Jully Mahardika

Jully Mahardika
Ep. 55 Cerita Masa Lalu



"Tunggu Jully! Kamu mengingat Anita namun tidak mengingatku maupun Wigih?! Aku rasa kali ini kamu harus menjelaskan tentang apa yang kulihat dan yang kudengar saat ini!" Ujar Rendi dengan geram dan tatapan tajam.


"Upss!! Aku ketahuan!" Jully langsung membungkam mulutnya sendiri dengan tangannya saat mengatakan hal itu.


"Jully kamu..." Rendi menghentikan kalimatnya.


"Tunggu kak, aku bisa jelasin semuanya..." Jully berusaha untuk menjelaskan namun langsung dipotong oleh Rendi.


"Kak?? Sekarang kamu panggil aku 'Kak' setelah beberapa Minggu terakhir ini selalu memanggilku Dokter?!" Ujar Rendi geram dengan pelototan matanya, dia masih bingung dengan apa yang terjadi pada Jully. Apa beberapa Minggu terakhir ini Jully sudah menemukan ingatannya kembali atau dari awal sebenarnya Jully tidak melupakan hal apapun itu?


"Maka dari itu aku akan menjelaskannya sekarang, dan tolong diamlah dulu kak Ren!" Akhirnya Rendi mengalah dan mempersilahkan Jully untuk menjelaskannya.


"Apa aku juga boleh mendengar percakapan kalian?" Tanya Anita merasa canggung, baru bertemu namun sudah disuguhi keributan antara Rendi dan Jully.


"Tidak apa kak, kakak duduk saja di sebelahku." Ujar Jully dan Anita pun menurutinya.


Kini mereka bertiga duduk di bangku taman yang sama, menunggu Jully untuk menjelaskan sesuatu.


"Begini... Sebenarnya aku dari awal mengingat semuanya yang terjadi dihidupku. Meski saat pertama kali membuka mata aku sempat tidak mengenali kak Rendi dan juga kak Wigih karena penampilan kalian yang jauh berbeda dari terakhir kali aku melihat kalian. Namun aku tidak pernah sekalipun melupakan kalian. Siapa sih yang gak ingat most wanted sekolah kita?" Ungkap Jully.


"Lalu kenapa sampai sekarang kamu menyembunyikan hal ini Jully? Bahkan kamu berpura-pura tidak mengingat kami?" Tanya Rendi tidak habis pikir tentang jalan pikiran Jully.


"Itu karena aku bingung harus bagaimana menghadapi kak Wigih." Jawab Jully resah.


"Maksud kamu? Ada apa dengan Wigih?" Tanya Rendi lagi, sedangkan Anita hanya diam menjadi pendengar yang baik.


"Masa kak Rendi tidak tahu kalau kak Wigih ada perasaan padaku? Bukan sebagai mantan junior atau pasien melainkan sebagai wanita." Jully merendahkan volume suaranya di akhir kata karena begitu malu.


"Jadi kamu sudah tahu soal itu?" Jully mengangguk perlahan menjawab pertanyaan Rendi.


"Sejak kapan kamu tahu?" Tanya Rendi, kali ini dia mencoba lebih terlihat kalem.


"Sejak aku koma." Jawab Jully ambigu, dan itu sukses membuat Rendi dan Anita yang duduk di kanan kiri Jully menoleh ke arahnya secara bersamaan saking kagetnya.


"Ma mak maksud kamu apa?! Ko koma??" Tanya Rendi tergagap.


"Iya, waktu aku koma sebenarnya aku tidak benar-benar koma, maksud aku memang benar aku koma tapi pada saat itu jiwaku berpindah ke masa lalu ketika kita masih SMA dan di sana aku terpaksa menjalani hidupku sebagai remaja SMA kurang lebih selama tiga bulan lalu aku kembali lagi ke dunia ini." Cerocos Jully menceritakan apa yang dia alami selama ini.


"Yang benar saja?! Mana ada hal semacam itu? Itu hanya ada di dalam cerita fantasi saja, lagian kamu hanya koma selama tiga Minggu Jully bukan tiga bulan." Ujar Rendi tidak percaya.


"Itu karena waktu yang ada di masa lalu dan sekarang berbeda kak Rendi." Sahut Jully.


"Apa kau yakin itu bukan hanya fantasi-mu saja? Okey fix! Kita harus menemui dokter Ibrahim, ada yang tidak beres dengan otakmu." Rendi berdiri dari duduknya.


"Aku tidak bohong, berhalusinasi atau berfantasi sungguh! Kaaakk..." Jully menoleh ke Anita dengan wajah memelas, berharap Anita tidak berpikir seperti Rendi.


"Tenanglah Ren, sebaiknya kamu duduk lagi dan dengarkan cerita Jully selanjutnya." Perintah Anita dan ajaibnya Rendi langsung menurutinya.


"Lanjutkan ceritamu." Suruh Anita pada Jully.


"Di hari aku pingsan karena kecelakaan ketika aku membuka mata, aku sudah berada di masa lalu, aku juga sama seperti kalian yang tidak percaya dan menganggap itu hanyalah mimpi sesaat. Namun disaat aku tertidur dan terbangun lagi aku tetap berada di sana, mulai saat itulah aku percaya jika aku kembali ke masa laluku." Jelas Jully.


"Maksudmu kamu terlempar ke masa lalu atau tanpa sengaja kamu masuk ke dalam lorong waktu?" Tanya Anita yang langsung diangguki oleh Jully.


"Lalu apa yang terjadi padamu saat itu?" Tanya Anita kembali.


