Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Balas Dendam



Ehem sebenarnya author mau buat Gladys meninggal tapi pasti pada protes hahaha makanya enggak jadi 😈😂😏


baik hatikan author mueheeehehe


Happy Reading!


"Bagaimana keadaan istriku hah. " bentak Zach sambil menarik jas dokter Ezekhiel.


"Nak tenanglah biar dokter menjelaskan keadaan istrimu. " bujuk paman Albert.


Zach melepaskan cengkeramannya dengan kasar lalu menatap tajam dokter Eze.Dokter Ezekhiel membuang nafas berat hal itu membuat Zach berdecak kesal.


"Obat yang dipaksa masuk ke mulut istrimu adalah obat perusak syaraf dan kemungkinan istrimu akan mengalami koma jangka panjang. Untungnya bayi dalam kandungan Gladys kuat dan baik baik saja hingga bisa dioperasi Caesar tadi. " jelas Dokter Eze.


Deg bagai tersambar petir di siang hari tubuh Zach langsung luruh ke lantai mendengar keadaan istrinya.Paman Albert segera menguatkan keponakannya tersebut.


Hiks hiks Zach menitikkan air matanya merasakan kesakitan atas apa yang menimpa istrinya.Dia menyesal telah gagal melindungi sang istri tercinta hingga istrinya harus mengalami hal seperti ini.


"Zach kamu harus kuat sekarang dan cepatlah jenguk calon anak kalian yang telah lahir. " seru bibi Emma.


Zach kembali berdiri lalu bergegas menuju ke ruangan bayi dan disusul oleh yang lainnya. Mommy Riani menangis sesegukan dalam pelukan Daddy Hendra.


Hendery kembali dan memberikan pakaian ganti untuk bosnya tersebut. Zach menerimanya lalu bergegas pergi ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian


Zachary kembali lalu segera menggendong jagoan kecilnya dengan hati hati setelah itu pergi menuju di mana istrinya berbaring koma.



"Boy bantu Daddy membangunkan mommy kamu sayang. " gumamnya lirih menatap puteranya yang berada dalam gendongannya.



Zach beralih menatap wanita tercintanya yang terbaring koma sontak membuatnya menitikkan air mata namun dengan cepat menghapusnya.


"Oh ya Zach siapa nama puteramu? " tanya Paman Albert.


"Namanya Alvaro Dominic Walter paman. " jawabnya sambil memandangi jagoan kecilnya.


"Sini biar bibi yang gantiin menggendong baby


Al. " tawar bibi Emma.


Zach mengangguk menyerahkan puteranya pada baby Emma.Setelah itu duduk dan meraih tangan sang istri lalu mengenggamnya.


Berulang ulang Dia lesatkan ciuman di kedua tangan sang istri sambil mengucapkan kata maaf.Zach benar benar ketakutan jika istrinya itu tak akan membuka matanya lagi.


"Sayang kapan kamu bangun dan menyusui baby Al, putera kita. " gumam Zachary dengan lirih.


Gladys masih menutup matanya rapat dan luka memar di wajahnya sudah di obati namun tetap saja melihat keadaan istrinya membuat hati Zach tersayat.


Sementara di luar ruangan Nicholas dan Renata datang menjenguk.Renata melihat keadaan sahabatnya dari luar dan ikut menitikkan air matanya merasa tak tega. Nicholas segera merangkul istrinya tersebut dari samping.


"Kenapa kejadian seperti ini terjadi pada Gladys hiks. " racaunya sambil menangis sesegukan.


Nicholas memilih diam namun tetap menenangkan istrinya yang menangis histeris. Zachpun ke luar dari ruangan rawat istrinya setelah itu menggendong buah hatinya kembali dari pelukan bibi Emma.


"Zach tadi puteramu menangis karena kehausan terpaksa bibi memberikan susu formula yang disarankan oleh dokter. " ujar Bibi Emma.


"Iya Bibi enggak papa. " sahutnya sambil menatap Baby Al dengan lekat.


Zachary menciumi wajah puteranya dan tatapannya terlihat sendu kearah baby Al.baby Al terlihat anteng dan kalem menatap sang Daddy tercinta dengan nyamannya.


