Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Kacau



Author masuk shift siang dan sempet2 in nulis saat jam istirahat. So jangan lupa berikan dukungan kalian pada author dengan memberi vote dan GIFT


sekian terima gaji...


Happy Reading guys!!!


Malam harinya di Rumah sakit


Kini Renata yang menjaga Gladys di rumah sakit sementara Zach dan Nicholas pergi ke markas untuk membalaskan dendam mereka.


Ya ruangan rawat Gladys adalah VIP khusus di mana ada satu ranjang lagi letaknya di sudut ruangan serta ada meja dan sofa.Selain itu perlengkapan juga sudah ada di sana karena memang sudah dipersiapkan oleh Zachary demi kenyamanan sang istri.


"Dys segeralah bangun karena puteramu baby Al sangat membutuhkanmu apalagi suamimu Zachary.Jangan biarkan kegelapan menguasai hatinya kembali Dys. " ucap Renata menjeda pernyataannya.


"Kamu cahaya hidup Zach Dys cepatlah bangun aku mohon. " pintanya sambil menghapus air matanya yang mengenangi pelupuk matanya.


Melihat sang sahabat tak bergerak dan masih menutup matanya membuat Renata membuang nafas berat.Diapun beranjak dari samping Gladys dan berpindah duduk di sofa dan mengistirahatkan dirinya di sana.


Sementara Zachary kini di dampingi Nicholas menatap remeh kearah Agra dan juga Victoria. Tatapannya kian menggelap mengingat bayang bayang istrinya yang terkapar dengan kondisi mengenaskan.


"Hendery berikan pedangnya padaku. " ujar Zachary setelah selesai menggenakan sarung tangan.


Hendery langsung mengambil pedangnya lalu memberikannya pada Zach.Dengan kejinya dia langsung memotong kedua tangan Victoria tanpa ampun.


"Aaahhhhh. " jerit Victoria kesakiran menggema dalam ruangan eksekusi.


Erick yang melihat pemandangan di depqnnya merasa bergidik dan hampir mual melihat darah terus mengucur dari tangan Victoria.


"Itu hadiah dariku sekaligus balasan atas apa yang kamu lakukan pada istriku sialan. " maki Zach dengan nafas memburu dipenuhi emosi.


Zach belum merasakan puas dan dengan keji dan kejamnya menyayat tubuh victoria di hadapan Agra.Satu jam kemudian Dia melempar pedangnya kesembarang arah setelah menghabisi Victoria.


"Buang potongan tubuh wanita sialan itu sejauh mungkin dan untuk Agra biarkan dia membusuk di sini. Aku akan menyiksanya secara perlahan. " terang Zach.


Zach langsung bergegas pergi Diikuti Nicholas. Menyisakan para inti BS yang sibuk membereskan ceceran potongan tubuh dan sambil mereka menahan mual.


Zach langsung pergi ke mansionnya yang baru.


Sampai di sana dia segera membersihkan diri dan berganti pakaian.Setelah selesai Zach memghampiri paman dan bibinya yang menjaga baby Al di kamar.


"Bibi bagaimana apakah puteraku tadi rewel? " tanya Zach sambil menatap puteranya yang ada dalam box bayi.


"Dia sangat anteng dan penurut nak dan hanya rewel saat dia merasa haus dan lapar. " sambung Bibi Emma.


"Tolong jaga baby Alvaro dulu Bi, Aku mau pergi ke rumah sakit. "


Zach mengangguk lalu mencium kening puteranya sekilas setelah itu berlalu ke luar dari mansion.Melajukan mobilnya kencang menuju ke rumah sakit di mana istrinya terbaring koma.


Skip Di rumah sakit


Zach masuk ke dalam ruangan istrinya


Dia memperhatikan Nicholas yang membopong Renata yang tertidur lalu membawanya ke luar dan berlalu pergi.Kini tatapan Zach beralih pada istrinya yang masih setia menutup matanya.


Cup Zach mencium kening istrinya dengan lembut.


"Good Night sayang semoga mimpi indah. " bisik Zach sambil tersenyum getir.


Merasa tubuhnya letih, Zach memutuskan berbaring di sofa setelah itu memejamkan matanya agar besok tubuhnya kembali fit.


🍁🍁💕💕


Cahaya mentari menyinari bumi dan sinarnya memancarkan cahaya disetiap sudut ruangan melalui celah gorden yang di buka Zachary.


Kini Zachary terlihat segar karena saat istrinya bangun nanti dia tidak ingin Gladys memarahi dirinya.Setelah itu berbalik dan bergegas menghampiri sang istri kemudian meraih tangannya dan mengenggamnya erat.


"Selamat pagi istriku! Sampai kapan kamu tidur sayang apakah kamu tidak merindukan aku dan putera kita hemm. Baby Al sangat sangat membutuhkan kamu honey cepatlah bangun. " rayu Zachary.


Zachary menahan air matanya dengan sekuat tenaga.Hanya penyesalan yang kini dia rasakan melihat keadaan istrinya.Dia merindukan senyum, sikap manja dan perhatian Gladys yang ditujukan untuknya.


Hiks hiks hiks air matanya pun akhirnya jatuh. Dia tidak peduli dikatain cengeng dan Zach berharap istrinya mendengar apa yang dikatakannya barusan.


"Jika Kamu marah padaku bangunlah sayang dan pukul aku sepuasnya jangan kamu hukum aku seperti ini. " racau Zach sambil menangis.


"Apakah kamu tidak ingin melihat putera kita yang kamu lahirkan sayang Baby Alvaro Dominic Walter namanya. " seru Zach.


Keadaan Gladys masihlah sama yaitu menutup matanya dan tak bergerak.Zach hampir putus asa karena istrinya tak kunjung membuka matanya.


Dari balik pintu Bibi Emma dan lainnya ikut menangis dan merasa kasihan dengan Zachary yang terlihat putus asa.Renata menggendong baby Al dan sesekali menciumnya lembut.


"Maafkan aunty ya sayang aunty tidak bisa membuat mommy kamu segera tersadar dari komanya. " ucap Renata lirih.


"Honey kita jangan menyerah harus terus membisikkan kata kata penyemangat untuk Gladys supaya cepat sadar. " sahut Nicholas.


"Kamu benar hubby. " balasnya.


Merekapun kembali memperhatikan Zachary dari luar ruangan.Mereka semua tidak bisa berbuat apapun hanya bisa menunggu keajaiban dari Tuhan.


TBC