Jully Mahardika

Jully Mahardika
Ep. 23 Swimming Pool



Keesokan harinya terlihat Jully masih bergelung dengan nyaman bersama bantal dan guling dibalik selimutnya. Padahal mentari sudah sedari tadi menyapa dengan sinarnya yang menyilaukan masuk melalui jendela kamarnya, namun itu tidak mempengaruhi tidur nyenyak Jully, justru ia semakin menenggelamkan tubuhnya dibalik selimut. Ketukan pintu di kamarnya sedikit mengusik tidur indahnya di pagi ini. Semikin lama ketukan itu semakin keras diiringi seruan merdu ibunya yang memanggil manggil namanya.


"Jull... Buka pintunya Jull!" Teriak bu Susi dibalik pintu kamar anaknya yang tak digubris oleh Jully.


"Jully...! Sudah pagi masih aja molor!" Gerutu bu Susi masih dibalik pintu kamar Jully.


Tak ada balasan atau pergerakan dari dalam sana, bu Susi memutuskan langsung masuk ke dalam kamar Jully yang ternyata tidak dikunci. Di dalam kamar bu Susi melihat anaknya yang ternyata masih lelap dibalik selimutnya, ia langsung menyibak selimut tersebut.


"Jully Mahardika bangun!" Panggil bu Susi dengan nada tinggi. "Sudah pagi masih aja molor, bangun!" Tambahnya.


"Enghh...Masih ngantuk bu, lagian ini kan hari Minggu." Jawab Jully dengan suara khas bangun tidur dengan mata yang masih terpejam.


"Justru itu anak perawan hari Minggu gini gak boleh cuma molor aja di rumah, keluar sana JJCW sama temen-temen." Cerocos bu Susi panjang lebar.


"Apa tu JJCW?" Tanya Jully yang tidak mengerti dengan bahasa ibunya yang semakin hari semakin nyeleneh.


"Katanya anak muda tapi JJCW aja gak ngerti. Jalan Jalan Cari Cowok biar gak jones." Yaelaahh ujung-ujungnya jones lagi to...


"Idiih siapa juga yang jones?" Sahut Jully tak terima dengan predikat 'jones' yang diberikan ibunya untuknya.


"Ehh jangan dipikir tadi malam ada dua cowok yang ngapelin kamu sudah dibilang couple atau three couple lha wong nyatanya masih available." Skak mat dah bu Susi, mingkem kan Jully. Bu Susi dilawan? Mak-mak mah sengada lawan... haha...


"Ahh... Pokoknya hari ini Jully males mo kemana-mana, mau me time aja sama kasur." Balas Jully dengan mengambil selimutnya dan menyelimuti dirinya lagi.


"Gak bisa!" Bu Sisi kembali menyibak selimut Jully. "Ada KRN nunggu kamu di luar." Lanjut bu Susi.


"Apa lagi sih KRN?" Tanya Jully malas.


"Kansari, Rere, Ningsih." Jawab ibunya.


"Hah mereka ada disini? Kok gak bilang-bilang? kami kan gak ada janji juga." Tanya Jully heran.


"Katanya kalian sudah janjian tadi malam. Udah sana cepet keluar, udah ditunggu juga dari tadi." Jawab bu Susi yang kemudian melangkah pergi meninggalkan kamar anaknya.


Jully langsung memeriknya phonselnya yang tergeletak di atas kasur tak jauh dari tempat dirinya berbaring, dan ternyata benar ada pesan dari Kansari yang menyatakan mereka akan pergi berenang di hari Minggu ini. Tadi malam karena sangat mengantuk, dia tak sempat mengecek phonselnya dan langsung tidur setelah kepergian Wigih dan Wicky dari rumahnya. Dengan malasnya Jully turun dari atas ranjang kasurnya, berjalan gontai keluar dari kamarnya dengan wajah bantal dan rambut yang masih awut-awutan menemui ketiga sahabatnya yang sudah sedari tadi menunggunya di ruang tamu.


"Hay guys dah nunggu lama?" Sapa Jully setelah melihat ketiganya di ruang tamu rumahnya.


"Duh duh duh... Siapa nih jelek banget?" Ejek Rere.


"Anak wewe." Sahut Ningsih asal.


"Ihh... Dia kan Jully, masa kalian gak kenal?" Jawab Kansari polos.


"Iya nih, aku bilangin bu Susi tahu rasa lho..!" Balas Jully kesel, 'cantik-cantik gini dibilang anak wewe.' Batin Jully gak terima. Inget Jull...Kamu kan belum mandi, masih awut-awutan lagi.


