
Dua hari kemudian
Menggunakan pesawat pribadi Weil corp menuju ke tanah air kini akhirnya Max dan Elle tiba di bandara.Anak buah Max sudah datang menjemput mereka dan keduanya masuk mobil setelah itu melesat meninggalkan bandara diikuti beberapa mobil dibelakangnya.
"Ferdi, kita pergi ke rumah sakit dulu. " perintah Max.
"Siap boss. " jawab Ferdi singkat.
Max kembali mengusap lembut perut buncit istrinya dengan lembut.Elle tersenyum tipis merasakan kehangatan saat sang suami memyentuh perutnya.
30 menit kemudian
Max membantu istrinya turun dari mobil setelah itu menuntunnya masuk ke dalam rumah sakit.Keduanya langsung pergi ke ruangan dokter dan masuk ke dalam.
"Mari Nyonya silakan berbaring. " ucap Dokter Fenita.
Setelah Elle berbaring dokterpun segera melakukan pemeriksaan pada kehamilam Elle.
"Janin dalam kandungan istri anda sangat sehat. " seru Dokter.
"Bagaimana dengan jenis kelaminnya dokter. " cecar Maxton.
Dokter Fenita langsung melakukan usg pada perut Elle.Setelah itu dia menunjuk dua titik dalam layar komputer.
"Nah lihatlah Nyonya, Tuan kalian akan memiliki sepasang anak dan jenis kelaminnya laki laki dan perempuan. " terang dokter.
Max merasa sangat bahagia mendengar penjelasan dokter barusan dan tatapannya beralih pada sang istri sambil tersenyum lebar. Dokter segera mengoleskan gel pada perut Elle setelah itu mengeprint hasil usgnya.
Max dengan sigap membantu istrinya bangun dan turun dari bangsal.Dokter tersenyum kearah pasangan suami isteri tersebut sambil menyerahkan hasil usgnya.
"Ini hasilnya Nyonya dan juga vitaminnya. " ucap Dokter sambil tersenyum.
"Terimakasih dokter. " Elle menerimanya lalu mereka ke luar dari ruangan dokter.
Maxton menuntun istrinya ke luar dari rumah sakit dan masuk ke mobil.Ferdi langsung melajukan mobilnya meninggalkan area rumah sakit.
Selama perjalanan pulang tak henti hentinya Max menciumi wajah istri tercintanya.Elle menangkup wajah suaminya dan menampilkan senyum manisnya.
"Terimakasih sayang kamu mau menggandung calon anak dari pria breng****k sepertiku. " ujarnya tulus.
"Sst jangan berkata seperti itu hubby. " protes Elle pada suaminya.
Memakan waktu setengah jam akhirnya mereka sampai di mansion Maxton.Maxton turun dari mobil lalu membopong istrinya masuk ke dalam.Sementara Ferdi mengambil koper koper bosnya lalu membawanya ke dalam mansion.
Skip di dalam kamar
Max menelan ludahnya kasar melihat istrinya berpenampilan seksi.Dia ingin merasakan miliknya masuk dalam lembah istrinya.Melihat tatapan sang suami membuat Elle bersalah karena selama ini dirinya enggan melayani kebutuhan biologis Maxton.
"Hubby kemarilah dan sentuhlah aku. " pinta Elle sambil tersenyum.
Mendapatkan lampu hijau dari istrinya Max langsung melepaskan pakaiannya hingga polos setelah itu naik ke ranjang dan segera merobek lingerie sang istri.Elle tampak sangat seksi dengan perut buncitnya.
Max langsung menjamah lekuk tubuh sang istri lalu memyatukan tubuh mereka setelah itu hanya erangan dan desahan saling menyahut dalam kamar suami istri tersebut.
*bayangkan sendiri aja 😂😳
Dua jam berlalu
Elle menghapus peluh yang ada didahi suaminya dengan lembut setelah itu mengusap dada Max yang dipenuhi bulu bulu halus.Max tersenyum puas kearah istrinya dan menatapnya penuh cinta.Tatapan Max turun ke perut buncit sang istri lalu mengusapnya lembut dan memberikan kecupan di sana.
"Kalian sehat sehat di perut mommy ya
sayang. " ucap Max dengan pelan.
Setelah itu Max membawa istrinya ke kamar mandi. Beberapa menit berlalu mereka ke luar dan segera berganti pakaian.Max mengganti sprei dan selimutnya dengan yang baru.
