Jully Mahardika

Jully Mahardika
Ep. 24 Kepergok



Disaat Jully tengah memperhatikan Anita yang tengah mencoba mencari perhatian Wigih, dia mencoba mengingat ingat sosok Anita di masa lalu, tidak banyak yang Jully ingat karena memang diantara mereka tidak saling mengenal, jadi soal interaksi sangat minim bisa dibilang hampir gak pernah, paling hanya menyapa jika berpapasan untuk sedikit rasa hormat kepada senior. Tiba-tiba lamunannya buyar karena ulah Kansari yang membisikkan kata ajaib di telinganya.


"Jull, sepertinya kamu bakal dapat saingan."


"Ehh?" Jully bingung maksud dari kata yang diucapkan Sari barusan.


"Maksud kamu apa ya Sarsar? Aku gak ngerti deh." Tanya Jully dengan memicingkan mata ke arah Sari.


"Hadduhh Jully... Jully, kamu ini pinter tapi kalau dihadepin sama hal yang seperti ini gak ada pinter-pinternya sama sekali." Jawab Kansari geram dengan Jully yang tidak ngeh dengan arah pembicaraan mereka.


"Serius deh Sarsar, to the point aja jangan belibet ngomongnya." Jully tak kalah geram dengan sikap Kansari yang bikin dirinya semakin tidak mengerti.


"Itu kak Anita, dia nanti pasti bakalan jadi saingan kamu." Terang Kansari.


"Saingan apa ya? Pelajaran? Mana mungkin? Kelasnya aja udah beda." Balas Jully polos. Tepok jidat lagi dong Sari.


"Bukan pelajaran bebeb... Saingan hati, nohh lihat dia lagi berusaha mepet kak Wigih, jelas banget tu cewek pengen yang iya iya sama kak Wigih." Ucap Sari gemes.


"Husst! Kamu itu kalau ngomong suka kebablasen, terus hubungannya sama aku apa coba?"


"Duh! Nih anak masih aja bego, gini ya Jully cantik... Mau dilihat dari sudut manapun itu kak Wigih jelas ada rasa sama kamu. Rasa suka sebagai lawan jenis. Paham?" Perlu banget memang Kansari menjelaskan Jully yang kelewat polos. Seharusnya diusia Jully yang sebenarnya masalah seperti ini gak perlu dijelasin lagi pasti dia udah ngerti, tapi mengapa sekarang dia jadi agak lemot ya? Mungkin perubahan umur dari dewasa ke usia muda menjadikan otaknya kembali berfikiran seperti usianya saat ini. Entahlah.


"Masa sih? Gak mungkin ahh cowok sekeren kak Wigih suka sama cewek biasa seperti aku." Elak Jully merasa gak percaya atas penuturan Sari.


"Serius Jull, dari perhatiannya kak Wigih ke kamu dan dari cara dia menatap kamu aja kita yang lihat udah tau kalau Ketosgan lagi falling in love sama kamu." Jawab Kansari meyakinkan. "Dan siapa yang bilang kamu cewek biasa? Kamu saja yang gak sadar, sebenarnya banyak lho cowok di sekolah kita yang suka curi-curi pandang ke kamu." Lanjutnya.


"Ihh kamu Sarsar suka bener-benerin deh." Kalau gini Jully jadi tersipu malu kan...


"Kamu itu sebenarnya salah satu most wanted juga di sekolah kita, buktinya itu ada si 'Yuyu' yang rela jadi secret admirer -nya kamu, ehh gimana tu kabarnya si kepiting?" Nahh kan jadi inget 'Cancer Boy'.


"Menurut kamu mungkin gak ya si Cancer Boy itu salah satu dari mereka?" Tanya Jully tiba-tiba menunjuk ke arah Wigih dan teman-temannya dengan dagunya.


"Kamu mencurigai salah satunya beb?" Tanya Sari balik.


"Ahh sudahlah lupakan mereka, mending kita renang lagi." Jully mengalihkan pembicarannya dan kembali berenang bersama teman mereka yang lainnya.


"Ehh menurut kalian cewek yang namanya Anita itu cantik gak?" Tanya Ningsih. Ternyata mereka masih saja melihat pemandangan di kolam seberang membuat Jully menggelengkan kepala.


"Cantiklah, namanya juga cewek." Jawab Rere santai.


"Yaelahh... bukan itu yang aku maksud." Ningsih langsung mencipratkan air ke arah muka Rere membikin gadis itu gelagapan.


"Cantik, cantik banget malah tapi agak caper gak sih?" Kansari menimpali.


"Iya sih, kayaknya dia suka sama si Ketosgan kita." Ningsih ikit menimpali.


"Tapi Ketosgan nanggepinya biasa saja tuh." Ucap Rere yang di angguki Ningsih dan Sari.


"Genks... Kalian ngerasa gak sih kalau kita udah kaya penguntit yang diam-diam merhatiin mereka?" Jully mulai bersuara setelah dari tadi hanya melihat tingkah laku ketiga sahabatnya yang sudah seperti paparazzi.


"Iya ya, udah seperti istri ngintilin suami yang kepergok mau selingkuh." Sahut Ningsih yang dibarengi gelak tawa yang lainnya, membuat target incaran mereka melihat ke arah mereka karena suara tawa yang lumayan keras.


"Upss! Ketahuan genks!" Ucap Sari kaget. Mereka berempat lansung menenggelamkan kepala mereka agar tidak ketahuan, namun terlambat salah satu dari mereka sudah ada yang melihat.


Disisi lain, Wigih dan keempat temannya terusik dengan suara tawa dari kolam yang berada di seberang mereka.


