Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Season 2 Part 16



Siap siap dengan segala kemungkinan terjadi


detik detik pertarungan Max vs Sean 😳😌😌


Di Mansion Weil


Elle telah selesai mengobati luka di wajah Max, suaminya.Max tersenyum tipis sambil mengelus pipi tembem istrinya.


"Jangan nangis lagi sayang kasihan anak kita dalam perutmu akan ikut bersedih melihat mommynya sedih. " bujuk Max pada istrinya.



"Maafkan aku hubby gara gara kamu wajahmu jadi babak belur seperti itu. " sesal Elle.


"Kamu nyawaku sayang dan tak akan kubiarkan pria lain merebutmu. " tegas Max.


Elle langsung mencium rahang suaminya dengan lembut setelah itu menjauhkan wajahnya.Maxpun membantu istrinya berbaring terlentang di atas ranjang.



"Hubby bagaimana kalau besok pergi ke Mall membeli perlengkapan baby. " ajak Elle.


"Iya sayang aku setuju! Max melepaskan kaosnya lalu melemparnya hingga menampilkan dada bidangnya.Elle menelan ludahnya kasar melihat tubuh atas suamimya yang telanjang dada.


"Hubbie kamu mau apa. " gumamnya melihat senyum penuh arti dibibir Max.


Max mengelus kaki kiri mulus istrinya lalu mengecupinya bergantian dengan sebelah kanan.Elle merasakan geli apalagi suaminya kini berada dalam hutan rimbanya yang hanya tertutup dress tipisnya.


Lidah tak bertulang itu semakin dalam mengekspornya membuat Elle mengeluarkan desahannya.Hasrat Max kian melambung mendengar suara merdu istrinya.Setelah puas bermain dengan hutan istrinya kini Max menurunkan dress tipis Elle dan langsung melahap dua gundukan sang istri yang semakin besar.


"Emh oh ah Max. " desahnya.


Elle hanya pasrah membiarkan suaminya menikmati tubuhnya.Dia tersenyum tipis melihat perubahan sikap Max yang sangat drastis.Cup Elle mencium kening suaminya dengan lembut dan penuh cinta.


"i love you hubby. " ucapnya dengan tulus.


Hati Max berdesir hangat mendengar pengakuan cinta dari istrinya.Kini dia semakin lahap dan rakus menyusu dua bulatan kenyal milik Elle.


setengah jam kemudian Max mengakhiri kegiatannya namun dia tetap bersandar di dada empuk sang istri sambil mengelus perut buncit Elle.


Max pindah berbaring di sebelah istrinya dan membiarkan penampilan istrinya kacau karena saat ini tangannya masih memainkan dua gunung istrinya.


"Hubby jangan diremas terus dong nanti semakin besar dan ini milik anak kita. " tegur Elle.


Max menarik tangannya sambil terkekeh membiarkan istrinya membenahi pakaiannya. Dia teringat dengan ucapan Sean yang kini terngiang ngiang dikepalanya.


"Aku tidak akan membiarkan Sean merebutmu sayang. " batin Max sambil menatap Elle.


"Sayang kita makan malam yuk. " ajaknya pada sang istri.


Elle mengangguk lalu turun dari ranjang dibantu Max kemudian dituntunnya ke luar dari kamar setelah itu menuruni tangga dengan hati hati.


"Hubby lebih baik aku duduk sendiri pasti kamu berat memangku aku. " ucap Elle.


"Tidak sayang kamu duduk saja dipangkuanku dan aku akan menyuapi kamu makan. " seru Max sambil menyuapi Elle makanan.


Elle dengan patuh mengunyahnya bergantian dengan suaminya disuapi dirinya.Keduanya menampilkan kemesraan mereka baru pertama kali semenjak mereka berstatus suami istri.


"Kamu sangat cantik dan baik seperti malaikat. Aku beruntung memilikimu meskipun diawal aku telah menghancurkan hidupmu sayang. " cetus Max.


"Elle jaga calon anak kita baik baik ya sayang selama aku pergi besok. " pintanya dengan raut serius.


Elle tertegun dan merasakan firasat buruk mengenai perkataan suaminya barusan. Matanya langsung berkaca kaca menatap Max suaminya.


"Kamu bicara apa sih sayang aku enggak suka mendengarnya. " ucap Elle dengan menaikkan nada suaranya.


Max menghela nafas berat lalu mengecup kening, kedua pipi dan berakhir bibir mungil Elle yang menjadi candunya setelah itu menatapnya kembali.Tubuh Elle bergetar menahan tangis lalu turun dari pangkuan suaminya dengan hati hati dan berjalan menjauhi Max.


Maxpun bangkit dan mengejar istrinya yang menangis karena dirinya.


"Stop jangan dekati aku hiks hiks! Hubby aku enggak suka kamu berbicara seolah olah ingin pergi meninggalkan aku dan calon anak kita untuk selamanya. " gumam Elle dengan tatapan sendunya.


Max merasa gagal sebagai seorang suami karena berulang kali membuat wanitanya meneteskan air mata untuk kesekian kalinya. Diapun bergegas mendekati istrinya mengabaikan peringatan Elle yang melarang dirinya untuk mendekat.


"Sayang jangan nangis lagi aku mohon dan kamu boleh tampar atau bunuh aku asalkan kamu jangan menangis. " cecar Max.


Elle berhambur dalam pelukan suaminya dan tangisnya kembali pecah terbayang ketakutan dalam benaknya jika seandainya dirinya kehilangan Max selamanya.


"Kumohon sayang jangan katakan ucapan perpisahan hal itu membuatku takut kehilanganmu Max. "


"Maaf!


🍁🍁


Di Mansion Keluarga Walter


Sean hanya diam mendengar nasihat yang disampaikan oleh ayahnya.Dia tidak akan menyerah memperjuangkan cintanya pada Elle meskipun harus berkali kali terluka.


"Sean Sean sebaiknya kamu dengarlah nasihat Ayah. " timpal Alvaro.


"Cih urus saja jalang yang ada disebelahmu itu jangan pedulikan aku. " Sean bangkit dan berlalu pergi meninggalkan keluarganya.


Alvaro menggeram emosi mendengar ucapan Sean yang menyebut Serra sebagai jalang.Serra diam diam mengepalkan tangannya dan mencoba menahan amarahnya akibat ucapan Sean.Zachary menghembuskan nafas berat melihat kepergian putera bungsunya.


"Sean menyebalkan sekali dasar sialan. " batin Serra geram.


"Nak tahan emosimu dan sebaiknya kalian rencanakan kapan pernikahan kalian akan diadakan. " ujar Ibu Gladys mengalihkan pembicaraan.


"Kalau begitu kita ke meja makan ibu tadi sudah siapkan makan malam untuk kita. " ajak Ibu dengan nada lembutnya.


Mereka semua pergi meninggalkan ruang tamu dan berkumpul di meja makan kecuali Sean.


Di Kamar


Sean berdiri di balkon sambil menatap langit yang kini telah gelap.Mengingat bagaimana Elle peduli dan perhatian pada suaminya membuatnya meradang.Dia usap wajahnya kasar teringat percakapannya dengan Elle sebelum pertengkarannya dengan Maxton.


"Haruskah aku menyerah begitu saja Elle dan membiarkanmu bersama Maxton!


"Tidak aku besok akan berduel dengan sibrengsek itu untuk memperebutkanmu Elle meskipun taruhannya nyawaku. " gumamnya.


Sean membuang nafas kasar dan berbalik melangkahkan kakinya menuju ke ranjang dan merebahkan dirinya di sana.Dia menatap langit langit kamarnya dengan pandangan kosong.