"Hehe... Bercanda Jull, mana berani aku sama ibu kamu, bisa-bisa gak dapat jatah kue lagi deh." Ucap Ningsih meringis membayangkan gak boleh makan lagi kue bolu bikinan bu Susi yang bikin nagih gak bisa move on.


"Habisnya Jull, jam segini masih molor, belum mandi masih awut-awutan gitu." Rere geleng-geleng kepala melihat penampilan Jully saat ini.


"Sorry tadi malam aku sudah tidur, jadi gak sempat lihat pesan dari kalian." Ungkap Jully seraya meminta maaf kepada teman-temannya. "Lagian ngapain mesti renang sih?" Lanjutnya.


"Bosen jalan di mall atau di cafe mulu." Jawab Ningsih.


"Kalau di kolam kan kita bakalan bisa lihat pemandangan makhluk Tuhan yang paling seksi." Timpal Kansari.


"Halah pikiranmu itu Sar." Rere tak habis pikir dengan isi otak sahabatnya yang satu ini.


"Ehh kalian dibilangin gak percaya, dan yang paling penting nih cowok-cowok most wanted sekolah kita suka ngumpul buat berenang di kolam renang X setiap Minggu. Termasuk kak Wigih." Ungkap Kansari kepada teman-temannya, pandangannya menerawang dengan bibir tersenyum membayangkan yang iya iya. Ckck... Emang deh Kansari.


"Haddahh ni anak mulai dah pikirannya traveling." Kalau sudah gini Jully angkat tangan sama cewek satu ini, sudah tak tertolong lagi.


"Udah deh gak usah ngurusin Sarijem, mending siap-siap sana. Gak usah mandi, mandi disana aja, cuci muka aja sama gosok gigi biar gak bau jigong. Cepet gih ntar kesiangan." Ucapa Rere sambil menutup hidungnya.


"Iya, iya..." Jawab Jully seraya meninggalkan ketiganya untuk bersiap-siap. Tak membutuhkan waktu lama Jully sudah kembali menemui ketiga temannya. Karena dirinya memutuskan tidak mandi, hanya cuci muka dan gosok gigi serta menyemprotkan parfum keseluruh tubuhnya agar tidak ada yang tahu kalau dirinya belum mandi pagi hari ini. Toh nantinya bakalan mandi juga pakek air sekolam.


"Okey, aku dah siap." Kata Jully.


"Swimming time..." Teriak Sari semangat.


"Husst! Di rumah orang jangan teriak-teriak!" Ningsuih menginterupsi.


"Udah yuk berangkat." Ajak Rere.


Akhirnya mereka berempat berangakat menuju kolam renang X setelah berpamitan dengan bu Susi dan menggondol beberapa kue bolu buatannya untuk dijadikan bekal yang akan dimakan setelah berenang nanti.


Sesampainya di tempat tujuan mereka segera masuk setelah membeli tiket sebelumnya, di sana sudah nampak ramai dengan riuh orang-orang yang sedang berenang mulai anak kecil, remaja sampai yang dewasa. Jully, Sari, Rere dan Ningsih menuju ke tempat ganti khusus perempuan untuk mengganti pakaian mereka dengan pakaian renang. Setelahnya mereka duduk-duduk di kursi yang tersedia di pinggiran kolam untuk memakai sunblock agar kulit mereka tidak terbakar karena terlalu lama di dalam air dengan sinar matahari yang lumayan panas.


"Bebeb sekalian, nanti renangnya jangan di kolam yang terlalu dalem ya, aku kan gak pinter-pinter banget renangnya. Takut kelelep." Kata Sari manja.


"Tuh mending kamu renang di sebelah sana aja beb..." Ningsih berucap menunjuk kolam khusus anak-anak dengan logat menirukan Kansari.


"Ihh itu kan kolam khusus anak!" Balas Kansari dengan bibir cemberut, sementara yang lainnya membalas dengan gelak tawa.


"Udahlah jangan jailin Kansari mulu, kita renang di sebelah sana saja, di sana belum terlalu ramai, gak terlalu dalam juga, paling cuma sebatas dada kita aja." Ajak Jully. Merekapun setuju dan berjalan menuju kolam yang dimaksud Jully setelah menyelesaikan memakai sunblock. Tak lupa mereka melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam kolam renang agar tidak terjadi kram.


"Ahhh segarnya, akhirnya setelah tujuh purnama gak berenang, kini berenang juga." Jully menceburkan diri terlebih dahulu setelah pemanasan yang kemudian diikuti yang lainnya.


"Hallahh... Tadinya aja gak mau." Cibir Rere.


