
"Sumpah ya tadi itu super-super canggung banget! Ningsih aja sampek kesereten waktu makan kue bolunya bu Susi." Ucap Kansari mengingat kejadian di kolam renang tadi sambil kipas-kipas karena mendadak cuaca menjadi panas meski sekarang sedang berada di ruang ber AC. Saat ini mereka berempat tengah berada di cafe langgangan mereka. Mereka memutuskan untuk makan siang dulu sebelum pulang ke rumah masing-masing.
"Ingat gak tadi waktu si Anita minta diajari berenang sama kak Wigih? 'Gih... Ajarin aku gaya katak yang bener dong...' iuuhh..." Kansari menirukan gaya bicaranya Anita plus gestur tubuhnya. "Padahal ya tadi aku lihat dia sudah cemplang cemplung mirip kecebong, lagaknya minta diajarin, modus iya." Lanjut Kansari kesel.
"Udah deh biarin, namamya juga dia usaha." Ucap Jully mencoba mendinginkan suasana.
"Tapi untungnya tadi ada kak Daniel yang super ganteng, mana kalem lagi." Emang ya Kansari ini suasana hatinya suka berubah ubah, tadi berapi-api ehh sekarang sudah traveling aja mikirin Daniel.
"Trus kak Nauval tadi sepertinya suka sama Rere, cieee...." Ningsih menggoda Rere, mengingat saat di kolam renang tadi Nouval mencoba mendekati Rere.
"Ihh kok jadi aku?" Rere salah tingkah.
"Hallaahh... Gak usah mengelak, kelihatan jelas kali, tapi sayang yang didekati cuma lempeng doang mukanya." Ejek Ningsih yang membuat bibir Rere cemberut.
"Ohh ya ingat gak tadi saat kaki Jully tiba-tiba kram waktu di dalam air?" Ucap Kansari.
"He'em, kak Wigih sama kak Rendi tiba-tiba panik banget, mereka berdua mencoba menolong Jully naik ke permukaan kan?" Jawab Rere.
"Iya, tapi pas kak Wigih ingin menolong kaki Jully yang kram, si Anita tiba-tiba nawarin diri buat nolongin, bukannya diurut pelan-pelan tapi malah dipegang kenceng banget sama dia, sengaja banget sih si nenek lampir! Sampai Jully jejeritan tadi." Kansari naik pitam saat mengingat kejadian itu.
"Udahlah, lagian sekarang kakiku udah gak apa-apa." Terang Jully yang gak mau berlarut-larut mengingat kejadian tak mengenakkan tadi.
"Duhh... Kamu memang baik banget sih beb..." Ucap Kansari sambil memeluk Jully singkat.
"Udah deh, tuh makanannya sudah datang, makan kuy.." Ajak Ningsih, dan akhirnya mereka makan dengan tenang sambil sesekali bersenda gurau. Setelahnya mereka memutuskan segera pulang dan beristirahat, hari Minggu ini merupakan hari yang sangat melelahkan, lelah fisik, lelah hati pula.
🍓🍓🍓🍓🍓
Keesokan harinya Jully bersiap untuk berangkat ke sekolah. Dia menunggu Kansari untuk menjemputnya, namun baru saja dirinya menerima pesan dari Kansari bahwa sahabatnya itu tidak bisa untuk menjemputnya dengan alasan bangun kesiangan, Kansari menyuruhnya untuk berangkat terlebih dahulu. Ingin berangkat dengan bapaknya tapi ternyata bapaknya sudah berangkat lebih dahulu. Alhasil hari ini Jully akan berangkat naik angkot. Disaat dia sedang menunggu angkot, tiba-tiba sebuah sepeda motor berhenti tepat di hadapannya. Seorang pria berhoddy masih tetap duduk anteng di atas motornya, pria itu membuka kaca helmnya yang menutupi wajah, dan ternyata lelaki itu adalah Wicky.
"Pagi Jully... Lagi nunggu Kansari?" Tanya Wicky.
"Ohh itu kamu ternyata Wick, aku kira siapa. Tidak, aku sedang menunggu angkot, hari ini Sari tidak dapat menjemputku." Jawab Jully.
"Ahh ya sudah kalau begitu bareng aku saja, toh tujuannya sama kan?" Wicky menawarkan diri untuk berangkat bareng dengan Jully, ini adalah kesempatan buat dirinya untuk semakin dekat dengan Jully. Beruntung hari ini dia berangkat lebih awal dari biasanya dan bisa bertemu Jully.
"Gak apa-apa nih?"
