Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Tragedi Berdarah



...Yuhuuu jangan lupa like, vote, komen dan GIFTNYA YA HAHA... ...


Happy Reading!


Dua bulan telah berlalu


Zachary kini merasa cemas meskipun saat ini keadaan telah aman dan tentram.Namun baginya dia masih waspada terhadap parah musuhnya terutama Agra yang sepertinya tengah merencanakan sesuatu untuknya.


Kini Dia juga mengkhawatirkan istrinya yang sudah memasuki masa kelahiran.Zach takut jika para musuhnya melukai istri dan calon anak mereka yang masih dalam kandungan.


Grep kedua tangan mungil memeluknya dari belakang membuatnya membalik tubuhnya. Diapun langsung mengecup kening Gladys sekilas setelah itu jongkok dan menciumi perut buncit istrinya.Melihat suaminya gelisah membuat Gladys merasa bingung.


"Hubby sepertinya kamu terlihat cemas apa yang kamu khawatirkan? " tanya Gladys.


Zach kembali berdiri lalu menuntun istrinya duduk di sofa dekat balkon.Setelah itu membuang nafas berat lalu menatap istrinya lekat.


"Aku khawatir musuh musuhku melukaimu dan calon anak kita ini. " jawab Zach dengan jujur.


"Maafkan aku Hubby! kehadiranku menjadi penghalang kamu dalam menghadapi musuh musuhmu. "


"Musuh musuhmu pasti mengincarku agar bisa menyerangmu! sesal Gladys.


"Tidak sayang kamu bukan penghalang ataupun kelemahanku tapi sumber kekuatanku menghabisi musuh musuhku. " tegas Zachary.


"Sebagai istrinya aku tidak bisa berbuat apa apa untuk suamiku. " batin Gladys miris.


Ting bunyi alarm berbunyi


Zach menoleh dan menggeram marah setelah itu menatap istrinya lekat.


"Sayang kamu tetaplah di sini jangan ke mana mana okey. " ujar Zachary.


Gladys mengangguk membuat Zachary mencium keningnya sekilas setelah itu membawa istrinya kembali dan menaruhnya di ranjang.Setelah itu keluar dari kamar dan menuruni tangga menemui inti Black Sword.


Zach menatap datar kearah Hendery, Erick dan lainnya setelah itu memberi kode pada mereka untuk ke luar dari mansion. Mereka semua mengiyakan dan langsung memyambut kedatangan Agra dan para pasukannya.


"Cih ternyata nyawamu banyak juga ya pangeran busuk. " sarkas Zachary menatap sinis Arga.


"Aku belum ditakdirkan mati sebelum membalaskan dendamku padamu mafia


sialan. " geram Agra.


Tanpa babibu mereka langsung bertarung satu sama lain.Suara pistol dan belati menyayat tubuh hingga darah bercecer di sana apalagi suara teriakan kesakitan menggema di luar mansion.


Sementara diam diam Victoria mengendap endap masuk dari pintu samping belakang mansion tanpa sepengetahuan Zachary.Victoria tersenyum sinis dan mengeledah kamar satu persatu mencari keberadaan Gladys.


"Cih sial sebenarnya di mana keberadaan wanita sialan itu. " geram Victoria.


Dua jam kemudian Victoria akhirnya sampai di depan kamar yang ada di lantai atas.Brak dia mendobrak pintunya kasar di bantu salah satu prajuritnya.


Di dalam sana Gladys ketakutan sambil memegangi perut buncitnya.Victoria tersenyum licik kearah Gladys yang ketakutan di atas ranjangnya.


"Sebentar lagi kamu dan calon bayimu akan aku kirim ke neraka haha. " suara tawa Victoria bagaikan lagu kematian bagi Gladys.


Victoria berjalan menghampiri Gladys lalu menyeretnya kasar lalu mendorongnya ke lantai.Gladys meringis kesakitan dan memegangi perutnya agar tidak terguncang.


"Jika kamu berani menyakitiku suamiku akan membunuhmu dengan keji. " teriak Gladys memberanikan dirinya.


Victoria menjambak kasar rambut panjang Gladys.Gladys meringis kesakitan dan namun masih tetap tersenyum sinis kearah Victoria. Hal itu membuatnya murka dan plak melayangkan tamparannya ke pipi Gladys berulang ulang.


"Pegangi kedua tangannya. " pinta Victoria.


"Baik Puteri mahkota. "


Sang pengawal memegangi kedua tangan Gladys.Victoria mengeluarkan botol kecil lalu mencengkeram dagu Gladys setelah itu memasukkan sesuatu kedalam Mulut Gladys dengan paksa.Setelah berhasil mereka membiarkan Gladys meringis kesakitan.


"Tunggulah ajalmu hahahaha. " tawanya menggema dalam ruangan kamar.


Sementara di luar Zachary tengah bertarung dengan Agra. Sedangkan Nicholas teringat kakak iparnya dan menoleh kearah Zach sambil berteriak.


"Zach cepat selamatkan istrimu. " teriak Nicholas.


Zach tersentak dan sekali tebas dia memotong tangan Agra setelah itu memberi kode pada Matthew agar meringkusnya.Sedangkan Zach berlari masuk ke dalam dan langsung menuju ke kamarnya diikuti Hendery.


Brak Zach mendobrak pintunya dan terbelalak melihat keadaan istrinya yang terkapar di lantai. Tanpa aba aba diapun mencekik leher Victoria setelah itu membantingnya kasar ke lantai.


"Zach urus istrimu dulu biarkan aku yang akan mengurus wanita sialan ini. " sambar Hendery.


Zach bergegas menghampiri istrinya yang tak sadarkan diri dengan darah di bawah kaki Gladys.


"Sayang bertahanlah. " Zachary langsung membopongnya ke luar kamar dan menuju ke depan.


Skip Setelah meletakkan istrinya dalam mobil, Diapun melajukan mobilnya kencang menuju ke rumah sakit.


Beberapa menit kemudian


Di rumah sakit.


"Dokter, Suster. " teriak Zachary.


Dokter dan Suster berlari mengahmpirnya dan Zach meletakkan tubuh istrinya di brankar setelah itu suster mendorongnya membawanya menuju ke ruangan UGD untuk di tangani.


Zach menahan lengan dokter hingga dokter Ezekhiel menoleh.


"Selamatkan istri dan anak kami Eze. "


"Iya Zach aku akan berusaha. " Dokter Eze masuk ke dalam ruangan UGD.


Tubuh Zachary luruh ke lantai melihat bagaimana keadaan istrinya yang sangat mengenaskan tadi.Sebagai suami dia telah gagal melindungi wanitanya yang terkasih.


"Gladys aku mohon bertahanlah sayang dan my boy kuatlah demi Daddy dan Mommy kamu. " gumamnya lirih.


Zachary kembali berdiri dengan penampilan kacaunya dan penuh darah di kemejanya namun dia abaikan.Paman dan Bibinya serta Yuri dan Clara juga orang tua Gladys turut datang menghampirinya.


"Zach bagaimana keadaan istrimu nak? " tanya Bibi Emma.


"Entahlah Bibi aku tidak tahu. " ucapnya serak.


5 jam kemudian terdengar suara tangis bayi dan tak lama kemudian dokter Ezepun keluar. Zach segera memghampirinya dan langsung menatapnya lekat.


"Bagaimana keadaan istri dan anakku. " cecarnya tidak sabar.


Dokter Eze membuang nafas berat lalu menggeleng membuat Zachary menahan nafasnya.


"Anak kamu selamat Zach tapi mengenai istrimu!


TBC