Learn to Love You

Learn to Love You
Part 34



Prang!


Foto Alana dengan Levin terjatuh hingga pecah.


"Astaga! Kenapa fotoku dan Levin bisa pecah?" Melda menatap lekat bingkai foto yang hancur.


"Ada apa, Ibu?" tanya Alesha.


"Sha, foto Alana dan kakakmu Levin pecah. Apa terjadi sesuatu dengannya?" perasaan Melda mulai tak enak.


"Mungkin tertiup angin, Bu. Ibu jangan berpikir seperti itu, kak Levin dan kak Alana pasti baik-baik saja."


"Semoga."


...****************...


Levin terbangun dari pingsan sesaatnya setelah kecelakaan, dia memegang kepalanya yang terluka.


"A--Alana." Levin menoleh ke arah Alana.


"Apa ka--kau baik-baik saja?" lanjutnya.


"Vin perutku sakit!" ringisnya.


"Astaga! Bertahanlah, aku akan meminta bantuan." Levin keluar dari dalam mobil sambil terus memegangi kepalanya yang berdarah.


"Tolong, tolong aku dan istriku! Dia sedang hamil, kami harus segera ke rumah sakit." Levin menghentikan taxi yang melintas.


"Kalau begitu ayo masuk!"


Sang supir taksi juga turun untuk membantu Levin.


"Alana, ayo kita ke rumah sakit!" Levin membantu Alana keluar dari dalam mobil.


Alana terus memegangi perutnya yang terasa sakit. "Vin, anak kita."


"Anak kita akan baik-baik saja, tenanglah."


Levin menyusul Alana masuk ke dalam taksi, sang supir segera membawa keduanya menuju rumah sakit terdekat.


Tidak sampai 15 menit, mereka tiba di rumah sakit yang memang sangat dekat dengan tempat kejadian kecelakaan Levin.


Sang supir taksi langsung memanggil perawat, perawat membawa brankar dan langsung membawa Alana menuju IGD. Sedangkan Levin dibawa ke UGD.


Keduanya segera diperiksa oleh dokter, luka di kepala Levin cukup parah.


Begitu juga Alana. Dia tidak mengalami luka fisik berkat pengaman yang terpasang disabuk pengamannya, tapi dia mengalami pendarahan. Goncangan yang cukup kuat saat kecelakaan membuat Alana mengalami pendarahan hebat.


......................


"Halo!"


"Halo, ini dengan keluarga Levin Christiansen?"


"Betul, aku adiknya. Almahira Christiansen."


"Kami ingin memberi tahu, bahwa kakak anda yang bernama Levin Christiansen mengalami kecelakaan. Sekarang dirinya dirawat di RS Indah Permata Bunda."


"Astaga! Kak Levin!" teriak Almahira menarik atensi orang yang ada di rumah.


"Ada apa, Ma? Kenapa kau berteriak?"


"Kenapa dengannya?"


"Iya, Alma, Apa yang terjadi dengan kakakmu?" tanya Nenek.


"Kak Levin kecelakaan."


"Apa!" kaget semua orang.


......................


"Halo, ini dengan keluarga Alana Mayer?"


"Betul, saya ibunya."


"Kami ingin memberi tahu, bahwa anak anda yang bernama Alana mengalami kecelakaan. Kini, di rawat di rumah sakit Indah Permata Bunda."


"A--alana."


Bruk!


"Bunda!" teriak Rex saat melihat Anaya pingsan.


Keluarga Levin dan Alana segera bergegas menuju rumah sakit, mereka benar-benar khawatir dengan keadaan kedua anak-anaknya.


"Sus, di mana ruangan rawat yang bernama Alana Mayer? Kami orang tuanya," ujar Arif.


"Pasien atas nama Alana Mayer sudah dipindahkan ke ruangan rawat, itu di sana."


"Terima kasih."


Anaya dan Arif langsung berlari menuju ruang rawat Alana.


"Sus, di mana ruang rawat kakakku. Levin Christiansen?" tanya Rendra.


"Ada di sana."


"Terima kasih."


Keluarga Levin juga segera bergegas menuju ruang rawat Levin.


Ceklek!


"Dok, bagaimana keadaan kakak saya?" tanya Almahira saat dokter keluar dari ruangan Levin.


"Keadaannya baik-baik saja, dia hanya butuh istirahat. Luka di kepalanya juga sudah kami obati."


"Syukurlah, terima kasih banyak."


"Sama-sama, saya permisi."


Setelah itu, mereka langsung masuk ke dalam ruang rawat Levin untuk mengetahui keadaannya.


"Dok, bagaimana keadaan putri saya?"


"Dia baik-baik saja, dia juga tidak mengalami luka parah ... tapi ...."


"Tapi apa, Dok?"


BERTEMBUNG...