Jully Mahardika

Jully Mahardika
Ep. 69 Waktu Kencan Si Yuyu Yang Tercuri



Setelah hari acara pernikahan Wicky beberapa hari yang lalu Jully dan Wicky belum bertemu sama sekali. Bukan karena mereka ada masalah atau lagi bertengkar, hanya saja keduanya menjadi susah sekali bertemu karena kesibukan masing-masing. Wigih yang berprofesi sebagai dokter specialist Kardiotoraks sudah tidak bisa diragukan lagi kesibukannya seperti apa. Walaupun dirinya tergolong dokter muda dikalangan koleganya sesama dokter specialist Kardiotoraks namun Wigih termasuk salah satu dokter terbaik dalam bidangnya di Rumah Sakit tempat ia bekerja jadi lumayan banyak pasien yang mempercayakan penyakitnya untuk ditangani oleh Wigih, apalagi beberapa hari ini jadwal operasi yang ia tangani lumayan padat. Sementara Jully sudah mulai tampil kembali di panggung meja hijau untuk membela klien-kliennya dan ditambah lagi sekarang dia tengah sibuk menangani kasus perceraian Nouval dengan istrinya yang tergolong rumit. Bisa dibayangkan betapa sulitnya mereka untuk bertemu, apalagi jika jadwal kesibukan mereka yang tidak sama disaat Jully ada waktu, Wigih justru sedang sibuk-sibuknya di Rumah Sakit atau sebaliknya. Kadang yang melihat hubungan diantara mereka merasa sangat iba, disaat lagi sayang-sayangnya justru tidak bisa bertemu karena kesibukan bekerja. Namun mereka berdua juga tidak hilang akal. Disaat Jully ada waktu luang, dia akan menyempatkan diri untuk menyambangi Wigih di Rumah Sakit, meski hanya sebentar paling tidak mereka bisa bertemu langsung untuk sekedar makan siang entah itu di kantin Rumah Sakit atau makan di ruangannya Wigih ketika Jully membawa bekal makanan untuk lelaki tampannya itu. Wigih pun demikian disaat dirinya punya waktu senggang dia akan pergi ke kantor Jully, makan siang bersama atau disaat dia bebas tugas di Rumah Sakit ia bisa seharian menunggu Jully di dalam ruang kerja wanita itu, memandangi kekasihnya yang tengah sibuk bekerja dengan disisipi obrolan ringan mereka seperti saat ini.


"Sayang... Sebentar lagi waktu jam makan siang, mau aku pesankan makanan atau kita makan di luar saja?" Tanya Wigih yang memandang Jully dari sofa tempat ia duduk.


Jully meletakkan bolpoinnya lalu melirik jam yang ada di pergelangan tangannya. Ternyata benar sekarang hampir waktunya jam makan siang.


"Kita makan siang di luar saja ya? Jenuh aku di dalam kantor terus." Keluh Jully dengan wajah lelahnya.


"Tapi aku beresin yang satu ini dulu, habis itu kita pergi." Lanjut Jully.


"Okey deh, pelan-pelan saja tidak usah terburu-buru." Ujar Wigih seraya tersenyum, kadang dia merasa kasihan melihat wajah lelah Jully. Ingin rasanya dia segera menjadikan wanita tercintanya itu menjadi miliknya seutuhnya dalam ikatan pernikahan, tapi melihat hubungannya bersama Jully masih seumur jagung dia tidak ingin terburu-buru karena Wigih tidak ingin Jully merasa terbebani dengan hubungan mereka namun Wigih juga tidak ingin menunggu terlalu lama lagi. Mungkin ia akan membicarakannya dengan Jully pelan-pelan jika mereka berdua sama-sama memiliki waktu luang.


Jully tersenyum mengangguk dan melanjutkan kembali pekerjaannya, sesekali dia beralih ke laptopnya untuk mengetik beberapa laporan penting dari kasus-kasus yang ia tangani.


"Yuk kak!" Jully membuyarkan konsentrasi Wigih yang sedari tadi sedang mengutak atik phonselnya.


"Lho... Sudah selesai?" Wigih terperanjat kaget dan langsung berdiri karena Jully tiba-tiba sudah berdiri di sebelahnya dia duduk, kekasihnya itu sudah siap dengan tas kerja yang telah ia jinjing di tangannya.


"Sudah, yuk! Kakak pasti sudah mulai bosan dan lapar kan dari tadi, maaf ya..." Ujar Jully terlihat menyesal dan kasihan melihat Wigih yang dari tadi pagi sudah sabar menunggunya bekerja.


"Gak apa-apa sayang... Kan lagian aku yang mau, tapi ini kok kamu bawa-bawa tas kerja juga? Mau sekalian ketemu klien?" Tanya Wigih yang langsung mendapat gelengan kepala dari Jully.


"Gak kok.... Hari ini aku mau pulang lebih awal, jadi habis makan siang kita bisa punya waktu lebih untuk kita berdua, jarang-jarang kan kak Wigih libur seperti ini." Jawab Jully seraya bergelayut manja di lengan Wigih.


"Serius? Memangnya gak apa-apa? Jam kerja masih lama lho..." Mendengar pertanyaan Wigih membuat Jully kerkekeh geli.


