.
Mereka pun bergegas meninggalkan tempat tersebut dalam keadaan tersenyum sambil berpegangan tangan, menuju kantin. Mereka yakin, pasti semua sahabatnya mengkhawatirkan keadaannya.
Sesampainya di kantin semua sahabat Fayra dan Ace tercenga, melongo bahkan tersendak saat melihat wajah Fayra sama Ace tersenyum sambil berpegangan tangan.
Uhukk ... Uhukk ...
Fa-fayra ...
Ka-kalian ?
A-apa maksudnya i-ini ?
Ja-jangan bilang kalian be-benaran ja-jadian ?
Gumam semuanya saling bersahutan satu sama lain, mereka benar-benar terkejut melihat ekspresi wajah Fayra dan Ace yang begitu bahagia.
"Kamu mau makan apa, Honey? Aku akan pesankan, jadi kamu tinggal duduk aja disini." ucap Ace, menyuruh Fayra duduk tepat di sebelah Sheila yang sedikit binging.
"Aku mau nasi goreng spesial yang pedes sama es jeruk ya, Bunny." ucap Fayra sambil duduk.
"Siap, Honey. Aku pesan dulu ya, dan kalian semua gua titip cewek gua. Awas kalau sampai kenapa-kenapa, nyawa kalian taruhannya!" ancam Ace, matanya menyorot tajam kearah semuanya.
Nicho sama Eric hanya bisa menunduk, kembali memakan makanannya. Mereka berdua memang terlihat begitu ketakutan, jika harus berhadapan dengan Ace.
Lain halnya sama Louis yang terlihat lebih tenang bagaikan air yang mengalir mengikuti arusnya.
"Raa, se-seriusan lu u-udah jadian sama Kak Ace?" tanya Arsyi, antusias sambil mendekati wajahnya.
Fayra hanya tersenyum, lalu mengangguk kecil menatap Arsyi yang saat ini sedang duduk tepat dihadapannya.
"Lebih tepatnya bukan jadian, sih. Melainkan menjadi seorang istri yang baru saja menerima pengakuan cinta dari suaminya hihi ...." gumam batin Fayra.
"Jadi serius, apa yang Kak Ace bilang kalau kalian udah jadian? Tapi, kenapa tadi kamu marah sama Kak Ace?" tanya Nata, diangguki oleh semuanya.
"Ya aku marah karena---"
"Honey, ini pesenannya." potong Ace, meletakan pesanan Fayra di hadapannya.
"Terima kasih, Bunny." ucap Fayra tersenyum menatapnya, lalu kembali menatap yang lain.
"Tadi sampai mana?" sambung Fayra, membuat Ace sedikit bingung menatapnya.
"Ya aku marah karena ...." sahut Arsyi dan Nata bersama, mengingat ucapan Fayra.
"Ohya aku marah sama Kak Ace karena aku enggak suka aja dia membawa-bawa status ekonomi. Sedangkan itu aja bukan milikku, jikalau pun milikku. Aku akan tetap menjadi wanita biasa yang tidak akan menyombongkan apa yang aku miliki."
Semua menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan dari Fayra, kemudian mereka meneruskan makan siangannya lantaran sebentar lagi jam istirahat akan habis.
Ada beberapa siswa-siswi yang merasa iri melihat kedekatan Ace dan Fayra. Sama halnya sahabat mereka, yang sedikit risih menatap kemesraan keduanya. Tetapi mereka juga senang, akhirnya penantian Fayra tidak menjadi sia-sia.
...*...
...*...
Didalam kelas, Alena terlihat begitu kesal ketika mendengar semua siswi selali membicarakan tentang kemesraan Ace dan juga Fayra yang sudah jadian.
Brak!
Alena menggebrak mejanya sambil berdiri, menoleh kearah pojok kiri menatap teman sekelasnya yang sedang bergosip.
Mereka semua cuman bisa menatap satu sama lain dengan tatapan remeh, terlihat jelas dari raut wajah Alena jika dia begitu panas saat mantan pacarnya sudah jadian bersama wanita lain.
"Kenapa? Panas ya, makannya jadi cewek itu jangan sombong. Jadi Kabur kan, cowoknya haha ...."
"Ya iyalah kabur, lagian ngapain juga bertahan sama cewek model ulet keket kaya dia. Mending sama Fayra, walau pun dia terlihat kaya anak kecil yang manja, tapi hatinya benar-benar lebih dewasa."
