
Happy Reading!
Sementara di apartemennya, Renata kini tengah berkemas.Dia memasukkan semua pakaiannya ke dalam tasnya.Ya Renata memutuskan akan pindah rumah untuk menghilangkan kesedihan dan penyesalan dirinya akibat kehilangan janinnya kemarin.
"Semuanya telah berakhir sekarang. " gumam Renata pelan.
Setelah selesai berkemas Renata meraih tasnya dan menyeret kopernya ke luar dari kamar serta apartemen.
Matanya melotot melihat Nicholas sudah berada di depan apartemennya.Renata segera menguasai dirinya dan menatap Nicholas datar.
Nicholas berjalan mendekatinya dan grep langsung memeluk wanitanya.Renata berusaha memberontak namun hanya sia sia karena kalah tenaga dan akhirnya memilih pasrah.
"Jangan pergi Renata! Jika kamu masih membenciku silakan saja tembak aku sampai aku mati agar kebencianmu terbayarkan. " bisik Nicholas dengan lirih.
Renata hanya diam meskipun sebenarnya hatinya terkoyak mendengar pernyataan Nicholas barusan.Renata membuang nafas berat lalu mendorong tubuh Nicholas hingga pelukannya terlepas.
"Lupakan aku Nicho dan biarkan aku pergi selain itu fokuslah pada musuh musuhmu. " tegas Renata.
Renata pergi dari hadapan Nicholas sambil menyeret kopernya. Nicholas berdecak kesal dan bergegas menyusul wanitanya yang telqh pergi.
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi Rena. " teriak Nicholas.
Tanpa aba Nicholas merebut koper Renata lalu menaruhnya di kursi belakang setelah itu membopong tubuh Renata dan memasukkan dalam mobil lalu melaju dengan kencang mengabaikan protes Renata.
"Aku sudah memaafkanmu! Sekarang aku ingin sendiri saat ini Nich apa kamu tidak bisa membuatku tenang tanpa mengangguku. " lirihnya sambil memalingkan wajahnya.
Nicholas memilih diam dan fokus menyetir hingga tak lama kemudian mereka sampai di sebuah gereja.Renata mengerutkan dahinya lalu menoleh ke samping.
"Ayo kita ke luar dan ambilah paperbag di kursi belakang lalu kita harus bersiap. " ujar Nicholas.
Renata hanya diam namun menuruti perkataan Nicholas.Mereka turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam gereja.
Skip
Renata tampil cantik dengan gaun yang dikenakannya saat ini. Kini Dia melangkah menuju ke tempat di mana Nicholas berdiri.Si sana ada Gladys, Zach dan lainnya yang menjadi saksi pernikahan mereka.
"Saudara Nicholas Shawn Walter bersediakah engkau menerima Renata Violetta Rawn sebagai istrimu dalam suka maupun duka. " ujar pendeta.
"Ya saya bersedia!
"Saudari Renata Violetta Rawn bersediakah menerima Nicholas Shawn Walter sebagai suamimu!
Renata terdiam dan tatapannya kini tertuju pada Nicholas.
"Ya saya bersedia!
Nicholas merasa sangat senang mendengar jawaban Renata barusan.Gladys dan lainnya ikut bahagia melihat keduanya akhirnya bersatu dalam pernikahan.
"Silakan pasangkan cincinnya. "
Kedua pengantin saling memasangkan cincin ke jari pasangan.Nicholas meraih tangan istrinya setelah itu mengecupnya lembut setelah itu menatap istrinya penuh cinta.
"Maaf atas keegoisanku dan ketidak percayaanku yang membuatmu menderita sayang. " sesal Nicholas.
Gladys yang melihatnya tentu saja ikut menangis bahagia melihat sahabatnya bahagia bersama Nicholas.Zach segera merangkul pinggang istrinya dan mengelus perut buncit Gladys.
"Renata, Nicholas aku harap kalian selalu bahagia sampai akhir hayat! batin Gladys penuh harap.
Mereka semua langsung menghampiri kedua pengantin dan memberikan ucapan selamat sama mereka.Zach sudah memerintahkan para anggotanya untuk berjaga jaga selama pemberkatan berlangsung.
"Sebaiknya kita ke mansion Nich untuk melanjutkan pestanya. " terang Zach.
"Iya Boss benar! sahut Hendery.
Mereka semua ke luar dari gereja dan masuk ke dalam mobil masing masing.
Di Mansion Nicholas
Kini keluarga dan para tamu tengah menikmati hidangan yang tersedia.Para anggota Black Sword tengah bercanda tawa bersama menikmati pesta dengan suka cinta.Sesekali Zach dan Nicholas melirik para istri mereka yang tengah berbincang bersama Yuri serta Clara yang turut hadir dalam pesta.
"Jangan kecewakan istrimu Nich! Apapun yang terjadi percaya, lindungi dan cintai Renata sepenuh hatimu.Meskipun kita mafia yang penuh dosa dan ingatlah jangan pernah bersikap kasar pada wanita yang kita cintai. " tegur Zach.
"Meskipun lebai tapi itulah kenyataannya Jika kita kehilangan wanita dicintainya hidup kita akan tak berarti apa apa. "
"Iya Zach kamu benar. Kejadian kemarin telah memberi pelajaran berharga bagiku. " tatapan Nicholas tak lepas dari istri yang baru dinikahinya tadi.
Kakak beradik tersebut langsung menghampiri para istri mereka.Yuri dan Clara langsunv menyingkir membiarkan kedua sahabatnya bersama suami suami mereka.
Seperti biasa tanpa ada rasa malu Nicholas mengecup bibir Renata begitu juga halnya dengan Zach yang melakukan hal yang sama pada Gladys. Kedua wanita tersebut langsung blushing setelah ciuman mereka masing masing terlepas.
"Aku janji akan membuatmu selalu bahagia sayang. " bisik Nicholas.
"Iya Hubby aku percaya kamu. " jawab Renata dengan lirih.
"Ya sudah aku dan Zach pergi ke sana dulu mau ambil makanan. " ujar Gladys.
"Iya Dys pergilah!
Zach merangkul pinggang istrinya lalu berlalu dari hadapan mempelai pengantin.Dia langsung menyuruh istrinya duduk kemudian mengambilkan makanan dan minuman untuk istri tercinta.
"Terimakasih Hubby sekarang aku kenyang! Gladys tersenyum sambil mengelus perutnya.
"Iya sama sama Sweety. "
Dari Kejauhan Erick dan Tomy hanya bisa menangisi kejombloan mereka yang sampai saat ini belum menemukan tambatan hati melihat kemesraan boss dan sahabat mereka dengan para istrinya.
"Apa kita lampiaskan hasrat kita pada j***ng di club. " cetus Erick asal.
Plak Tomy merasa kesal dan mengeplak kepala Erick dengan seenaknya.Erick meringis kesakitan dan langsung melirik sinis padanya.
"Kita memang bukan pria suci dan baik tapi setidaknya memiliki pasangan yang baik bukan j******ng bodoh. " maki Tomy tidak terima.
Tbc
Jangan lupa hadiah dan votenya ya hehe