Learn to Love You

Learn to Love You
Ikatan Cinta Fayra & Ace



Ace yang telah menyadari kesalahannya, untuk kesekian kalinya. Ucapan Ace berhasil, membuat Fayra ketakutan didalam wajah istrinya.


Tanpa basa-basi Ace segera meminta maaf pada istrinya, sampai akhirnya keseimbangan tubuh Ace mulai terganggu. Dan pada akhirnya Ace terjatuh, bersamaan terdengar suara terikan Fayra yang begitu nyaring digendang telinga


"Kak Ace!" teriak Fayra, langsung berlari cepat kearah pembatas rooftop.


Dimana saat ini Ace masih berpegangan pada beton tersebut sekuat tenaga, sedangkan Fayra berusaha untuk memegangintangan Ace dan mengulurkan satu tangannya agar bisa menarik Ace kembali naik keatas.


"Pegang tanganku, Kak. Cepat pegang! Hiks ...." teriak Fayra berusaha mengulurkan tangannya.


"Tidak! Aku tidak mau, biarkan aku terjatuh. Dengan begitu pasti kamu akan tahu. Jika aku ini tidak bohong tentang perasaanku!" Ace menggelengkan kepalanya, cepat. Bahkan tangannya masih berpegang kuat pada beton tersebut.


"Aku bilang pegang tanganku, ya pegang Kak. Jangan konyol! Please, aku mohon Kak. Pegang tanganku hiks ...." Fayra menangis, memohon dan terus berusaha menyelamati suaminya.


Namun Ace tetap enggan untuk memenerima pertolongan Fayra, untung saja keadaan dibawah sedang sepi. Jika tidak sudah bisa dipastikan, bahkan saat ini semua siswa siswi akan heboh dengan kejadian Ace.


"Oke! Aku percaya Kakak mencintaiku, jadi ayo cepat pegang tanganku, Kak. Aku mohon, please. Jangan buat aku menyesal seumur hidup, karena tidak bisa menyelamatkan suamiku sendiri!"


Rasa cemas, kian melanda Fayra. Wajahnya terlihat begitu khawatir, sehingga Fayra berusaha mengalah. Ace bisa memastikan jika Fayra memang sangat mencintainya.


Dengan perlahan Ace melepaskan tangan satunya untuk meraih tangan istrinya. Tetapi, dipercobaan pertama Ace gagal.


Dia hampir saja terjatuh, Fayra berteriak keras bersamaan dengan detak jantungnya yang bekerja sangat kencang.


"Kak Ace!" pekik Fayra.


Fayra menangis sesegukan, tetapi Ace malah tersenyum lebar. Rasa takut diwajahnya, seakan-akan menghilang saat menatap wajah istrinya yang benar-benar sangat cantik.


Berbeda halnya sama ketakutan yang Fayra rasakan. Dia memang marah sama Ace, cuman terlepas dari itu Fayra tidak bisa membohongi perasaannya. Jika dirinya sangat mencintai suaminya.


"Hiks, Kak aku mohon bertahanlah. Pegang tanganku Kak, ayo! Kakak pasti bisa, aku janji aku tidak akan marah kalau Kakak bisa kembali keatas sini,"


"Namun, jika Kakak tidak bisa berhasil kembali keatas. Maka aku akan sangat marah besar sama Kakak. Seumur hidupku aku tidak akan pernah mau memaafkan diriku sendiri, sampai hal buruk terjadi dengan suamiku sendiri!"


Fayra berucap penuh tekat. Bahkan dia telah berhasil menurunkan egonya sendiri demi cintanya, selagi cintanya akan tetap terus bersamanya.


Cuman jika tidak, sudah bisa dipastikan Fayra akan merasa begitu hancur. Melebihi hancurnya Ace ketika pada saat itu telah mengetahui, bahwa istrinya mengalami koma akibat ulahnya.


Fayra terus menangis sambil mengulurkan tangannya sesekali memegangin tangan suaminya agar tidak kembali terlepas.


Perlahan Ace mencoba melepaskan tangannya, dan berhasil menggenggam.tangan istrinya. Fayra berusaha keras menarik tangan suaminya sampai rasa sakit akibat goresan kasar dari pembatas beton tersebut telah melukai sikunya.


Beberapa menit kemudian, Ace berhasil kembali naik keatas rooftop. Fayra langsung memukul-mukul dada suaminya beberapa kali sambil menangis.


"Kamu jahat Kak, kamu jahat! Kamu tega sama aku, kamu tega! Hiks ...."


"Hampir saja, Kakak membuatku benar-benar gila. Karena ulahmu yang konyol itu, aku hampir saja menjadi seorang janda disaat usiaku masih sangat muda!"


