Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Season 2 Part 12



Note : Othor tidak akan menjelaskan pernikahan Elle dan Max atau pernikahan detailnya dan aku percepat alurnya 🤗🤗🤗


Happy Reading!!!


Di italia


Hari berganti hari, bulan berganti bulan dengan cepat.Kandungan Elle kini mulai terlihat dan sekarang Elle tengah bersantai di ruang tamu.Ya beberapa bulan lalu Elle dan Max resmi menikah di gereja dihadiri orang tua Elle dan keluarga Walter.


Sikap Elle terhadap Max masih sama seperti yang lalu dan kian bertambah dingin semenjak dirinya diketahui hamil.Elle mengusap lembut perutnya yang kini membuncit diusianya ke tiga bulan.


Kini Dia tersenyum senang melihat kedatangan kedua orang tuanya di mansion Max.Dia kini langsung berhambur dalam pelukan Mommy tercintanya setelah itu melepaskan pelukannya.


"Mom, Dad aku ingin pulang ke mansion Daddy di indonesia. " pinta Elle.


"Apakah kamu sudah membicarakannya pada suamimu nak. " cecar Mommy Rose.


Elle menggelengkan kepalanya membuat Mommy membuang nafas berat.Dia langsung mengenggam tangan puterinya lalu menatapnya dengan lembut.


"Sayang sekarang kamu sudah memiliki suami dan kalau kamu ingin apa apa mintalah pada Maxton, suami kamu. " tegur Mommy Rose dengan bijak.


"Tapi Mommy. " protes Elle tidak menyetujui ucapan mommynya barusan.


"Elle jangan keras kepala kamu sudah bersuami dan maafkan Max lalu lupakan kejadian kemarin! tegas Mommy tak ingin di bantah.


Mommypun bangkit dan pergi meninggalkan puterinya disusul Daddy Kendrick.Elle kembali membuang nafas pelan menatap kepergian orang tuanya.Mengingat sikap dinginnya selama ini pada suaminya membuatnya sedikit merasa bersalah.


Elle bangkit dengan hati hati lalu berjalan dengan pelan mencari sosok Maxton, suaminya.Dia sudah mencari ke ruangan kerjanya namun tidak ada siapapun di sana dan kini dia ada di teras menatap dari kejauhan seorang pria berdiri membelakanginya di tepi kolam renang.


"Hubby! panggil Elle dengan lembut.


Suara lembut nan merdu membuat perhatian Max teralihkan.Dia menatap tak percaya melihat istrinya yang sedang menghampirinya.


Grep Tangan mungil Elle memeluk pinggang Max dan menyandarkan kepalanya di dada sang suami menghirup wangi yang menguar dari tubuh suaminya itu.Tanpa ragu Max langsung merengkuhnya pelan tanpa menghimpit sang istri.


"Maafkan aku yang mengabaikanmu Hubby! bisik Elle dengan lembut.


Max melepaskan pelukannya dan menatap istrinya penuh kerinduan lalu memciumnya bertubi tubi setelah itu mengakhirinya.


"Iya Sayang enggak papa aku paham atas sikapmu!



Elle langsung meraih tangan suaminya lalu mengarahkannya di atas perut buncitnya. Perasaan Max langsung menghangat melihat apa yang dilakukan istrinya.


"Baby ingin di cium dan disapa sama


Daddynya. " ucap Elle tersenyum tipis.


Maxpun langsung jongkok dan memberikan kecupan dan usapan diperut buncit istrinya dengan lembut setelah itu kembali berdiri dan mengajak istrinya ke dalam.



Tak henti hentinya Max mencium perut buncit Elle hingga membuat Elle tersenyum geli.Elle menepuk sebelahnya agar Max ikut berbaring dan Maxpun menurutinya.Max sangat bahagia karena istri yang dicintainya telah menerima kehadirannya di tambah calon buah hati mereka dalam perut Elle.


Elle menatap penampilan suaminya yang tak terus membuat dirinya tercubit dan merasa bersalah karena telah mengabaikannya selama ini.Dia usap rahang suaminya dengan lembut setelah itu memberi kecupan di sana.


