Learn to Love You

Learn to Love You
Part 13



Alana menoleh ke belakang. Dia terkejut melihat Levin yang menatapnya dengan tatapan marah.


"Ka--kau?"


"Kenapa kau membawaku ke sini?"


Brak!


"Aaaa!" Alana menutup telinganya saat Levin melemparkan Gucci ke arahnya.


Levin mencengkram kuat tangan Alana. "Kau pikir aku tidak tahu, kalau kau yang telah membantu Syaqila pergi!" bentaknya.


Alana menggeleng takut, astaga bagaimana dia tau?


"A--aku. Aku tidak tahu ap---"


"Bohong!" bentaknya semakin mencengkram kuat lengan Alana.


Alana menangis tersedu-sedu. Dia benar-benar takut.


"Kau pikir aku tidak melihatnya?"


Flashback on ....


"Tuan, apa kita harus mencegahnya?" tanya Dino.


Kini, keduanya sedang memperhatikan Alana yang membantu Syaqila pergi. Mereka melihat Alana dari balkon kamar tamu yang berhadapan dengan kamar Syaqila. Walaupun posisinya cukup jauh itu yang membuat Alana tidak menyadari bahwa Levin memperhatikan gerak-geriknya.


"Tidak, biarkan saja!"


"Kenapa? Apa Tuan ingin membuat keluarga malu jika Syaqila pergi dan acara dibatalkan?"


"Pemikiranmu terlalu pendek. Aku membiarkan Alana membantu Syaqila pergi karena aku ingin lihat seberapa berani dia melakukannya."


Dino mengangguk mengerti.


Flashback off ....


Alana benar-benar tidak menyangka gerak-geriknya diketahui oleh Levin. Sekarang apa yang harus dirinya lakukan? Apa Levin akan membunuhnya?


"Ma--maaf."


"Maaf katamu? Kau ingin mempermalukan diriku dan keluargaku begitu?!" Levin semakin memperkuat cengkramannya.


"Ti--tidak begitu, aku mohon ampuni aku!"


"Dino, bawa dia ke kandang harimau kesayanganku!"


"Baik."


"Tidak-tidak! Tolong hukum aku yang lain saja! Asalkan jangan masukkan aku ke dalam sana. Aku mohon." Alana bersimpuh di kaki Levin. Dia masih ingin hidup.


"Jika kau tidak mau menerima hukuman itu, apakah kau mau dihukum dengan cara yang lain?"


"Iya, aku mau."


"Kalo begitu, sebagai hukuman kau harus menggantikan Syaqila menjadi istriku!"


Deg!


"Apa?!"


Alana menatap Levin, apa dirinya yang harus menikah?


"Kau hanya memiliki dua pilihan, menikah denganku atau mati sia-sia di kandang harimau kesayanganku!."


Bagaimana ini? Mana yang harus Alana pilihan? Jika dirinya menolak bagaimana. Dirinya masih ingin hidup dan mencari Devano.


Tapi jika dirinya menerima? Argh! Ini benar-benar sulit.


'Apa yang harus aku pilih?'


"Tiga."


'Aku masih ingin hidup.'


"Dua."


'Aku. Aku juga tidak mungkin menikah dengannya dan menghianati Devano.'


"Sat---"


"Baik-baik. Aku akan menikah denganmu, tapi jangan bunuh aku."


Levin tersenyum miring. "Aku tidak akan membunuhmu. Nyonya Alana Mayer Christensen"


"Kau tau nama lengkapku?"


Bagaimana Levin bisa tahu?


"Aku adalah orang yang cerdik jangan kau pikir aku tidak tahu asal-usulmu. Kau datang kemari karena alasan sesuatu kan?"


'Apa dia tahu kalo aku datang kemari untuk mencari Devano?'


"Kenapa kau diam?"


"A--aku ...."


"Tuan ayo cepat, para tamu sudah mulai ribut," ujar Dino.


"Dandani dia!"


"Baik."


Levin pergi keluar dari kamar Alana.


Alana kembali menangis meratapi nasibnya, bagaimana kehidupan dirinya setelah menikah dengan Levin?


Tapi mungkin saja dengan ini dirinya bisa lebih bebas mencari tahu tentang Devano.


"Panggil mempelai wanitanya!"


"Pa---"


"Itu dia sudah datang," ujar Levin menyela ucapan nenek.


Seluruh keluarga terkejut melihat kehadiran Alana yang menggantikan Syaqila.


"Levin?" Nenek menatap Levin,Levin hanya menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana bisa gadis kelas menengah itu yang menggantikannya!" kesal Almahira.


Alesha tersenyum senang. "Makasih ya Tuhan doaku untuk Alana menjadi Kaka ipar akhirnya terkabul." Senang Alesha.


BERTEMBUNG.....