Max dan Elle kembali berbaring di ranjang dengan tangan Max diatas perut Elle.Tatapan Elle dan Max bertemu dan saling mengunci satu sama lain.
"Sean mengajakku ketemuan honey. " ungkap Max.
"Enggak aku enggak izinin kamu pergi! Aku tidak ingin kamu kenapa kenapa hubby. " ucapnya dengan nada khawatir.
"Maaf sayang aku tetap akan pergi tapi percayalah aku akan baik baik saja. " terang Maxton.
Maxton mencium kening istrinya sekilas setelah itu turun dari ranjang dan menghubungi nomor Sean.
"Dimana kita akan bertemu!
"Di jalan xxx no xx dan aku tunggu kedatanganmu besok dan kupastikan aku akan merebut Elle darimu sialan. " geram Sean diujung sana.
Maxton memutus sambungan teleponnya dan meletakkan ponselnya di meja.Elle merasa khawatir pertemuan suaminya dengan Sean akan berakhir dengan pertumpahan darah. Diapun memutuskan ke luar dari kamar membiarkan istri tercintanya beristirahat.
Elle melirik jam weker menunjukkan angka 11.00 siang setelah itu kembali membuang nafas kasar.Tatapannya beralih pada perut buncitnya dan mengusapnya sayang.
"Sayang mommy bingung bagaimana mencegah kepergian Daddy kamu yang ingin bertemu Uncle kalian yaitu Uncle Sean. " gumam Elle risau.
💔💔
Di ruangan rahasianya Max kini menyiapkan pistol dan belati untuk pertemuannya besok dengan Sean.Ya keputusannya sudah bulat untuk membalaskan dendamnya pada anggota keluarga Walter terutama Alvaro dan Sean meskipun mengorbankan nyawanya.
Setelah selesai Maxpun ke luar dari sana dan terkejut melihat istrinya kini datang menghampirinya.Max bergegas menghampiri Elle yang kini tengah menatapnya.
"Honey kenapa kamu ke luar dari kamar hn! cecar Maxton.
"Bisakah kamu tunda pertemuanmu dengan Sean, hubby. " pinta Elle.
"Kenapa Elle apa kamu takut aku melukai adik dari pria yang kamu cintai itu. " tebak Maxton dengan tatapan datarnya.
Elle berdenyut sakit mendengar tuduhan suaminya.Padahal dirinya mengkhawatirkan keadaan Maxton tapi Maxton berdikir negatif tentang dirinya.
"Aku hanya tidak ingin ada pertumpahan darah lagi Max bukan seperti apa yang kamu tuduhkan padaku dan aku hanya ingin melihat kamu dan Sean berdamai. " ujar Elle dengan jujur.
Elle berbalik dan melangkahkan kakinya menjauh dari hadapan suaminya.Dia memilih pergi ke dapur untuk menenangkan hatinya yang kecewa pada Max.Max tersadar telah melukai dan menyinggung perasaaan istrinya barusan.
Max bergegas menyusul istrinya ke dapur.Di sana dia melihat Elle tengah meneguk minuman setelah itu berbalik dan memasang wajah datar kearahnya.Maxpun langsung berlutut di hadapan istri yang dicintainya itu.
"Maafkan aku yang menyakiti hatimu sayang. " ujar Max dengan penuh penyesalan.
"Berdirilah hubby kamu tak pantas untuk berlutut padaku. " ucap Elle.
Maxpun kembali berdiri dan membawa istrinya ke dalam pelukannya meskipun terhalang perut buncit Elle.Setelah itu mengajaknya pergi dari sana dan duduk di sofa ruang tamu.
"Kamu besok kembali harus selamat dan aku tidak mau jadi Janda sayang. " ujar Elle dengan penuh penekanan.
"Iya Sayang itu pasti demi kamu dan calon anak kita dalam perutmu. " balas Max tersenyum tipis.
"Bagaimana kalau kita pergi mansion Daddy Kendrick. " tawar Max.
"Ayo sayang. " ujarnya antusias.
Max sangat senang melihat senyuman dan tawa menghias diwajah cantik istrinya tersebut. Merekapun bangkit dan berlalu pergi ke luar dari mansion dan masuk ke mobil. Ferdi melajukan mobilnya dikawal beberapa anak buah Max demi keamanan istrinya.
TBC