"Sayang bolehkah aku berharap mendapatkan cinta darimu. " ucap Max penuh harap.


"Tentu saja bisa sayang! Selama ini aku bersikap dingin padamu teringat masa lalu dan selalu menepis perasaan dihatiku mengingat segala perhatianmu padaku. " ujarnya panjang lebar.


"Aku sangat senang mendengarnya sayang!


Dan entah siapa yang memulai kedua bibir mereka bertemu saling memagut satu sama lain.Elle membuka mulutnya memberikan ruang untuk suaminya.


"Bie bagaimana kalau kita pulang ke


indonesia. " ucap Elle dengan hati hati.


Tiba tiba rasa cemburu menguar mendengar pernyataan istrinya dan raut bahagia berubah dingin dan rahangnya mengeras.


"Apa kamu merindukan si mafia breng****k itu sayang. " geram Max dengan nada tidak sukanya.


"Bukan sayang jangan salah paham! Aku hanya merindukan mansion daddy saja. " balas Elle dengan jujur.


Max meredamkan amarahnya setelah melihat kejujuran di kedua manik mata istrinya. Keheningan melanda keduanya yang kini sibuk dengan pemikiran masing masing.Elle merasa takut jika suaminya masih marah makanya dia memilih diam.


"Max lupakan ucapanku tadi. " ucap Elle dengan pelan.


Elle bangkit dan berjalan ke luar dari kamar suaminya dan masuk ke kamarnya.Max mengusap wajahnya kasar melihat istrinya yang tengah kecewa padanya.


"Aku hanya tidak ingin kamu bertemu lagi dengan Alvaro dan Sean, Elle. "gumam Max lirih.


Drt drt Max langsung mengambil ponselnya lalu menekan tombol hijaunya.


"Ya Arlan ada apa? " tanya Max.


"Begini bos Sean ingin bertemu denganmu di Indonesia. " ujar Arlan.


"Ya aku akan segera menemuinya setelah pulang dari italia. "


Max menutup sambungannya setelah itu membuang nafas kasar.Dia simpan ponselnya dalam saku lalu ke luar dari kamar dan memghampiri Elle istrinya.


Tok tok tok


"Sayang buka pintunya aku ingin bicara denganmu. " ucap Max dengan lembut.


Cklek Elle meraih handle pintu lalu membukanya pelan.Diapun membiarkan suaminya masuk ke dalam lalu mereka duduk di sofa tak jauh dari ranjang.


"Besok kita akan kembali ke Indonesia


sayang. " ungkap Max.


Raut masam Elle berubah ceria mendengar keputusan suaminya.Diapun segera berhambur dalam pelukan Max dengan hati hati mengingat perutnya yang membesar.


"Terimakasih hubby karena kamu menyetujui permintaanku. " ucap Elle sambil tersenyum melepaskan pelukannya.


"Iya sayang asalkan kamu selalu tersenyum dan jangan bersedih lagi ingat kamu sedang hamil. " ujarnya mengusap perut buncit Elle.


"Ingatkan aku sayang besok kita buat janji sama dokter kandungan. "


Elle mengangguk menyetujui ucapam suaminya barusan.Max dengan pelan mengangkat kaki istrinya lalu menaruhnya di atas pangkuannya setelah itu memijatnya.


"Hubby enggak usah!


"Sst sudahlah sayang lihat kaki kamu sedikit membengkak karena kelelahan biarkan aku memijatnya. "


Elle tersenyum tulus melihat perhatian yang ditunjukkan Max padanya.Perasaannya kian menghangat dan merasa amat setiap berdekatan dengan Max, suami yang kemarin dibencinya.


"Bie kamu ingin anak laki laki apa perempuan. " cecar Elle.


"Perempuan biar cantik dan lembut seperti kamu tapi jika laki laki juga enggak papa asalkan sehat. " terangnya.


Ellepun manggut manggut mendengar pernyataan suaminya yang membuatnya tersentuh.


TBC