Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Hadiah Spesial



Setelah membawa Alan ke rumah sakit kini mereka berada di ruangan penyiksaan dalam markas BS. Matthew ,Tomy dan anggota BS lainnya menatap sinis kearah Alan yang sudah tersadar.


"Ck harusnya kita biarkan saja dia mati. " dengus Hendery dengan nada malasnya.


"Dia tidak akan mati dengan mudah sebelum merasakan siksaan dari sang bos tiran kita Zachary. " sahut Erick dengan santainya.


"Entah langsung memutilasinya atau membuatnya kesakitan secara perlahan hingga akhirnya mati. " sambar Nicholas.


Alan yang mendengar ucapan para anggota BS hanya bisa menelan ludahnya kasar dan bergidik ngeri.



Tap tap tap suara langkah kaki mendekati mereka. Zach memasang wajah datarnya sambil menggenakan sarung tangan setelah itu memgambil belati dari dalam jaketnya.


Aura di dalam ruangan kian dingin dan mencekam.Para anggota BS membiarkan boss mereka bermain sampai sepuasnya.Zach langsung berdiri di samping Alan yang terikat kaki dan tangannya.


Sret Zach langsung menggores pipi kanan dan kiri Alan dengan brutal.Alan menjerit kesakitan pada kedua pipinya yang mengeluarkan darah.


"Itu hadiah kecil dariku karena kamu berani menyentuh wanitaku. " ucap Zach dengan santai.


Setelah itu Zach kembali menyayat kedua paha dan tangan Alan tanpa ampun.Para anggota BS hanya bisa bergidik ngeri melihat kemarahan dalam tatapan boss mereka terhadap Alan.


"Ingat Zach kamu manusia kotor yang harusnya masuk neraka dan kamu tidak pantas bersama nona Gladys. " ucap Alan.


Zach terpancing dengan pernyataan Alan dan tanpa basa basi diapun segera memotong tubuh Alan dengan brutal di hadapan para anggota BS lainnya. Suara teriakan dan jeritan Alan memggema dalam ruangan tersebut.


*Please author pengen lambaikan tangan aja karena enggak kuat bayanginnya. 😢🙂😣😰


Satu jam kemudian Zach membersihkan belatinya setelah itu menyimpannya kembali dalam jaket.


"Kirim mayat Alan ke markas Red Knight sebagai hadiah spesial dariku untuk Henry. " titah Zach.


Erick dan lainnya merasa mual melihat tubuh Alan yang terpotong potong yang kini tercecer di lantai.Namun mereka tetap memasukkan potongan potongan tubuh Alan ke dalam plastik dan melaksanakan perintah Zach. Sedangkan Zach kembali duduk di kursinya sambil menopang dagu terngiang dengan ucapan Alan yang terakhir.


"Ya aku memang manusia hina dan kotor yang selalu membunuh keji musuhku dengan memggunakan tanganku ini. " gumam Zach sambil menatap telapak tangannya.


"Zach jangan dengarkan ucapan sibrengsek Alan. " sahut Nicholas sambil menatap kakaknya.


"Lebih baik fokuslah melindungi Gladys dan calon anak kalian. " tegur Nicholas.


"Ya kamu benar Nich. " sahutnya tersenyum tipis.


Zach kembali berdiri dan menepuk pelan bahu saudaranya lalu ke luar dari markas. Sepeninggal kakaknya, Nicholas menghela nafas kasar mengingat masa lalu di mana orang tua Henry membantai orang tua mereka berdua.


"Aku janji akan membalaskan dendam orang tua kita pada Henry, Zach dan aku juga akan melindungi keluarga kecilmu Zach. " tekad Nicholas sambil mengepalkan tangannya.


drt drt drt


Perhatian Nicholas teralihkan dan langsung mengambil ponselnya setelah itu menekan tombol hijau dalam ponselnya.


"Halo Rena ada apa? " tanya Nicholas tanpa basa basi.


"Em Nich bisakah kamu mengantarku pergi ke supermarket. " pinta Renata dengan ragu ragu.


"Ya baiklah aku akan mengantarmu. " sahut Nicholas singkat.


Nicholas menyimpan ponselnya dalam saku setelah itu ke luar dari markas dan masuk ke mobil. Dia melajukan mobil lamborghininya dengan kecepatan penuh menuju ke mansion Zach.


Skip Di mansion Zach


Nicholas kembali melajukan mobilnya setelah Renata masuk ke dalam. Keduanya tidak ada yang mengeluarkan sepatah katapun namun mereka sesekali melirik satu sama lain.


"Sebenarnya apa yang ingin kamu beli? " tanya Nicholas memulai percakapan.


"Susu ibu hamil untuk Gladys. " jawab Renata.


"Oh ya Nich sebenarnya apa pekerjaan kamu dan Zach sebenarnya.Aku lihat kalian sebenarnya bukan seorang Ceo 'kan. " tebak Renata penasaran.


Nicholas langsung bungkam dan kembali fokus menyetir tanpa menjawab pertanyaan Renata. Tak lama kemudian mereka akhirnya sampai di supermarket.


Renata turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam untuk membeli susu ibu hamil. Sedangkan Nicholas menunggunya di dalam mobil sambil menghela nafas berat.


"Jika Renata tahu siapa sebenarnya aku dan Zach.Apakah Dia akan menerima kenyataan ini atau malah menjauhiku karena takut. " gumam Nicholas.


Brak Renata menutup pintunya sedikit keras setelah itu memasang sabuk pengamannya.Dia melirik kearah Nicholas yang tengah melamun sekarang.


"Nicholas. " panggil Renata dengan lembut.


"Eh iya kamu sudah beli pesanan Gladys? " tanya Nicholas.


"Sudah.Mengenai pertanyaanku tadi lupakan saja oke kalau kamu tidak ingin memberitahuku. " ujar Renata sambil tersenyum.


"Suatu saat kamu akan tahu siapa aku sebenarnya. " sahut Nicholas.


Nicholas menyalakan mobilnya dan melaju dengan kencang.Renata memilih menyimpan rasa penasarannya didalam hatinya dan kini Dia memainkan ponselnya dan membuka media sosialnya.



Renata.Rawn : Hanya waktu yang mampu menghapus semuanya.Tidak hujan, matahari, bulan ataupun bintang.


answer :


Gladys_cantik : Kenapa kamu galau Rena?


Yurikacute.25 : Mungkin kelamaan jomblo makanya galau


Renata mendengus membaca balasan Yuri dalam statusnya yang menohok hatinya. Dia langsung menutupnya lalu menyimpannya dalam ponsel.


"Seneng banget ngejek aku dasar yuri. " gumam Renata sambil tersenyum.


Mereka akhirnya kembali ke mansion Zach dan keduanya turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam mansion.


TBC



jangan lupa beri hadiah ataupun Vote ya biar author semangat upnya okey


Love you all 💕💕💕