"Ya gak apa-apalah, nih pakek dulu helmnya." Wicky menyodorkan sebuah helm berwarna putih kepada Jully, beruntung juga hari ini dia membawa dua helm bersamanya.
"Okey, makasih ya." Ucap Jully seraya menerima helm dari Wicky dan memakainya.
"Udah yuk berangkat." Ajak Wicky dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya, hari ini merupakan hari terindah untuk dirinya. Jully naik ke motor Wicky di jok belakang sebagai penumpang dengan hati-hati karena motor Wicky yang lebih tinggi daripada motor bebek Kansari menyulitkan dia untuk menaikinya.
"Udah siap? Pegangan dong..." Tanya Wicky dan menyuruh Jully untuk berpegangan kepadanya, namun Jully berpegangan hanya pada jaket yang dia pakai. Wicky tersenyum licik dan mengegas motornya sedikit kencang dan itu berhasil membuat Jully mau tak mau harus memeluk pinggang Wicky dari belakang karena takut akan jatuh.
"Wicky pelan sedikit dong jalannya, jangan bikin jantungan!" Teriak Jully dari jok belakang dengan mata tertutup.
"Sorry Jull, takut telat soalnya hari ini kan hari Senin, kita musti ikut upacara." Wicky beralasan dengan bibir menahan tawa. Dasar Wicky jahil, gitu amat cari kesempatan dalam kesempitan.
"Iya tapi pelanin dikit dong... Aku takut nih!" Protes Jully dengan sediki rengekan. Karena tak tega melihat Jully yang ketakutan, Wicky pun menurunkan kecepatan motornya, dia juga takut bila lain kali Jully tidak mau naik motornya lagi. berabe kan...?
"Nah gitu dong dari tadi, bikin anak orang jantungan saja! Aku aduin ke pak Budi tau rasa! Lagian kita gak bakalan terlambat, masih ada waktu juga." Tuhh kan Jully kembali ke mode jutek dengan omelannya yang panjang lebar. Wicky hanya meringis doang dibalik helmnya, mendengar omelan Jully ditengah jalan itu sudah cukup buatnya, jangan sampai pak Budi dibawa-bawa juga, bapaknya Jully itu lumayan serem dengan kumis tebalnya.
"Iya, iya maaf." Wicky hanya bisa meminta maaf biar tidak semakin panjang urusannya.
"Makasih ya Wick sudah barengin aku meski harus sport jantung dulu." Ucap Jully sambil melepas helmnya dan mengembalikan lagi ke Wicky. Wicky menerimanya dengan senyum meringis.
"Jangan kapok ya Jull." Kata Wicky yang tetap dengan senyumnya.
"Kapok aku!" Jully langsung melangkah pergi begitu saja setelah mengatakan itu, meninggalkan Wicky yang masih di atas motornya dengan perasaan yang sulit diartikan antara ngenes dan kasihan, Wicky hanya bisa pasrah, toh dirinya yang salah sudah jahili Jully.
Seperti biasanya, sesampainya di dalam kelas Jully menemukan juice strawberry di atas mejanya. Jully merasa aneh, jika memang benar apa yang dikatakan Wicky kepadanya bahwa juice itu darinya seharusnya juice itu belum ada di atas mejanya saat ini. Seperti yang baru saja terjadi, Wicky hari ini berangkat sekolah bersama dirinya. Lalu siapa sebenarnya yang menaruh di mejanya? Apakah sebenarnya Wicky berbohong padanya? Sementara sekarang di kelasnya sudah banyak teman-temannya yang datang, akan sulit menanyakan kepada mereka satu persatu perihal juice ini. Jully memicingkan matanya, dia melihat ada memo kecil terselip dibawah kotak juice tersebut. Segera dia mengambilnya dan membacanya.
"Happy Monday Jully...Semangat!"
Itu yang tertulis di sana, jelas ini bukan tulisan tangan Wicky, dia pernah melihat tulisan Wicky tidak sama dengan ini. Namun dia merasa pernah melihatnya, tapi dimana dia belum bisa mengingatnya. Akhirnya dia memutuskan untuk menyimpannya terlebih dahulu. Kemudian dia merogohkan tangannya di dalam laci bawah mejanya, mencari-cari amplop biru muda yang selalu dia temukan di bawah sana, namun dia tidak menemukannya hari ini. Jully merasa heran, dia bertanya-tanya dalam hatinya apakah terjadi sesuatu dengan Cancer Boy? Di saat pikiran Jully berkelana kemana-mana, Kansari datang dengan suara cemprengnya.