"Aku mengulang masa laluku dan itu dimulai ketika awal penerimaan siswa baru angkatanku, ketika kalian berdua menjadi anggota OSIS dan kak Wigih masih menjabat sebagai Ketos. Aku selalu penasaran dengan sesuatu di masa lalu yang sampai sekarang aku tidak tahu jawabannya, maka dari itu aku berusaha mencari tahu kebenarannya di sana. Dan itu membuat masa lalu sedikit berubah tidak sama persis dengan apa yang aku ingat dan alami." Cerita Jully panjang lebar.


"Dan termasuk perasaan Wigih terhadapmu, itu semua kamu ketahui dari sana?" Tebak Rendi dan diangguki oleh Jully.


"Justru semua misteri yang tidak pernah aku tahu kebenarannya berawal dari kak Wigih." Ucap Jully.


"Surat cinta bersampul biru muda." Celetuk Anita tiba-tiba membuat Jully terperanjat kaget.


Anita menggeleng lalu berkata, "Aku tidak sengaja memergokinya menaruh sesuatu di bawah laci meja di kelas anak X dan karena aku sangat penasaran pada saat itu maka aku mengambil lalu membacanya, tapi tenang Jully aku langsung menaruhnya kembali setelah aku tahu isinya." Ungkap Anita dengan ringisannya, merasa tak enak karena telah mengintip isi surat cinta Jully.


"Santai aja kak, aku tahu kok kak Anita bisa jaga rahasia." Sahut Jully sembari tersenyum.


"Jadi waktu SMA dulu Wigih sering kirim surat sama kamu Jull? Kamu juga tahu itu Nit, dan cuma aku yang gak tahu? Waaahh minta diremes tu bocah! Padahal aku ini kan sahabatnya, pakai main rahasia sama aku." Ucap Rendi geram.


"Tenang saja Ren, Nouval sama Daniel juga gak tahu kok." Sahut Anita terkikik geli melihat kegeraman Rendi.


"Berati waktu kami berada di masa lalu, kalian berdua sudah saling berterus terang kan?" Lanjut Anita bertanya pada Jully, namun Jully menggeleng pelan.


"Aku kembali tertabrak mobil disaat kami ingin bertemu, pada saat itu aku melihat kak Wigih memakai gelang yang sama seperti yang dia beri padaku di sana sebelum aku pingsan. Lalu saat aku membuka mata sudah kembali lagi ke sini." Jully menjelaskan dengan raut wajah yang lesu.


"Iss iss iisss... Tragis sekali kisah cinta kalian." Anita berdecak kasihan.


"Sekarang kalian percaya kan dengan ceritaku?" Tanya Jully pada Rendi dan Anita.


"Aku sih percaya, karena beberapa orang mengalami hal diluar nalar pikiran manusia disaat mengalami koma." Jawab Anita percaya.


"Aku masih sulit untuk mempercayainya." Jawab Rendi sangsi."


"Sebelum aku sadar apakah aku mengalami sesutu yang berpengaruh pada detak jantung dan syaraf otakku? Dan pada waktu itu kak Wigih ada di sana, di dekatku." Tanya Jully.


"Iya, sehari sebelum kamu sadar ada pergerakkan mengejutkan perihal jantung dan syaraf otakmu yang membuatnya tidak stabil, waktu itu Wigih memang ada di sana. Bagaimana kamu tahu itu? Ibumu yang menceritakan?" Rendi membenarkan pertanyaan Jully dan menduga bahwa bu Susi telah bercerita pada Jully.


"Tidak, aku tahu karena pada waktu itu aku ada di sana." Jawab Jully.


"Tentu saja kamu ada di sana, tapi kamu kan sedang tidak sadarkan diri." Rendi merasa bingung sendiri.


"Maksud Jully itu bukan tubuhnya, tapi raganya, rohnya yang berada di sana. Benarkan Jull?" Sahut Anita.


"Benar, kak Anita saja mengerti." Jawaban Jully dan Anita membuat Rendi speechless tak bisa berucap apapun dan hanya bisa melongo saja.


"Waaahh... ini sangat menarik, aku bisa membuatnya sebagai dongeng dan akan aku ceritakan pada anak-anak pasienku." Ujar Anita antusias.


"Memangnya kak Anita dokter apa di sini?" Tanya Jully.


"Aku Dokter Specialist Anak." Jawab Anita dengan senyum menawannya.


"Wahh pasti menyenangkan bertemu anak-anak setiap hari." Ucap Jully terkesan.


"Iya, mereka semua menggemaskan, tapi ada juga yang kasihan karena penyakitnya." Jawab Anita.


Melihat dua orang wanita yang saling asyik mengobrol itu membuat Rendi tidak habis pikir, bagaimana mereka bisa sesantai ini setelah obrolan berbau fantasi mereka beberapa menit yang lalu.


"Tung tunggu Jully! Bisakah kalian berhenti sebentar?" Rendi menghentikan keseruan Anita dan Jully.


"Kalau rohmu ada di waktu itu kenapa kamu tidak masuk saja ke tubuhmu dan tersadar lebih cepat?" Tanya Rendi yang masih diliputi rasa heran.


"Kalau aku bisa sudah aku lakukan kak, itu karena aku tidak bisa." Balas Jully.


"Kenapa?" Tanya Rendi lagi.


"Karena urusanku di masa lalu belum selesai." Jawab Jully tegas.


"Jadi sekarang sudah selesai? Maka dari itu kamu bisa kembali?" Tanya Anita yang mendapat anggukkan dan juga gelengan dari Jully.


"Apa yang ingin aku ketahui di masa lalu memang sudah terjawab tapi urusan di masa ini masih akan dimulai." Ujar Jully.


"Urusan perasaanku dan kak Wigih bukankah harus diselesaikan juga?" Lanjut Jully dengan senyum misteriusnya.


Bersambung...