
Jam 03.00 sore di mansion Mike, Rean dan Kenan kini tengah berkumpul bersama Dexter tanpa kehadiran Sean dan Alvaro.Mereka semua berniat memperketat pengamanan yang ada di inti BSG sesekali membahas hal hal absurd.
"Oh ya Dexter, Adelia 'kan masih jomblo bagaimana kalau adikmu itu jadi kekasihku. " ucap Kenan sambil melirik sahabatnya tersebut.
Dexter langsung memberikan tatapan lasernya pada Kenan. Kenan terkekeh melihatnya dan semakin semangat menjahili pria kaku dan dingin kayak es tersebut. "Bagaimana calon kakak ipar kamu pasti setuju 'kan. " godanya.
Buahaahaha suara tawa para inti BSG langsung pecah mendengar panggilan Kennan untuk Dexter.Dexter melirik sinis kearah Kennan yang kini tersenyum tanpa dosa kearahnya.
"Mati saja kau Ken. " umpatnya.
Kennan tertawa terbahak bahak melihat raut Dexter yang tengah menahan kekesalannya dan dia merasa puas berhasil menjahili Dekter.
"Kenapa kalian ketawa! suara lembut dan manis mengalihkan perhatian para pria tersebut.Kennan langsung menoleh dan tersenyum lebar melihat kedatangan Adelia, adik Dekter.
"Kemarilah Adel. " Kennan menepuk nepuk sofa disebelahnya yang kosong. Adelia berjalan menghampiri mereka lalu duduk disebelah Kenan.
"Oh ya Del kamu mau enggak jadi pacar aku. " ucap Kennan tanpa basa basi. Kennan memberikan senyuman manis pada adik dari sahabatnya tersebut.
Adel terdiam dengan raut terkejut mendengar permintaan Kenan padanya. Diapun menghela nafas pelan setelah itu melirik Kenan lagi.
"Enggak bisa Ken aku sudah punya kekasih. " wajah percaya diri Kenan langsung lenyap mendengar ucapan Adelia.
Para sahabat Kenan tertawa puas melihat raut kecewa Kenan termasuk Dekter. Dekter melirik kearah adiknya dengan tatapan penuh intimidasi. Adelia mengaruk tengkuknya yang tidak gatal melihat sorot mata saudaranya itu.
"Mampus kau Kenan.ditolak Adelia haha. " sembur Rean dengan tawa laknatnya membuat Kenan semakin jengkel.
"Dasar kawan laknat. " maki Kenan dengan wajah kesalnya.
pffft Rean masih saja menertawakannya bersama dengan Dexter.Adelia hanya bisa tersenyum canggung memperhatikan kakak dan para sahabatnya.
"Katakan pada kakak siapa kekasihmu Del. " desak Dexter dengan tatapan penuh intimidasi. Adelia menghela nafas berat mendengar pertanyaan dari kakaknya tersebut dan memilih bungkam.
Dekter hanya membuang nafas berat melihat adiknya terlihat ragu untuk mengatakan padanya siapa pria itu. "Baiklah terserah kamu asalkan pria itu bukan pria bre*******k. "
Wajah Adel berubah ceria mendengar penuturan dari kakaknya tersebut.Diapun bangkit dan berlalu meninggalkan kakak dan para sahabatnya menemui Bibi Renata, ibunya Mike.
Sepeninggal Adelia, Rean menatap kearah Dexer yang kembali memasang wajah datarnya.Dekterpun meliriknya dan menatapnya penuh tanda tanya, sambil berkata. "Apa. "
"Bagaimana denganmu Dex usiamu sudah cukup matang untuk mempunyai pasangan. " seru Rean. Dekter tersenyum menyeringai kearah sahabatnya tersebut.
"Lebih baik pikirkan dirimu yang telah mengecewakan Bibi Clara.Dasar perjaka tua. " ejek Dexter dengan raut datarnya seperti triplek.
Bug Merasa kesal Rean langsung melempar bantal kearah Dekter. Dekter dengan sigap menangkapnya dan tersenyum miring kearah Rean. "Kamu menyebalkan seperti Kenan Dex. " hardik Rean dengan sinis.
pesan Mike untuk Caramel
Caca sayang kamu sedang apa...
15 menit berlalu. Ponsel Mike bergetar dan akhirnya ada balasan dari Caramel.
Aku sedang nonton tv Mike. Jangan bilang kamu kangen sama aku?
Mike terkekeh tak menyangka macan betinanya bisa kepedean juga tapi nyatanya memang benar sih. Diapun membalas pesan Caramel :
"Tentu saja aku kangen sayang. Bersama para inti BSG membuatku sakit kepala. Lagian lebih enak bermesraan sama kamu honey karena mereka sangat absurd tapi sudahlah besok aku jemput kamu. "
"Tidak ada bantahan!
Caramel
haha.. rasakan itu dasar pemaksa😏
Mike berdecak membaca balasan pesan dari Caramel namun bibirnya tak bisa untuk tidak terus melengkungkan senyumnya yang menawan.Dia merasa sudah tidak sabar merebut hati macan betinanya itu lalu menjadikan Caramel istrinya serta ibu dari calon anak mereka.
"Aku pasti akan bahagia. " gumam Mike sambil senyum senyum sendiri.
Rean dan Kean hanya memgerutkan dahi melihat Mike yang senyum senyum sendiri.
Sedangkan Dexter hanya menatap mike acuh tak acuh. "Mike, Apa kamu sudah gila. " sambar Rean dengan nada meledeknya.
Mike tersentak dan melirik sinis kearah Rean yang terlihat menyebalkan baginya. "Yok kalau berani satu lawan satu dasar perjaka tua. " tantang Mike dengan wajah konyolnya.
"Ayo siapa takut. Dimana hayo? cepat
katakan. " desak Rean.
"Cih dasar kekanakan. " dengus Dexter dengan wajah datarnya seperti biasa.
Mike dan Rean langsung melirik sinis kearah Dekter. "Dasar beruang kutub. " hardik mereka secara bersamaan.
Dexter tak menyahutinya. Dia memilih diam dan sibuk dengan ponselnya mengabaikan para sahabat absurdnya itu.
TBC