"Bebeb... Sorry mori dorri ya hari ini gak bisa berangkat bareng, habisnya daku bangun kesiangan. Maaf ya beb?" Kansari berucap maaf sambil bergelayut manja di lengan Jully.
"Iya santai aja kali Sar." Jawab Jully.
"Trus tadi kamu naik apa kesini? Angkot apa diantar pak Budi?" Tanya Kansari masih merasa tak enak tak bisa mencemput Jully hari ini.
"Bareng Wicky." Jawab Jully santai.
"Hah?! Kok bisa?" Tanya Sari terkejut.
"Ya bisalah, dia lewat pas aku lagi nunggu angkot, dia nawarin buat bareng ya aku iyainlah... Lumayan kan uang jajan aman." Jawab Jully apa adanya, sedangkan Sari hanya melongo sambil kedip-kedip mata mendengarkan jawaban Jully yang seharusnya bisa ditebak olehnya.
"Ohh ya Jull, tadi pas di depan aku ketemu sama kak Rendi, dia titip ini buat kamu, katanya kalau kakimu masih sakit diolesin sama ini aja." Kansari menyerahkan kantong plastik kepada Jully yang ternyata isinya adalah salep khusus buat kaki kram dan keseleo.
"Serius nih buat aku? Baik banget, padahal kakiku sudah gak apa-apa lho.." Tanya Jully heran dengan seniornya itu yang mendadak perhatian.
"Namanya juga usaha Jull, siapa tahu berbalas." Ucap Sari sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Jully.
"Ngaco kamu, udah yuk kita ke lapangan, bell udah bunyi tuh...Ohh ya Rere sama Ningsih kemana? tas mereka ada tapi orangnya pada kemana?" Jully celingukkan mencari kedua temannya yang sedari dia datang tidak melihat batang hidungnya.
"Paling ke kantin buat sarapan, udah yuk kita duluan aja, paling mereka langsung ke lapangan, upacara keburu mulai nih." Ajak Kansari sembari menggandeng Jully menuju lapangan untuk melaksanakan upacara bendera yang rutin dilaksanakan setiap hari Senin.
Akhirnya setelah kurang lebih tiga puluh menit berlalu upacara bendera usai sudah meski ada insiden kecil yaitu Rere yang tiba-tiba pingsan, biasa setiap datang bulan kepala Rere selalu pusing, alhasil akhirnya dia pingsan karena terlalu lama berdiri. Untung di belakang ada kakak OSIS yang berjaga dan kebetulan yang berjaga di belakang barisan kami adalah kak Nouval, tahu sendiri dari kemarin kak Nouval berusaha dekat dengan Rere, jadi ketika tahu Rere pingsan kak Nouval segitu paniknya dan segera membopong Rere ke UKS. Sekarang Rere masih di UKS untuk beristirahat, Ningsih menungguinya di sana dan tentunya kak Nouval juga ada. Bakalan ada cerita romance nih nantinya hehe...
Sesampainya di kelas Jully langsung mendudukkan dirinya di kursi sambil meletakkan kepalanya di atas meja. Tangannya merogoh di bawah laci mejanya, niatnya mau mengambil juice strawberry yang dia simpan di sana untuk menghilangkan rasa hausnya. Namun tak hanya juice strawberry saja yang dia temukan tapi amplop biru muda yang tadinya tidak ada, sekarang sudah ada di sana. Jully lekas mengambilnya, ada tulisan "Buka Sekarang" di sudut amplop. Maka Jully lekas membukanya dan membaca isinya.
Dear Jully... Bagaimana keadaanmu? Kakimu masih sakit? Aku dengar kemarin kamu sempat cidera di kolam renang saat berenang bersama teman-temanmu. Apakah sekarang masih sakit atau sudah baikan? Aku sungguh khawatir karena baru kemarin kamu sembuh dari sakitmu dan sekarang kamu harus mengalami cidera di kakimu. Tolong jaga dirimu baik-baik. Oh ya... Hari ini akan ada pertandingan basket antar kelas, bila kita berjodoh kamu akan bisa menemukanku di sana. Sampai jumpa Jully, jaga dirimu baik-baik.
^^^~Cancer Boy~^^^
"Oh My God!!" Jully meninggikan suaranya tepat di sebelah Kansari yang tengah mengistirahatkan kepalanya di atas meja, membuat gadis itu terperanjat kaget dan langsung terbangun.
"Ada apa sih beb teriak bikin kaget aja?!" Protes Sari yang merasa terganggu.
"Si Yuyu mau main basket!" Jawab Jully girang.
"hahh?!"
Bersambung....