"Pokoknya aku enggak mau tahu, Kakak harus janji sama aku. Kalau Kakak enggak akan pernah meninggalkanku. Titik"


"Dan, satu lagi. Jangan pernah ulangin kembali kesalahan, atau aku akan sangat kecewa serta marah. Paham!"


Fayra tahu suaminya memang pernah melakukan kesalahan padanya. Akan tetapi ketika melihat penyesalan yang mendalam diwajahnya, membuat Fayra mencoba untuk berdamai dengan suaminya.


Sampai akhirnya Ace melepaskan pelukannya, lalu dia memegang rahang istrinya menggunakan kedua tangannya. Bola.mata mereka saling bertemu satu sama lain, tanpa bisa menghindarinya.


"Kamu mau kan, memaafkan semua kesalahan suamimu yang sangat bod*doh ini?" ucap Ace, penuh keseriusan.


"Ada satu hal yang masih membuatku ragu denganmu, Kak." jawab Fayra.


"Apa itu, Sayang? Katakanlah!" sahut Ace, spontan.


"Kenapa disaat Mommy menyuruh Kakak untuk menjauhiku, Kakak langsung melakukannya? Bukannya pada saat itu Kakak sangat mencintaiku? Lantas kenapa Kakak melakukannya?"


"Seharusnya jika Kakak mencintaiku, pasti Kakak akan menolaknya dengan cepat dan tetap terus berada didekatku,"


"Aku yakin Ini bukan masalah karena kondisi Kakak pada saat itu sedang sakit, tetapi aku bisa melihat ada hal lain yang membuatmu sangat takut pada Mommy."


"Apa semua ini, karena kamu takut jika Mommy akan mengambil paksa semua fasilitas dari tanganmu? Jadi---"


"Bukan, Sayang. Bukan! Semua ini tidak ada sangkut pautnya sama semua fasilitas. Jikalau pun Mommy akan mencabutnya aku tidak masalah, selagi aku bisa selalu mendekatimu. Itu sudah lebih dari cukup untukku!"


"Namun, sayangnya. Mommy telah melarangku untuk menemuimu ataupun menemanimu didalam kamar. Mommy sangat kecewa dan juga marah atas semua perlakuanku padamu,"


"Jika aku melanggar itu semua, maka Mommy tidak akan pernah kembali mengizinkan aku bertemu dengan istriku selamanya."


Ace mencoba menjelaskan semua kejadian selama Fayra mengalami koma, dimana kedua orang tua Ace sangat kecewa dengannya. Apa lagi Mommy Rosa, hanya saja kedua orang tua Fayra msih memberikannya kesempatan kepada Ace.


Mungkin jika mereka tidak memberikan kesempatan itu, bisa jadi sampai detik ini Fayra masih belum tersadar dari komanya.


Benar bukan, apa yang dikatakan oleh Appa dan Ammanya Fayra. Jika ikatan cinta mereka benar-benar sangatlah kuat, karena baru sekali saja Ace melihat keadaan istrinya. Fayra sudah bisa membukakan kedua matanya.


Disitulah hati Fayra tersentuh, setelah mendengar semua pengorbanan Ace padanya sampai membuatnya jatuh sakit cuman karena menunggunya kembali terbangun.


Fayra yang sudah tidak bisa berkata-kata, segera memeluk Ace sambil menangis. Kata-kata minta maaf terdengar nyaring ditelinga mereka yang saling bersahutan. Mereka berdua benar-benar telah menyadari akan cinta didalam hatinya yang begitu besar.


"Aku mencintamu, Fayra. Sangat mencintaimu, hiks ...." ucap Ace memeluk serta mencium kening istrinya.


"Aku juga, Kak. Aku juga sangat mencintaimu, aku mohon jangan tinggalkan aku Kak. Dan jangan membuat kesalahan kembali, atau aku akan benar-benar pergi dari kehidupanmu hiks ...." sahut Fayra.


"Aku janji, Sayang. Aku janji tidak akan kembali menyakitimu, jika aku sampai menyakitimu maka aku siap menerima semua konsekuensi dari perbuatanku itu. Asalkan kamu tidak meninggalkanku." jawab Ace.


Kini, keduanya kembali berpelukan satu sama lain sampai beberapa menit. Kemudian saling melepaskan dimana Ace tersenyum menatap wajah istrinya, lalu mengusap air matanya.


Fayra tersenyum mengusap air mata suaminya. Sebelum pergi dari rooftop, Ace mengulurkan tangannya, kemudian disambut oleh istrinya penuh cinta.


Mereka pun bergegas meninggalkan tempat tersebut dalam keadaan tersenyum sambil berpegangan tangan, menuju kantin. Mereka yakin, pasti semua sahabatnya mengkhawatirkan keadaannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...