"Lumayan kan Jull, bangun tidur gak pakek mandi tapi mandinya di kolam renang haha..." Ningsih ikut mengejek.


"Dan yang penting yang ada di sana nohh!" Tambah Kansari sambil menunjuk kawanan cowok berbadan aduhai jangan ditanya lagi ada berapa sobekannya tengah melakukan pemanasan di area pinggir kolam yang berbeda dari kolam Jully dan kawan-kawan namun masih tak jauh dari mereka. Di sana terlihat jelas salah satu diantara cowok tersebut adalah Ketosgan mereka. Wigih Sasongko.


"Adu du duh mata aku ternoda mami..." Ucap Sari lebay dengan mata tak berkedip melihat Wigih dan teman-temannya.


"Hallah bilangnya ternoda tapi tetep aja melotot tu mata." Ningsih menonyor pelan jidat Sari karena gemes melihat tingkah lakunya.


"Ihh baby elephant sewot banget!" Balas Kansari tak kalah sewot.


"Itu kak Wigih kan? Sama siapa aja?" Tanya Rere.


"Kalian pada gak tau? Tanya Kansari heran yang dibalas gelengan oleh ketiganya. Kansari menghela nafas pasrah dan menjawabnya.


"Yang pinggir sebelah kanan itu kak Daniel, terus sebelahnya ada kak Nouval, habis itu seperti yang kalian tahu itu kak Wigih, nah sebelahnya kak Wigih itu kak Rendi." Terang Kansari.


"Kok kamu hapal banget ya Sar?" Tanya Ningsih.


"Bukannya hapal, kalian aja yang kurang perhatian, mereka semua itu most wanted-nya sekolah kita. Selain anggota OSIS, mereka semua itu dibekali otak yang encer, apalagi kak Wigih yang baru saja menangin Olympiade Fisika." Kansari menjelaskan panjang lebar.


"Hah kak Wigih ikut Olympiade? " Jully terkejut, pasalnya selama ini dia tidak tahu jika Wigih mengikuti Olympiade karena selama pertemuan mereka Wigih tidak pernah menyinggung soal itu. Dan terlebih saat ini Jully jadi teringat 'Cancer Boy' yang juga mengikuti perlombaan tersebut. Ataukah mungkin mereka adalah orang yang sama? Namun Jully segera menepis pikirannya itu, menurutnya itu hanya kebetulan saja karena perlombaan seperti Olympiade itu bisa diikuti oleh siapa saja.


"Kak Wigih itu dapat juara satu lho... Hebat kan?" Puji Sari dengan mata berbinar.


"Terus apa hanya kak Wigih yang ikut Olympiade itu?" Tanya Jully penasaran.


"Kak Rendi juga ikut, menang juga tapi dapat juara dua dibidang yang berbeda dengan kak Wigih, aku lupa bidang apa yang diikutinya." Kansari menjawab rasa penasaran Jully yang semakin penasaran saja. Haruskah dia waspada dengan dua seniornya itu? Wigih dan Rendi.


"Wiihh Sarijah kalau masalah kayak gini mah gercep, salut aku sama pengetahuan kamu." Ucap Ningsih tak habis pikir dengan Sari yang selalu update masalah percowok'an.


"Sudah aku bilang kalian semua itu kurang perhatian, makanya baca tuh meding sekolah jangan cuma dilewatin doang, banyak info di sana, di tabloid sekolah juga ada." Terang Kansari sekali lagi.


"Ooohhh..." Jawab Jully, Rere dan Ningsih bersamaan membuat Kansari tepok jidat.


"Ehh bentar-bentar, coba lihat di sana itu cewek siapa? Datang-datang langsung mepet kak Wigih." Tunjuk Ningsih ke arah dimana Wigih dan Teman-temannya berada.


"Kalau gak salah namanya kak Anita, dia juga salah satu most wanted cewek di sekolah kita, sama-sama anggota OSIS kaya mereka." Jawab Kansari.


Jully memperhatikan tingkah laku Anita yang sepertinya memang sedang mencoba mendekati Wigih, Anita memang cewek yang cantik sih... Menurut Jully Wigih dan Anita merupakan pasangan yang cocok, yang satu ganteng yang satunya lagi cantik. Tapi kenapa ya ada perasaan aneh yang mengganjal di hatinya, seperti perasaan tak rela? Kansari yang menyadari sikap Jully segera mendekatinya dan berbisik lirih ke arahnya.


"Jull, sepertinya kamu bakal dapat saingan."


"Ehh?"


Bersambung...


🍓🍓🍓🍓🍓


*Jangan lupa dukung Author ya... dengan komen, like and vote... Tha**nk you... 😘*