"Haha... Ya gak apalah, kakak lupa? Aku kan bossnya." Jawab Jully yang semakin terbahak ketika Wigih menepuk jidatnya lirih setelah menyadari kebodohannya.


"Ya ampun... Aku sampai lupa kalau pacarku yang cantik ini adalah bossnya, ya sudah anggap saja hari ini aku sedang menculik boss cantik." Ujar Wigih sambil menowel hidung Jully dengan ujung telunjuknya.


"Dan aku dengan senang hati pasrah diculik oleh dokter ganteng ini." Sahut Jully yang akhirnya membuat keduanya tertawa bersama dan melangkah keluar meninggalkan ruang kerja Jully yang terlihat berantakan di bagian meja kerjanya. Sudah pasti keadaan meja yang seperti itu sudah biasa terlihat di ruangan Jully dan esok harinya pasti akan terlihat rapi kembali ketika Jully memasuki ruangannya. Siapa lagi yang merapikannya kalau buka sang asisten Melda yang menjadi ibu peri dan menyulap ruangan Jully menjadi rapi lagi. Bersyukurlah Jully mempunyai asisten secekatan Melda.


"Ehh kak Jully mau makan siang di luar sama dokter Wigih?" Tanya Melda ketika melihat Jully dan Wigih keluar dari ruangannya. Melda, Billy dan juga karyawan di firma hukum Jully sudah mengetahui hubungan antara Jully dan Wigih terutama Auliya karena dialah yang memberikan kartu nama Jully kepada Wigih dan mendorong dokter ganteng itu untuk menyatakan perasaannya. Alhasil Auliya yang mendengar kabar jadian mereka menjadi salah satu orang turut bahagia dan mendukung hubungan kakak sepupunya itu dengan dokter mantan senior kakak sepupunya itu.


"Lho kok pulang? Hari ini kan ada janji dengan pak Nouval." Ujar Melda yang bingung akan keputusan bossnya yang mendadak.


"Ohh iya si Nouval kan mau ngasih berkas-berkas menyangkut perceraiannya." Jully menepuk jidatnya setelah mengingat janjinya dengan Nouval.


"Ya sudahlah gampang kalau masalah Nouval, habis makan siang kita samperin saja dia di kantornya." Sahut Wigih.


"Emang gak apa-apa?" Tanya Jully.


"Ya gak apa-apalah sayang... Sekalian aku juga mau ketemu sama dia, sudah lama kan gak ketemu, sekalian aku mau natar dia." Ucap Wigih menggebu-gebu.


"Ihh serem amat?!" Sahut Jully sambil bergidik.


"Habisnya setelah lulus kuliah di Belanda pulang-pulang dia langsung nikah, habis itu pergi lagi ke London untuk mengurus usaha keluarganya di sana eehh pulang-pulang ngajuin perceraian, mana dia jarang kasih kabar ke aku atau ke lainnya, gitu-gitu dia kan masih sepupu aku juga Jull." Cerocos Wigih yang tiba-tiba naik darah.


"Sabar kak... Dia kan punya alasannya sendiri." Kata Jully sambil mengelus dada Wigih agar lelaki tampannya itu bisa meredam emosinya.


"Maka dari itu nanti aku bakal natar dia secara langsung, habisnya kamu sih gak mau ngasih tahu aku alasan dia karena menyangkut kerahasiaan klien." Lha... Jully jadi bingung kok malah dia yang salah? Sedangkan Melda yang melihat interaksi boss dan pacar bossnya hanya bisa menonton saja, kalau ikut campur salah-salah dia juga yang kena semprot. Lebih baik diam kan?


"Lha...kok jadi aku yang salah? Itu kan memang sudah menjadi tugas aku sebagai kuasa hukumnya." Ucap Jully mencoba menjelaskan.


"Maaf ya sayang... Duhh gara-gara Nouval kok jadi kita yang berantem?" Wigih menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal, merasa salah tingkah dan bersalah karena sedikit emosi. Bukan karena dia marah sama Jully tapi dia sedang kecewa terhadap Nouval yang tidak pernah menceritakan masalahnya sampai pada akhirnya Wigih mengetahui dengan cara seperti ini. Baik Rendi dan Daniel pun sebagai sahabat Nouval juga tidak mengetahui apa-apa tentang permasalahan Nouval dan istrinya. Nouval benar-benar apik menyembunyikan permasalahan rumah tangganya.


"Ya sudah, kita berangkat sekarang, sudah laper banget nih...." Ajak Jully dengan wajah memelasnya.


"Aduuhh maaf ya sayang kamu jadi nahan lapar gara-gara Nouval, pokoknya habis makan siang kita sidang dia!" Ucap Wigih semangat.


"Lho... Masih lanjut nih emosinya?" Tanya Jully heran.


"Habis gara-gara dia waktu kencan kita berkurang." Seloroh Wigih dan itu langsung membuat Jully tepok jidat. Jully hanya bisa berdo'a semoga Nouval bisa selamat dari capitan si Yuyu tampannya yang lagi marah. Marah karena waktu berkencannya dicuri.


Bersambung....