
"Assalamu'alaikum..."
Akhirnya yang mereka tunggu datang juga, Ale datang bersamaan dengan Wicky. Jully menyambut mereka dengan hati yang senang, lebih tepatnya lega karena dengan kehadiran mereka berdua misi yang direncankannya kemarin bersama Aleando akan bisa dilaksanakan.
"Wa'alaikumsalam... Masuk Le, Wick!" Jully menyambut mereka dan mempersilahkannya masuk.
"Waahhh... Rumah kamu tenang banget ya, yang lainnya katanya sudah sampai kok gak kelihatan?" Tanya Ale.
"Ada... Mereka nunggu di ruang tengah, ntar kita ngerjain tugasnya di sana lebih luas." Jelas Jully yang dijawab "Ohh" oleh Ale. Merekapun berjalan mengikuti Jully ke ruang tengah rumahnya sambil sesekali berbincang.
"Trus orang tua kamu kemana? Gak kelihatan juga." Ini Wicky yang tanya.
"Kenapa nanya-nanya orang tua Jully segala?" Ale menimpali.
"Ya gak papa dong... Sekalian sungkem ke calon mertua." Wicky menjawabnya dengan rasa percaya diri dan diakhir ucapannya mata Wicky tak sengaja bersiroboh dengan mata Raning, mereka saling menatap sesaat dengan rasa kaget di hati mereka masing-masing. Wicky tak mengetahui jika Raning merupakan salah satu anggota kelompoknya. Wicky merasa salah tingkah dibuatnya, dia takut Raning mendengarkan ucapannya barusan, tentu saja Raning mendengarnya, bahkan orang budekpun akan bisa mendengar ucapannya tadi karena suara Wicky cukup keras memenuhi seluruh ruangan tersebut. Dia memaki dirinya sendiri dalam hati, merutuki kebodohannya barusan.
"Le, kok kamu gak bilang ada Raning di sini?" Bisiknya kepada Ale mencoba mencari penjelasan.
"Dia kan masuk dalam salah satu anggota kelompok kita Wick, jangan bilang kamu gak lihat daftar anggotanya." Jawab Ale dengan berbisik pula.
"Duhh bisa gila aku!" Gumam Wicky frustasi.
"Memangnya kamu waras?" Ejek Ale yang masih bisa mendengar gumamannya.
"Sialan!" Umpat Wicky lirih, Aleando yang mendengarnya mencoba keras menahan tawanya agar tidak pecah.
"Kalian berdua ngapain tetap berdiri disitu? Bisulan? Gak bisa duduk?" Yang ini baru Kansari yang ngomong, emang mulut Kansari itu gak bisa disaring suka ceplas ceplos tapi suka bener hehehe...
"Sembarangan! Pantatku mulus ya...gak pernah bisulan!" Sanggah Wicky.
"Trus ngapain tetap berdiri aja gak duduk-duduk, bisik-bisik lagi, hayooo ngomongin apa? Ngomong jorok deh pastinya..." Tuduh Kansari membuat semua yang ada di situ geleng-geleng kepala, bakal panjang nih urusannya kalau dibiarkan terus. Kansari yang suka ngasal dan Wicky yang gampang terpancing emosinya.
"Enak aj.... "
"Stop kalian berdua!" Jully segera memotong ucapan Wicky sebelum semakin panjang adu mulutnya.
"Udahlah kita di rumah Jully kan tujuannya mau diskusi tugas Biologi, bukannya mau ribut. Tuh lihat seperti Raning tenang wae, hai Ning..."
"Hai Le... " Jawab Raning kalem menanggapi sapaan Ale.
"Hai Ning, pa kabar?" Sapa Wicky merasa tak enak.
"Baik Wick." Jawab Raning singkat.
"Ya sudah, duduk gih kalian semua. Bentar aku ambilin minuman, kalian mau minum apa? Wicky mau minum apa?" Tawar Jully.
"Wicky aja nih yang ditawari? Kok aku jadi cemburu ya?" Ledek Sari.
"Kan tadi aku juga nawarin kalian semua."
"Tapi penekanan namanya cuma Wicky tuh yang kedengeran, ya gak guyss..." Lanjut Kansari tak ingin berhenti meledek, Jully yang yak mau ambil pusing langsung menuju dapur untuk mengambil minuman, sementara Wicky hanya bisa senyum-senyum gak jelas, dasar ABG labil!
"Mau aku bantu?" Wicky menawarkan diri.
"Gak usah, aku bisa sendiri kok." Jawab Jully.
"Ciieeee... " Ale dan Sari koor meledek.
Raning yang melihat gelagat Wicky dan Jully tersipu malu menjadi bertanya tanya. Ada hubungan apakah mereka berdua? Karena beberapa hari ini Wicky berusaha untuk menjadi akrab dengannya. Pembawaan Wicky yang santai dan pintar membawa suasana menjadikan dirinya nyaman saat bersamanya. "Ahh... Apakah dirinya sudah merasa menjadi orang terdekat Wicky hanya karena dia baik terhadap dirinya?" Sungguh itu yang sekarang ada dipikiran Raning. Segera Raning membuang segala pikiran-pikiran itu, bukan saatnya dirinya memikirkan hal itu.
