
Setiap hari Elle menikmati perannya dengan suka cita. Sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya yang menggemaskan,senyuman tak lepas menghias di bibirnya, melihat pertumbuhan Kaisar dan Kanaya setiap harinya.
Selesai membuat salad buah, Elle segera membawanya ke ruang tamu. Di sana tampak ramai melihat anak anak yang tengah bermain bersama. "Anak anak mommy bawakan salad buah ini. " ucapnya dengan nada lembut penuh keibuan.
"Atu mau. " pekik Naya. Naya berlari menghampiri sang mommy, disusul yang lainnya. Elle menggeleng, melihat kelakuan Kaisar dan Kanaya yang saling berebut salad.
"Kak ngalah dong dari naya. " cebik Kanaya. Kaisar hanya bersikap acuh, mengunyah potongan buahnya dengan lahap mengabaikan adiknya yang cemberut. Dari kejauhan Maxton tertawa geli melihat sikap putera sulungnya yang sama persis seperti dirinya.
buah jatuh tak jauh dari pohonnya, hal itulah peribahasa yang mungkin cocok untuk menggambarkan antara sikap Max dan Kaisar. Alvaro ikut menyunggingkan senyum tulusnya, tak ada rasa iri dalam hatinya namun mengingat statusnya membuatnya bimbang. Entah kenapa dia merasa egois memikirkan dirinya sendiri, sementara Rion masih membutuhkan sosok seorang ibu.
Max menoleh ke samping, menepuk pundaknya pelan dan berkata. "Bukalah pintu hatimu Alvaro, Rion membutuhkan sosok ibu untuk dirinya. " ujar Max dengan bijak.
Alvaro hanya diam tak menanggapi perkataan Maxton. Tatapannya kini tertuju pada Arion puteranya yang tengah bermain bersama si kembar, Kaisar dan Kanaya. Max membuang nafas berat, bangkit dan berjalan menghampiri istrinya.
Entahlah apa yang tengah dipikirkan Alvaro. Hanya tuhan dan dia yang tahu. Max memilih merangkul mesra wanitanya membuat Mike dan Caramel berdecak kesal. "Hei masih ada kami Maxton, hentikan kecupanmu itu. " geram Caramel dengan nada sinis.
"Mike urusi singa betinamu ini. " Caramel mendelik tak terima atas ucapan Maxton. Mike terkekeh, segera merangkul istrinya dari samping. Daddy Kendrick dan Mommy Rose hanya bisa tersenyum geli melihat para pria dewasa yang masih kekanakan tersebut. "Dasar kayak bocah saja. " dengus Daddy Kendrick.
Sementara Rean dan Kenan memilih duduk menjauh, mengingat mereka tidak memiliki pasangan wkwkwk. 😂 Suara langkah kaki memasuki mansion. "Kak Elle. " pekik Liana dengan hebohnya.
Semua orang menoleh kearahnya. Berliana nampak tersenyum canggung, melihat dirinya menjadi pusat perhatian. Tatapannya pun bertemu dengan manik hitam milik Dexter, Liana segera mengalihkan pandangannya. "Menakutkan. " batinnya.
Liana berjalan cepat menghampiri kakak dan iparnya kemudian duduk di sofa dan berkata. "Kak, em aku udah putusin mau tinggal di indonesia saja kak. " serunya.
Kedua mata Elle berbinar, raut sumringah tercetak di wajahnya. "Bagus dong Li, akhirnya kamu enggak balik ke negara kangguru itu. " ledek Elle. Liana nampak tertawa nyaring mendengar cibiran dari kakaknya itu.
"Oh ayolah kakakku sayang Negara Australia, negara yang indah lho kak. Lagian disana aku kuliah sekaligus bekerja. " Elle hanya mengangguk, membiarkan penjelasan panjang lebar dari adiknya.
"Kaiser, Kanaya. " Kedua bocah cilik itupun menoleh, Kanaya segera menghampiri bibinya tersebut.
"Onty Liana. Naya mau es krim. " Liana segera membawanya keatas pangkuannya. Dia usap kepala keponakannya dengan gemas.
Hah aku harap kelak bisa memiliki anak selucu dan menggemaskan seperti Kanaya. Entahlah dia hanya bisa pasrah akan garis takdir dari Tuhan untuknya, meski melalui jalan yang lika liku.
Liana tidak tahu jalan cintanya akan seberat apa. Ada jurang pemisah yang sangat dalam untuk bersatu dengan pangeran hatinya kelak. Kanaya nampak mengerutkan dahi, melihat bibinya melamun. "Onty Liana. " panggilnya pelan.
"Eh iya sayang, maafin onty yang melamun. Liana tersenyum kikuk, membawa Kanaya kedalam pelukannya. Elle dan Max mengulum senyumnya melihat interaksi keduanya.
Liana melirik kearah Kaisar dan berkata. "Kaisar sayang sini, Onty mau peluk kamu. "
Kaisar menggeleng. Dia menatap auntynya dengan tatapan datarnya. "No, aku bukan anak kecil lagi Onty. " tolaknya. Liana merasa tidak percaya dengan sikap menyebalkan keponakan tampannya itu. Mike tertawa terbahak bahak, melihat wajah cemberut adik dari Elle tersebut.
Hahahaha suara tawa menggema dalam ruangan. Liana tampak kesal dan memilih diam,Kanaya menatap iba auntynya tersebut. "Cudahlah Onty, kak Kaisar memang nyebein lain kali jangan belikan dia mainan lagi. " adunya sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kaisar dan Max sama sama menyebalkan. Anak dan ayah sama saja. Rean nampak tertawa puas menjahili Maxton yang kini melotot kearahnya.
"Paman Rean diam saja. Lebih baik pikirin, bagaimana cara supaya aku punya aunty dari uncle Rean. " cetus Kaisar dengan wajah datarnya. Rean langsung bungkam, membuat Max tertawa keras melihat Rean yang diam tak berkutik. Kenan segera menepuk pundak sahabatnya tersebut.
"Terima nasib saja Rean. "
Rean mengangguk. Dia melirik sinis kearah Max yang masih menertawakan dirinya ditambah Alvaro yang ikut ikutan.
poor Rean.
Canda tawa terus meramaikan sore mereka kala itu. Ditambah tingkah laku Kanaya yang membuat semua orang merasa gemas. Meski Kaisar sering menjahili adiknya, namun dia sebenarnya sangat menyayangi Kanaya.
Elle pov
Sean, apa kamu tahu kedua keponakanmu tumbuh menjadi anak anak lucu dan cerdas. Bukankah kamu merindukan mereka Sean, kembalilah. Segera kembalilah dan berkumpul bersama Alvaro, Rion serta kedua orang tua kalian. Aku berharap di sana kamu juga menemukan kebahagiaanmu sendiri Sean tanpa terbayang bayang masa lalu.
End