"Kolam seberang rame banget ya, padahal gak begitu banyak orang yang ada di sana." Daniel bersuara.


"Maklumlah banyak cewek di sana pasti dong rame. Mau pindah ke sana gak?" Ucap Nouval dengan menaik turunkan kedua alisnya. Ini Nouval emang agak play boy, urusan cewek saja pasti lansung gercep, sudah berapa cewek di sekolah yang patah hati karenanya.


"Halahh lagak kamu itu sudah bisa ditebak." Balas Daniel dengan mencipratkan air ke arah Nouval yang berhasil dihindarinya.


"Sebentar brow... Sepertinya itu adik kelas kita deh?" Rendi akhirnya buka suara setelah tanpa sengaja matanya menangkap salah satu dari cewek-cewek yang mereka bicarakan.


"Yang mana?" Tanya Daniel melihat ke arah pandang yang ditunjuk Rendi.


"Tadi aku sempat melihat salah satu dari mereka, tapi tiba-tiba mereka nyelem." Jawab Rendi.


"Masa sih? Salah lihat kali." Ucap Nouval tidak yakin.


"Serius, tadi itu aku melihat Jully sama teman-temannya." Rendi mencoba meyakinkan. Mendengar nama Jully disebut Wigih langsung bereaksi.


"Jully? Jully yang mana?" Tanya Wigih memastikan bahwa Jully yang dimaksud Rendi adalah Jully-nya. Eaa'...Babang Ketos udah bikin setempel aja meski masih dalam kehaluan.


"Itu Jully yang main gitar waktu MOS, yang cantik itu." Terang Rendi yang bikin hatinya mak seerr karena pujian Rendi untuk Jully. Maklum pemuja Jully bukan dia saja seorang tapi dia juga gak mau saingannya bertambah satu orang lagi, teman sendiri pula, cukup bocah reseh satu itu saja. Wicky. Jangan nambah lagi.


"Wahh tanda-tandanya tuh...bakal ada yang PDKT. " Ejek Daniel.


"Yang mana sih orangnya? Cantik banget ya?" Anita mulai penasaran dengan cewek yang dibicarakan temannya.


"Cantiklah, jago main gitar lagi, keren pokoknya, bolehlah dijadiin gandengan hehe..." Nouval menjawab dengan mesam mesem gak jelas.


"Jangan! Gak boleh! Cewek kalem kaya Jully tuh gak pantes sama play boy sinting kaya kamu." Seloroh Daniel. "Buat Rendi aja, sepertinya ni anak dah demen sama Jully." Lajut Daniel sambil menyikut lengan Rendi.


"Secantik itukah si Jully Jully yang kalian maksud?" Tanya Anita kembali.


"Cantik banget sih enggak, tapi gimana ya? Pokoknya wajahnya itu enak kalau dipandang, gak bosenin, kamu sih Nit gak ikutan waktu malam penutupan MOS, jadinya gak tahu deh." Terang Nouval.


Namun tiba-tiba Wigih naik ke permukaan dan langsung menuju kolam dimana Jully dan ketiga temannya sedang berenang. Wigih ingin memastikan bahwa Jully benar-benar berada disana. Dia juga sedikit khawatir bila Jully melihat dirinya, terlebih ada Anita di sana yang berusaha mendekatinya. Wigih tidak ingin Jully menjadi salah paham dengan apa yang ia lihat.


"Ehh Gih mau kemana?" Tanya Anita yang tidak dihiraukan oleh Wigih.


"Waahh...tuh anak sepertinya mau nyamperin cewek-cewek adik kelas deh?" Ucap Daniel.


"Haha... Telat kamu Ren, ternyata si Wigih lebih gercep." Nauval menertawakan Rendi yang hanya melongo melihat Wigih melangkah menuju kolam di seberang mereka.


Sementara di tim Jully, Sari sudah gicep-gicep sendiri melihat Wigih yang melangkah menuju ke arah mereka.


"Beb...beb... Ketosgan beb, dia kesini!"


"Waduh, kita beneran ketahuan nih?" Ningsih berbisik ke arah Rere.


"Sepertinya begitu." Jawab Rere yang udah sembunyi di belakang tubuh Ningsih.


"Hai Jull... Kalian renang disini juga?" Sapa Wigih setelah sampai di dekat mereka.


"Hai kak..." Jawab mereka serempak dengan senyum yang dipaksakan karena merasa kepergok ngelihatin kakak-kakak seniornya, meski itu semua awalnya tidak disengaja.


"Aku boleh gabung dengan kalian gak?" Tanya Wigih yang sudah nyemplung duluan sebelum ada jawaban dari mereka.


"Boleh kok kak, itu udah nyemplung juga hehe..." Jawab Sari meringis melihat kelakuan Wigih. 'Gini amat ya PDKTnya bang, sayang Jully kagak peka!' Batin Kansari miris melihat dua insan dihadapannya itu.


"Kalau kami boleh gabung juga gak Jull?" Ucap Rendi yang ternyata sudah nyemplung diikuti Daniel dan Nouval membuat Jully dan yang lainnya terkejut.


"Bo boleh kok kak, ini kan tempat umum." Jawab Jully canggung, apalagi ternyata Rendi sudah mengetahui namanya.


"Ohh... Jadi ini yang namanya Jully?" Ternyata Anita juga mengikuti teman-temannya. "Aku gabung juga ya sama kalian." Anita pun akhirnya ikut bergabung bersama mereka dengan suasana yang semakin awaked.


"Ten tentu." Jawab Jully hampir jantungan karena kedatangan Anita yang sepertinya langsung mau ngajak perang saja. Nahh kalau gini siapa coba yang seolah olah kepergok selingkuh? Bingung kan Jully.


Bersambung...