"Maafkan Daddy nak karena Daddy gagal menjaga mommy kamu. " ucapnya lirih.


Semua orang di sana ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Zach saat ini. Nicholas menghampiri kakaknya dan menepuk pelan pundaknya.


"Sabarlah bro kamu harus kuat dan tegar demi istri dan puteramu Alvaro. " sambung Nicholas menatap sang kakak.


"Iya Zach aku mengerti. "


😈😈


Sementara di markas inti Black Sword lebih tepatnya di ruangan penyiksaan


Agra terkurung di ruangan yang sama dengan Victoria.Victoria bergidik ngeri melihat keadaan suaminya yang telah kehilangan salah satu tangannya.


"Tolong tolong. " teriaknya.


Tap tap tap suara langkah kaki mendekat


Matthew dan Tomy tersenyum sinis kearah Victoria yang menatap mereka dengan tatapan memelasnya.


"Hemm akhirnya kalian sadar juga rupanya. " desis Matthew dengan seringainya.


"Berarti kalian sudah siap dengan hukuman selanjutnya haha. " tawa jahat terpatri di bibir Tomy.


Baik Agra maupun Victoria wajah mereka langsung pias mendengar pernyataan Matthew dan Tomy.


"Tunggu dulu Matt sebaiknya kita bermain main sebentar sebagai hidangan pembuka untuk mereka. Setelah itu biarkan boss kita yang akan memulai permainan menyiksa sampah seperti tawanan kita ini yang berani membangunkan raja iblis yang tertidur. " ujar Tomy dengan sinis.


Matthew mengangguk lalu berlalu pergi mengambil berbagai senjata yang ingin dia gunakan setelah itu diapun kembali ke hadapan Arga dan Victoria.


"Agra kamu pilih yang mana belati atau pedang untuk menyayat tubuhmu. " sentak Matthew dengan keji.


Agra menelan ludahnya kasar melihat dua senjata yang ditunjukkan Matthew padanya.


Drt drt suara bunyi ponsel memecah ketegangan diantara mereka.


Matthew berdecak lalu meletakkan senjatanya setelah itu memyambar ponselnya langsung setelah tahu Zach yang menghubunginya.


"Ada apa Boss? " tanya Matthew.


"Jangan kalian apa apakan kedua tawananku itu biar aku yang mengeksekusinya nanti malam. " perintah Zachary.


"Oke Boss. "


Matthew menyimpan kembali ponselnya setelah panggilan bossnya berakhir.Dia merasa kecewa karena gagal bermain dengan Agra dan Victoria.


"Boss mengatakan kalau kita tak boleh menyentuh tawanannya dulu biar Dia saja yang mengeksekusi kedua sampah itu. " ujar Matthew.


Agra dan Victoria merasa lega namun dalam hati mereeka masih resah akan apa yang mereka hadapi nanti malam. Tomy melirik kearah Agra dan Victoria sambil tersenyum puas melihat wajah pucat mereka.


"Dari awal berani layaknya singa dan sekarang setelah kalah menjadi lembek seperti kelinci ck. " dengusnya sambil meledek.


Matthew maju ke depan lalu berjalan mendekati Victoria lalu menatapnya tajam.Plak Dia layangkan tamparan bertubi tubi di pipi Victoria setelah puas menjauhkan wajahnya.


"Ini balasan atas apa yang kamu lakukan pada kakak iparku. " desisnya.


"Cih kalian masih saja membela wanita muraham itu cuih. " makinya.


Matthew geram dan emosi memdengar makian Victoria terhadap kakak iparnya Gladys istri dari Zachary.


Bug Matthew meninju keras pipi Victoria dengan penuh emosi setelah itu menjauh.


"Aku tidak pernah meninju dan menampar wanita tapi kalau wanitanya jalang sepertimu itu pantas kamu dapatkan. "ujar Matthew dengan santai.


"Dasar breng***k. " umpatnya lagi.


Matthew mengacuhkannya lalu berbalik dan berjalan ke luar dari ruang eksekusi disusul Tomy.


TBC


jangan lupa beri GIFT YA SEIKHLASNYA AJA GAK PAPA..