Learn to Love You

Learn to Love You
Part 15



"Komandan!"


Komandan Kim berbalik. "Ada apa?"


"Ada yang ingin aku tanyakan," ujar orang tersebut.


"Baik, apa itu?"


"Di mana Alana?"


"Kenapa kau mencarinya?"


"Aku, Aku hanya ingin bertanya saja, karena saat aku datang ke rumahnya dia tidak ada."


"Untuk apa kau masih mencarinya?"


"Tolong katakan saja di mana Alan? Aku yakin Alana pasti datang ke sini."


"Alana sudah pergi ke tempat yang seharusnya."


"Ke mana?"


"Untuk apa kau tau, kau sudah menghianatinya Devano."


Iya, orang yang mencari Alana adalah Devano.


"Komandan---"


"Sudah, lebih baik kau pergi!"


"Tidak, sebelum aku tahu di mana Alana aku tidak akan pergi."


"Percuma kau tidak akan bisa bersama Alana, sudah lebih baik jangan ganggu dia! Jangan membuatnya kecewa. Aku melakukan ini semua demi kebahagiaan Alana jadi tolong kau jangan cari dia!"


Setelah itu komandan Kim pergi meninggalkan Devano yang masih bertanya-tanya di mana Alana berada sekarang.


"Komandan!" panggil asistennya.


"Hmmm?"


"Kenapa komandan tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Devano?"


"Kalau aku mengatakan di mana Alana. Rencana yang sudah kita susun serapi mungkin akan gagal, biarlah Alana berada di sana bersama orang yang tepat."


"Maksud komandan?"


"Aku sengaja membohongi Alana, aku mengatakan Devano dalam bahaya dan dia berada di kandang mafia. Ya itu Levin, tapi sebenarnya Devano tidak pernah pergi menjalankan misi untuk membongkar bisnis gelap Levin, Levin orang baik dia tidak memiliki bisnis gelap."


"Lalu kenapa komandan mengatakan kalo Levin ...."


"Aku melakukan itu untuk kebaikan Alana, agar ketika dia tahu yang sebenarnya tentang Devano. Dia tidak akan terluka begitu dalam."


"Apa yang dilakukan Devano yang membuat komandan mengirim Alana kepada Levin?"


"Aku tahu Alana sekarang sudah menikah dengan Levin dan dia berpikir dirinya telah menghianati cinta Levin. Padahal Devano yang telah lebih dulu menghianati Alana dengan menikah dengan orang lain."


"Apa, jadi Devano telah menikah diam-diam dengan orang lain?"


"Itu yang membuatku mengirim Alana ke kehidupan Levin. Agar dia bisa menemukan cinta yang tulus dan disaat dia tahu yang sebenarnya tentang Devano dia tidak akan terlalu terluka karena di hatinya sudah ada cinta Levin, Aku mengenal Levin. Dia orang yang sangat baik, aku tahu Alana aman bersamanya."


"Tapi sampai kapan kita menyembunyikan hal sebesar ini dari Alana?"


Dulu ketika Devano pamit untuk menjalankan misi. Dia sebenarnya ingin menikah dengan orang lain, Devano mendekati Alana hanya karena harta Arif, Kalian tahu Arif adalah seorang CEO yang memiliki banyak uang Itu yang membuat Devano mendekati Alana.


Saat komandan Kim tahu tentang itu dia benar-benar marah. Karena dirinya juga berteman dengan Arif, dia tidak ingin anak dari temannya di sakiti dan dimanfaatkan oleh orang yang licik seperti Devano, maka dari itu komandan Kim membohongi Alana dengan mengatakan Devano dalam bahaya dan dirinya harus menyelamatkan Devano. Padahal itu adalah rencana komandan Kim untuk membuat Alana dekat dengan Levin.


Disaat Alana tahu yang sebenarnya tentang Devano, Dia tidak akan terluka karena cinta tulusnya dimanfaatkan, Karena cinta untuk Devano telah digantikan oleh Levin.


Levin bukanlah seorang mafia yang jahat yang seperti komandan katakan. Justru Levin adalah orang baik, komandan Kim juga mengenal Levin dengan baik. Keduanya memang sama-sama tidak tahu tentang rencana komandan Kim, jadi wajar Alana maupun Levin bersikap seperti itu.


Ketika komandan Kim tahu Alana menikah dengan Levin dia senang. Rencana awal untuk menyatukan keduanya sudah dimulai.


...----------------...


"Aku benar-benar merasa bersalah kepadamu Devano, aku telah mengkhianati cinta kita!" tangis Alana.


Alana berjalan ke area kandang harimau tanpa dia sadari, dirinya terus memikirkan apa yang terjadi kepadanya dan Levin semalam. Dirinya sudah menghianati Devano dengan memberikan kesuciannya pada Levin. Walaupun Levin suaminya tapi tetap saja di hati Alan masih ada Devano.


Alana terus berjalan sambil menangis tanpa menyadari ke mana dia pergi.


Levin yang kebetulan melihat Alana yang berjalan ke sekitar kandang harimau nya segera berlari menghampiri Alana, bukan apa-apa. Harimau milik Levin sangat ganas jika dengan orang asing.


"Alana!" panggil Levin.


"RAWWW!"


"Aaaaa!"


Levin segera menarik Alana ke dalam dekapannya. Walaupun ada pembatas pagar besi antara mereka dengan sang harimau, tapi tetap saja itu sangat berbahaya.


"Kau tidak apa-apa?" Levin memegang kedua pipi Alana.


"Aku tidak apa-apa."


"Kau sudah gila! Untuk apa kau pergi ke sini? Jika tiger memakanmu bagaimana?!" bentak Levin.


"Ma--maaf, Aku tidak sadar kalau ternyata aku berjalan ke sini," ujarnya menunduk.


"Jangan diulangi, mengerti?"


Alana mengangguk. "Apa boleh aku bertanya?"


"Apa?" Levin menaikan satu alisnya.


"Apa tato harimau di punggungmu. Adalah harimau itu?" tanya Alana sambil menunjuk harimau yang tadi sempat menyerangnya.


Levin melihat sekilas harimau kesayangannya.


"Iya, itu dia."


"Tapi kenapa kau membuat tato gambarnya sebesar itu?"


"Bukan urusanmu!" ketusnya, Levin segera pergi meninggalkan Alana.


Kenapa dengan Levin? Alana hanya bertanya pasti ada hubungannya antara Levin dengan harimau itu.


Alana kembali memperhatikan harimau tadi. Yang sedang duduk di tepi kolam di dalam kandangnya.


"Kenapa dia marah? Aku harus cari tahu, apa hubungan antara dirinya dengan harimau itu?"


BERTEMBUNG...