"Bener itu, gua juga rela jika Ace jadian sama Fayra.Ya walaupun hati gua sakit sih, cuman gapapa gua senang. Dari pada sama dia, gua enggak akan rela 7 turunan! Cih ...."
Semua teman sekelas Alena langsung bersahutan membela Fayra, sedangkan ucapan mereka mampu membuat api di dalam hati Alena mulai membara.
Alena yang tidak terima bergegas berjalan tergesa-gesa mendekati siswi tersebut bersama Violet dan juga Lydia.
Beberapa kali mereka cekcok beradu mulut, sampai akhirnya Alena memulai lebih dulu untuk menjenggut rambut salah satu teman sekelasnya. Hingga kelas menjadi heboh.
Banyak siswa mencoba melerai pertengkaran Alena, sampai seketika Ace dan sahabatnya masuk kedalam kelas.
Mereka langsung disuguhkan drama perkelahiran antara Alena dan yang lainnya, membuat mereka merasa bingung.
Salah satu siswa mencoba menjelaskan pada Nicho, saat dirinya mencari tahu akar permasalahan yang sudah terjadi.
Hanya dengan bentakan suara Ace, berhasil melerai pertengkaran Alena berakhir. Beberapa siswi menunduk tak berani menatap wajah Ace yang begitu datar.
Berbeda sama Alena yang malah menatap tajam kearah Ace penuh kebencian. Sedangkan kedua sahabat Alena, mereka menunduk saling melirik satu sama lain.
"Duduk lu semua! Ingat, ini kelas bukan ring! Jadi kalau lu pada mau jenggut-jenggutan mending buat ring sendiri, sekalian adu tinju biar lebih kerasa." pekik Ace, semuanya segera duduk ditempatnya masing-masing.
"Lu masih mau berdiri disitu atau duduk? Bentar lagi guru BK masuk, mau kasih pencerahan. Kalau lu mau berdiri disitu silakan,"
"Palingan kalau ditanya gua tinggal bilang aja. Siapa tahu Bokap lu bakalan malu, sudah menjadi donatur disekolah ini jika tahu anaknya selalu membuat onar disekolah!"
Perkataan Ace berhasil membuat Alena bergerak dari tempatnya, lalu menabrak lengan Ace cukup keras.
Violet dan Lydia berlari begitu saja. Ace hanya tersenyum miring, dan kembali duduk dikursinya. Begitu juga sahabatnya.
Benar saja, cuman berselang beberapa detik guru BK datang ke dalam kelas mereka karena ada sesuatu hal yang harus disampaikan.
Berbeda halnya dikelas Fayra, yang terlihat sedikit ricuh akibat beberapa siswi lainnya bersorak meledek Fayra yang hatinya sedang berbunga-bunga.
Malu? Ya, sangat malu. Baru kali ini banyak siswi mendukung dirinya untuk menjadi kekasih Ace, padahal yang Fayra tahu. Semua siswi sangat mengagumi sosok suaminya.
Namun, pada akhirnya mereka bisa menyetujui hubungan Fayra dan Ace berjalan lancar dari pada mereka harus menerima kenyataan bahwa Ace dan Alena menjadi sepasang kekasih yang sangat tidak cocok.
Rasanya saat ini Fayra seperti sedang berada diatas awan dan bernari senang bersama seorang pangeran, impiannya.
Bahkan ketika guru memasuki kelas pun Fayra masih melamun tak percaya, seakan-akan dia masih berada di dalam keadaan bermimpi setelah mengingat kejadian beberapa menit lalu bersama suaminya.
Beberapa kali Sheila menyenggol lengan Fayra, akibat guru memanggilnya sama sekali Fayra tidak menyahuti. Akhirnya suara lantang guru tersebut terdengar nyaring hingga menusuk telinga Fayra.
"I-iya, ada apa Bunny? Eh ...." Fayra segera menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.
Bersamaan dengan itu semua siswa siswi tertawa terbahak-bahak menyadari bahwa Fayra melamun hanya karena memikirkan tentang suaminya.
Fayra merasa malu dan menunduk ketika guru tersebut menggelengkan kepalanya.
Banyak siswi yang meledeknya, sampai membuat guru tersebut mengetahui hubungan kasmara Fayra dan juga Ace yang baru saja dimulai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...