Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Cemburu dan Posesif



Happy Reading!


💕


💞


Satu minggu kemudian


Gladys berada di ruang tamu sambil menjaga baby Al yang ada dalam baby Stroller.Dia berharap Renata sahabatnya bisa mengandung lagi mengingat mereka saat ini tengah honeymoon di Venesia.


Zach menghampiri istrinya lalu duduk di sebelahnya hingga membuat Gladys menoleh kearahnya.


"Sayang sudah aku putuskan kalau aku akan berhenti dari kegiatanku sebagai leader mafia.Aku tidak ingin kelak putera kita Alvaro menekuni hal yang sama sepertiku menjadi mafia yang penuh kegelapan hatinya serta berlumur dosa. " ujar Zach sambil membuang nafas berat.


"Aku mendukungmu hubby jika itu sudah menjadi keputusanmu. " balas Gladys tersenyum tipis.


"Terimakasih telah mendukungku honey. " sahut Zach dengan senyum dibibirnya.


Zach beralih menatap kearah puteranya lalu memgangkatnya kemudian menggendongnya dengan hati hati.


"Daddy sayang sama kamu Al dan kelak saat kamu dewasa daddy harap kamu bisa menjadi pria yang lebih baik dari Daddymu ini. "


Tap tap tap suara langkah kaki mendekat


Zach menoleh dan memasang wajah datarnya melihat kedatangan Rafael ke mansionnya. Rafael langsung duduk di sofa tanpa menunggu persetujuan sang tuan rumah hal itu membuat Zach berdecak kesal.


"Aku belikan mainan untuk keponakanku yang tampan. " ucap Rafael meletakkan beberapa paperbag di atas meja.


"Alvaro masih bayi bodoh! sahut Zach dengan sinis.


Gladys merasa jengah melihat tatapan kedua pria di sampingnya yang saling menatap tajam satu sama lain.Diapun meraih baby Al dalam gendongannya setelah itu memgelusnya lembut.


"Terimakasih kak Rafa atas mainannya! ucap Gladys tersenyum tipis pada kakak angkatnya.


"Sama sama Dys. " Rafael memandang lembut dan penuh damba kearah Gladys.


Zachary mengeraskan rahangnya melihat tatapan Rafael pada istrinya.Dia sangat cemburu melihatnya dan ingin sekali meninju wajah Rafael.Melihat raut muka sang suami, Gladys membuang nafas pelan lalu melirik kearah Rafael.


"Pulanglah kak Rafa aku tidak ingin suamiku marah dan menghajarmu. " cetus Gladys.


Rafael berdehem dan melirik kearah Zach yang tengah menatap tajam dirinya bagaikan singa yang hendak menerkam mangsanya.Diapun berdecak dan bangkit lalu berlalu pergi dari hadapan Gladys dan Zach.


"Tidak sopan. " geram Zach dengan sinis menatap kepergian Rafael barusan.


"Sudahlah hubby jangan marah terus lagian kak Rafael datang ke sini dengan niat baik. " ucap Gladys dengan lembut.


"Ya sudah aku tidurkan baby Al dulu di kamar. " Gladys membawa baby Al pergi dari ruang tamu menuju ke kamar mereka.


Skip Di kamar


Gladys menaruh baby Al dalam box bayinya setelah itu mencium pipi puteranya dengan lembut lalu hendak ke luar dari kamar namun ponselnya berbunyi.Dia langsung menyambarnya setelah itu menekan tombol hijau dalam layarnya.


"Halo Mom ada apa? " tanya Gladys dengan lembutnya.


"Mommy dan Daddy dalam perjalanan ke rumahmu serta lami akan menginap. " balas Mommy.


"Baiklah aku tunggu Mom. "


Gladys mengakhiri percakapannya dengan sang mommy setelah itu ke luar dari kamar dan menghampiri suaminya.Sampai di ruang tamu tak ada siapapun di sana Gladys memutuskan pergi ke dapur.



"Engh. " desahnya.


beberapa menit kemudian


Setelah ciuman mereka terlepas Gladys menghirup udara sebanyak banyaknya lalu memukul dada sang suami yang telanjang hanya memakai celana panjang.


"Tadi Mommy menghubungiku kalau mereka akan ke sini dan menginap hubby. " ujar Gladys memandang wajah tampan suaminya.


"Ya Enggak papa lagian mereka sekarang orang tuaku juga bukan.Jadi tidak akan ada yang menganggu kegiatan kita nanti malam karena mommy dan daddy menjaga baby Al. " ujar Zach tersenyum miring.


"Dasar licik. "


Zach terkekeh melepaskan pelukannya dan membantu istrinys turun dari meja.Mereka ke luar dsri dapur dan bergegas ke depan menemui orang tua Gladys.


💞💞💞


Di sisi lain


di sebuah Cafe Clara memasang wajah masam dan cemburu melihat Hendery bersama Clarissa kakak kembarnya.Dia berulang kali meredakan rasa sesak dalam dadanya melihat pria yang memenuhi hatinya bersama kakaknya.


"Apakah aku memang tak pantas bahagia. " gumamnya sambil tersenyum getir.


Dari kejauhan Hendery mencuri pandang kearah Clara secara diam diam.Melihat wajah sedih gadisnya membuat hati Hendery merasa tertusuk.


"Maaf Clara aku dekat dengan kakakmu karena ingin tahu bagaimana perasaanmu padaku. " sesal Hendery dalam hatinya.


Clara segera membauar pesanannya lalu beranjak pergi dari sana dengan langkah berat menahan air matanya yang hendak terjatuh.


Melihat kepergian Clara,Hendery hendak menyusulnya namun lengan tangannya ditahan Clarissa.


"Lepaskan tanganku. " ujar Hendery dengan tatapan datarnya.


Clarissa berdecih dan terpaksa melepaskan tangan Hendery. Hendery langsung berlari ke luar dari Cafe meninggalkan Clarissa yang tengah kesal dan emosi.


Hendery melajukan mobilnya menyusul Clara yang sudah berjalan jauh.Diapun menghentikan mobilnya tepat di depan Clara lalu ke luar dan memghampirinya.


Hendery meraih tangan Clara lalu mengenggamnya langsung.Dia menatap lembut kearah Clara yang menatapnya sendu.


"Untuk apa kamu menyusulku Hendery. " ketus Clara.


"Dengar Clara aku hanya mencintaimu bukan kakakmu Clarissa. Maafkan aku karena aku memggunakan kakakmu agar membuatmu cemburu dan mengetahui perasaanmu


padaku. " sesal Hendery.


Hiks hiks tangis Clara langsung pecah dan Hendry dengan sigap membawanya ke salam pelukannya.


"Ya Hen aku cemburu sama kamu! Cemburu melihatmu bersama gadis lain dan aku baru sadar kalau aku telah jatuh cinta padamu. " bisiknya sambil sesegukan.


Hendery tersenyum lebar mendengar peryataan Clara.Dia daratkan kecupan dikepala gadisnya dengan lembut.Hendery melepaskan pelukannya lalu memghapus aie mata Clara.


"Ayo masuk ke mobil sayang. " ajak Hendery.


"Iya Hen. "


Mereka masuk ke mobil dan Hendery langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


TBC