Learn to Love You

Learn to Love You
Mengizinkan Ace



Satu sisi Tian terlihat tidak suka jika Fayra terluka, cuman disisi lainnya Tian terlihat semakin dekat dengan Chelsea.


Tapi, semua itu membuat mereka tidak mau ikut campur. Nicho dan Louis segera berpamitan karena hari sudah semakin gelap.


Apa lagi mereka harus mengantar 2 bidadari cantik yang saat ini ada disampingnya untuk kembali kerumahnya dengan selamat.


Setelah kepergian sahabat Ace dan juga Fayra, tak lama ketika Ace sedang duduk merenung. Ternyata kedua orang tua Ace keluar bersama kedua orang tua Fayra.


"Kak, kami pulang dulu ya. Besok kami akan ke sini lagi." ucap Mommy Rosa sambil memegang tangan Amma Trysta.


"Tidak perlu, kalian sudah terlihat sangat lelah. Jadi lebih baik dirumah saja, kalau ada kabar tentang Fayra. Aku akan segera menghubungi kalian." ucap Amma Trysta sambil tersenyum.


"Maaf ya Bang, aku tidak bisa berlama-lama disini. Soalnya besok pagi ada meeting penting dengan klien." ujar Daddy Gerry.


"Sudah, tidak apa-apa. Kalian pulanglah, nanti gampang bisa kesini lagi." jawab Appa Daniel dengan perasaan tenang, sedikit melirik kearah Ace yang sedang berdiri.


"Dad, Mom. Ace tidak ikut kalian pulang gapapa, kan?Ace masih mau disini nungguin Fayra,"


"Ohya, Dad. Beberapa hari ini Ace sudah tidak masuk sekolah, jadi Daddy tolong kasih alasan yang tepat agar Ace tidak disangka bolos sekolah."


Ace berbicara menatap kedua orang tuanya, dimana Mommy Rosa masih enggan untuk menatap wajah anaknya. Sedangkan Daddy Gerry hanya menganggukan kepalanya.


"Ya sudah, nanti aku bawakan pakaian ganti untukmu. Jangan lupa jaga kesehatan, jangan sampai kamu merepotkan mereka. Paham!" ucap Daddy Gerry.


"Biarkan saja kalau mereka menganggapmu bolos, bukannya itu bagusu? Jadi kamu tidak akan bisa lulus sekolah! Dan ingat, jangan pernah melangkah masuk kedalam menemui menantuku!" ucap tegas, Mommy Rosa.


"Ya sudah, Kak. Aku pamit." sambung Mommy Rosa, langsung memeluk Amma Trysta sekilas. Begitu juga dengan Daddy Gerry yang bersalaman pada Appa Daniel.


Mereka segera meninggalkan rumah sakit, kini hanya ada Ace dan kedua Fayra.


"Sebegitu bencinya Mommy sama Ace? Apa memang kesalahan Ace ini, merupakan kesalahan yang sangat fatal. Sehingga Mommy bersikap, seolah-olah Ace bukan anak Mommy." gumam batin Ace.


Ace menatap kepergian kedua orang tuanya yang semakin tidak terlihat. Lalu dia kembali duduk di kursi tunggu, sedangkan orang tua Fayra kembali ke ruang Fayra.


...*...


...*...


Didalam ruangan Fayra


Amma Trysta kembali duduk di kursi tunggal tepat disamping bangkar anak kesayangannya.


Amma Trysta tersenyum menatap wajah anaknya, lalu tangannya terangkat mengusap pipi anaknya, sesekali mencium tangannya.


"Trys, apa kamu masih menyimpan amarah pada menantu kita?" tanya Appa Daniel.


Amma Trysta menoleh, menatap suaminya sambil terus mengusap pipi anaknya. "Kenapa kamu nanya begitu, Dan?"


"Ya aku cuman mau memastikan saja." sahut Appa Daniel.


"Jika dibilang marah, ya aku pasti marah banget. Dibilang kecewa, ya aku memang sangat kecewa. Tapi, ketika melihat Ace seperti itu membuatku merasa sedikit kasihan,"


"Apa lagi selama Fayra dirawat, Ace sama sekali tidak pernah menemuinya. Aku bisa merasakan, bagaimana rasanya memendam rindu yang tidak bisa di salurkan. Cuman ...."


Amma Trysta menghentikan ucapannya, lalu dia meletakan kembali tangan anaknya dan berdiri mendekati suaminya.


