
Kingston Dominic Agrarira merupakan pewaris sekaligus putera mahkota dari kerajaan Italia ( Regno d'l italia ) yang terkenal dengan kekejaman dan Kelicikannya dalam melawan musuh musuhnya mereka yang ada di berbagai negara. Selain itu Dia juga merupakan pemimpin dalam perusahaan Dominic Group yang ada di Indonesia yang diwariskan oleh ayahnya yang telah tiada.
Dengan kekuasaan yang dia miliki, Agra mampu mendapatkan apapun yang dia inginkan termasuk gadis yang menjadi milik musuhnya.
Agra kini tengah menyesap teh hijau yang disediakan oleh pelayannya.Setelah itu kembali berbincang dengan penasehat istana yang sangat dia percayai.
"Menurutmu apa yang harus aku lakukan agar aku bisa mendapatkan Gladys? " tanya Agra dengan tenang.
"Lakukan dengan cara yang halus dan terencana Yang Mulia karena lawan anda bukanlah sembarang orang. " ucap Roy sang penasehat.
"Ya musuhku adalah seorang leader mafia terbesar di indonesia. " terangnya tanpa ada rasa takut sedikitpun.
"Baiklah sepertinya aku ada ide tapi sebelum itu tata ulang dekorasi ruangan istana supaya kelak wanitaku tiba dia bisa nyaman tinggal di istana ini. " seru putera mahkota Agra.
"Baik Yang Mulia aku akan memerintahkan para pelayan untuk mengerjakan perintah Yang Mulia. " balas Roy sang penasehat.
"Saya permisi dulu Yang Mulia. " penasehat Roy langsung pergi dari hadapan Agra.
Sementara Putera mahkota kembali menyesap teh hijaunya dengan tenang sambil membayangkan wajah calon istrinya.Setelah itu beranjak dari lobby menuju ke ruang tamu istana.
Dua orang wanita berbeda usia memberikan hormat pada putera mahkota Agra setelah itu mereka kembali duduk.Putera mahkota menatap keduanya sambil tersenyum hangat.
"Ada apa Ibunda dan puteri mahkota Victoria menunggu saya di sini? " tanya Agra dengan ramah.
"Putera Mahkota bisakah Anda membatalkan niat anda mencari istri lagi apa hamba tidak cukup bagi Anda Yang Mulia? " tanya Victoria dengan sopan.
"Sebentar lagi Aku akan naik takhta menjadi Raja dan aku perlu seorang istri untuk mngandung calon penerusku lagian seorang raja punya hak memiliki istri lebih dari satu puteri mahkota. " terang Agra sambil tersenyum.
Puteri Mahkota Victoria langsung tertunduk lesu mendengar jawaban putera mahkota Agra yang tetap pada keinginannya.Ibunda Helena langsung mengenggam tangan menantunya dengan erat.
"Tenanglah puteri mahkota biar Ibunda yang menasehatinya. " bisik Ibunda Helena dengan pelan.
"Iya Ibunda. " jawab Puteri mahkota pelan.
Ibunda Helena kembali menatap putera mahkota dengan tatapan lekatnya dan sesekali menghembuskan nafasnya panjang.
"Sebenarnya seperti apa kriteria calon selirmu putera mahkota hingga kamu bersikeras ingin datang ke indonesia! Ibunda Helena merasa penasaran dengan sosok yang diinginkan puteranya.
Putera mahkota Agra tersenyum tipis melihat rasa penasaran ibundanya tentang gadis pujaan hatinya.Sedangkan Puteri Mahkota Victoria yang melihat senyuman suaminya hanya bisa tersenyum kecut.
"Dia gadis yang cantik, berani dan unik Ibunda makanya aku menyukainya dan ingin segera mempersuntingnya menjadi istriku karena karakternya mampu mengimbangiku. " ujar Agra sambil tersenyum tenang menutupi kenyataannya.
Putera Mahkota Agra tersenyum puas mendengar ucapan sang ibunda.Sedangkan Victoria hanya bisa mengepalkan tangannya dan bersikap pasrah atas keinginan suaminya tersebut.
"Seperti apa sih gadis yang menjadi pujaan hati Agra. " batin Victoria bertanya tanya.
"Lalu kapan kamu akan ke Indonesia Agra? " tanya Ibunda dengan lembut.
"Tak lama lagi Bunda setelah saya selesai menyelesaikan pekerjaan dan tugas di istana ini. " sahutnya.
Ibunda manggut manggut mendengarnya namun setelah itu mereka kembali berbincang dengan topik pembicaraan yang lain.
Beberapa saat kemudian
Ponsel Agra berbunyi membuat perhatian Agra teralihkan.Dia langsung menekan tombol hijau dalam ponselnya setelah tahu orang suruhannya di indonesia yang menghubungi dirinya.
"Bagaimana hasilnya ada kabar apa di sana? " tanya Agra.
"Begini Yang Mulia saya dapat kabar bahwa wanita bernama Gladys tengah hamil
sekarang. " ungkap Felix.
Agra mengeraskan rahangnya mendengar kabar yang disampaikan Felix padanya barusan.Dia sangat kecewa bahwa wanita yang dia kagumi tengah hamil anak pria lain.
"Selain itu kabar apalagi yang kamu dapatkan? " cecar Agra.
"Tidak ada Yang Mulia karena ternyata salah satu dari anggota Black Sword telah menutup akses agar informasi mereka tidak bocor pada siapapun. " imbuhnya.
Tut Arga langsung mematikan sambungan teleponnya.Dia benar benar merasa sangat geram dan kecewa dengan apa yang didengarnya.
Dari kejauhan puteri mahkota mencuri dengar pembicaraan Agra di telepon.Diam diam Victoria tersenyum senang mendengarnya setelah itu pergi dari sana sebelum ketahuan Arga.
Di Kamar Victoria
Puteri mahkota berjalan mondar mandir dan terlihat tengah memikirkan rencana agar statusnya tidak terganti dengan wanita lain.Dia meraih ponselnya kemudian menghubungi seseorang untuk mencari tahu siapa yang dimaksud putera mahkota Arga.
Setelah selesai Victoria meletakkan ponselnya di laci meja.
"Jadi wanita itu telah hamil setidaknya aku merasa lega karena gelarku sebagai calon Ratu di Istana Marley ini tidak tergeser olehnya. " gumam Victoria senang.
Puteri mahkota Victoria langsung duduk di atas ranjangnya sambil membuang nafasnya panjang.Dia merasa tidakboleh tinggal diam dan harus melakukan sesuatu agar posisinya tidak terancam.
"Namun Agra jika sudah berkeinginan maka apapun dia harus mendapatkannya. " ucap Victoria dengan pelan.
TBC