"Wick, kamu tuh ya.. Kalau emanag demen sama sahabat aku mending langsung ngomong dong, gak usah pakek acara ngode-ngode segala, disamber orang tahu rasa!" Cerocos Kansari. Sedangkan Wicky gelagapan gak jelas sambil sesekali melirik ke arah Raning yang hanya terdiam mendengar ucapan Kansari.
"Idiihh gak usah sok bego deh... Jadi cowok tuh harus gantel, menurut kamu gimana Ning?"
"Eh, a..apa?" Raning tergagap atas pertanyaan Kansari yang tiba-tiba.
"Aku tanya, menurut kamu Wicky itu cowok yang gimana?" Tanya Kansari sambil melirik Wicky dengan lirikan mencemooh. Wicky terdiam menanti jawaban apa yang akan keluar dari mulut Raning.
"Wicky itu... Plin plan!" Jawab Raning tegas.
"Betuuull... " Kansari dan Aleando serempak membenarkan jawaban Raning.
"Kok kamu ikutan nyerang aku sih Le? Kamu dipihak siapa sih?" Protes Wicky dan Ale hanya mengangkat bahunya acuh.
Tak lama kemudian Jully keluar dengan membawa nampan berisi minuman dan kue buatan ibunya. Melihat Jully yang kerepotan, spontan Wicky berdiri dan membantu Jully membawa nampan minuman tersebut. Pemandangan itu tak luput dari penglihatan teman-temannya. Aleando juga tak tinggal diam, bukan membantu melainkan mendekati Raning dan berkata lirih setengah berbisik.
"Lihat, Wicky itu sebenarnya perhatian banget dengan Jully meski dia sering banget bikin Jully kesel, namun itu semua hanya demi mendapatkan perhatian Jully."
"Gitu ya?" Tanya Raning.
"Hemm.. Kemarin saja dia uring-uringan gara-gara Jully punya penggemar rahasia." Raning mengerutkan keningnya menatap Ale dan berkata,
"Mr. W kamu maksud?" Tebak Raning.
"Binggo!" Jawab Ale membenarkan. "Aku ini sahabatnya, apa-apa pasti dia cerita sama aku." Lanjut Ale demi untuk mendapat kepercayaan Raning, agar Raning tidak berharap banyak terhadap Wicky, agar Raning tidak salah paham atas sikap Wicky beberapa hari terakhir ini.
Waktu berjalan begitu saja, mereka berlima mengerjakan tugas kelompok dengan diselingi canda dan tawa terlebih candaan mereka ditujukan ke Jully dan Wicky. Sebenarnya ini adalah rencana Jully dan Ale untuk membuat Raning melihat sendiri sifat dan sikap Wicky yang sebenarnya, agar nantinya Raning tidak jatuh terjerumus ke dalam permainan Wicky yang akan membuat sakit hatinya kelak. Sepertinya rencana mereka berdua untuk menyelamatkan hati Raning berjalan lancar bahkan melebihi ekspektasi mereka. Ini dikarenakan campur tangan Kansari, berterimakasihlah mereka dengan mulut lemes Kansari yang gak bisa direm. Meski Kansari tak tahu menahu dengan rencana ini, tapi Jully bersyukur sahabat centilnya itu ada dalam kelompoknya. Jully harus mentraktirnya besok untuk tanda terimakasih.
"Okey, sepertinya ini sudah cukup deh... Sudah aku cek, gak ada yang kurang." Kata Jully.
"Iya nihh... Capek juga, pengen pulang lalu bubuk syantik." Balas Kansari
"Ya udah, selesai sampai sini saja, sudah pada capek." Timpal Raning.
"Iya, kita pamit aja ya Jull, terimakasih udah ngasih tumpangan dan cemilian buat ngerjain tugas." Ucap Ale.
"Ohh ya, Raning tadi ke sini diantar kan? Trus pulangnya gimana?" Tanya Jully.
"Gampanglah Jull, bisa naik angkot atau naik ojek." Jawab Raning.
"Ehh jangan... Nunggu angkotnya nanti kelamaan, ojek di sini juga susah harus jalan dulu di pertigaan depan gang. Mana mau hujan lagi. Bareng Wicky aja gih! Kan searah." Usul Jully yang langsung ditolak Raning dengan cepat.
"Gak usah! Beneran kok aku bisa naik angkot, gak bakal nunggu lama juga."
Wicky ingin membuka mulutnya namun didahului Ale,
"Biar sama aku aja, jalanku juga searah kok dengan rumahnya Raning." Ale menawarkan diri, dia menangkap ketidaknyamanan Raning bila harus pulang dibonceng Wicky, Ale juga merasa gak enak karena bagaimanapun ketidaknyamanan Raning tidak luput dari rencnanya bersama Jully. Raning menghela lega karena Aleando menyelamatkannya dan Wicky juga bisa bernapas lega karena bisa terhindar dari rasa canggung ini. Dia berbisik ke Ale,
"Makasih ya bro." Bisik Wicky sambil menepuk pundak Ale.
"Santai aja kali, makanya jangan berulah!" Sindir Ale yang dibalas deheman oleh Wicky.
Akhirnya mereka meninggalkan rumah Jully satu persatu, Jully sempat mengerlingkan sebelah matanya ke Aleando tanda semuanya berjalan lancar saat cowok itu melintas dihadapannya.
"Mata kamu kenapa beb? Kelilipan?"
Duhhh... Kansariiiiii......!!
Bersambung...