"Cuman, apa?" ucap Appa Daniel saat istrinya sudah duduk di sampingnya.


"Kamu tahu kan, Rosa tidak mengizinkan anaknya untuk memasuki ruangan Fayra. Jadi, apa yang bisa kita lakukan agar Ace bertemu dengan Fayra?" sambung Amma Trysta.


Appa Daniel tersenyum, tangannya menggenggam kedua tangan istrinya. Amma Trysta yang melihat Appa Daniel bersikap manis, membuat hatinya kembali berdebar.


"Sayang, kamu tidak usah khawatir. Aku tahu Rosa melarang Ace untuk menemui Fayra, tapi kita kan orang tua Fayra. Jadi kita bisa mengizinkannya, tanpa sepengetahuan mereka,"


"Dengan begitu apa yang ada di dalam hati Ace bisa terungkap. Siapa tahu berkat kekuatan cinta mereka berdua, akhirnya Fayra kita bisa menemukan cahaya penerang, agar kembali bersama kita."


Appa Daniel mencoba membuat istrinya mengerti, supaya mereka bisa memberikan kesempatan kepada menantunya.


Ace memang melakukan kesalahan, tapi apa salahnya jika mereka mengalah. Karena dengan begitu mereka bisa melihat sejauh mana perjuangan Ace, merebut hati istrinya yang sudah dia kecewakan.


"Ya sudah, gimana kamu saja. Aku ikut, Dan. Yang penting aku enggak mau melihat anakku kembali disakiti oleh suaminya. Jika itu terjadi, kamu tahu kan apa yang bisa aku lakukan." ucap Amma Trysta.


"Iya, Sayang. Kita coba berikan kesempatan buat Ace, dari situ kita bisa melihat sejauh mana Ace mencintai istrinya." jawab Appa Daniel.


Amma Trysta mengangguk sambil tersenyum kecil, begitu juga Appa Daniel yang ikut tersenyum. Kemudian mencium tangan, kening dan juga memeluk istrinya sekilas.


Amma Trysta begitu bahagia ketika suaminya bersikap sangat manis padanya. Setelah itu Appa Daniel bangkit dari kursi, lalu pergi keluar ruangan Fayra.


...*...


...*...


Didepan ruangan Fayra


Ace duduk terdiam merenung. Dia bingung harus bagaimana lagi, membuktikan kepada semuanya jika dia sudah mencintai Fayra.


Bahkan semenjak Fayra masuk rumah sakit sampai detik ini pun, Ace belum bisa melihat keadaan istrinya didalam sana.


"Andai aku tidak melakukan hal bod*doh, mungkin saat ini Fayra akan baik-baik saja."


"Aku harus bagaimana, Ra. Agar aku bisa membuktikan pada semuanya, kalau aku itu sayang sama kamu. Aku pengen selalu ada disamping kamu, disaat seperti ini,"


"Namun, Mommy telah melarangku untuk mendekatimu. Sampai aku melanggar semua itu, kemungkinan besar aku tidak akan bisa menemui kembali hiks ...."


Ace menangis dalam dengan kondisi duduk membungkuk menatap kearah bawah sambil memegangi kepalanya.


Appa Daniel yang saat ini sedang menatap Ace, membuatnya sedikit tersenyum. Dia senang, bukan berarti dia sudah sepenuhnya percaya kepada menantunya.


Hanya saja dia senang, ketika menantunya telah menyadari betapa berharganya sosok Fayra didalam hidupnya.


Kemudian Appa Daniel melangkahkan kedua kakinya mendekati Ace, lalu duduk di sampingnya sambil merangkulnya.


Ace yang sangat terkejut, segera menatap Appa Daniel dengan air mata yang masih terus mengalir deras.


Ace tidak menyangka, lagi dan lagi Appa Daniel masih mau menatap serta merangkulnya. Berbeda sama yang lain.


Padahal yang lain malah menjauhinya, sampai Mommynya sendiri pun masih enggan untuk menatap anaknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Happy new years guys, semoga diawal tahun ini semua impian yang tertunda akan segera menjadi kenyataan 🥰😍...


...Author mau kasih sedikit wejangan nih 🤣...


...Jika hari ini episode yang author up tiap bab tembus 100 like dan 25 komen, insyaallah author akan crazy up 1 hari full buat kalian 😍...


...Jangan lupa vote dan hadiahnya ya 🙈...


...Terima kasih ... 🙏🏻🥳...