
Kini Gladys berada di ruang tamu sambil merenung mengingat sikap Zachary yang tengah menghindar darinya hingga dia tidak mau mengantar dirinya pulang.
"Kenapa Dia menjauhiku apa salahku pada Zach. " pikir Gladys bingung.
Gladys menggelengkan kepalanya lalu melirik jam tangannya setelah itu beranjak dari duduknya.Dia langsung berjalan cepat menuju ke kamarnya yang ada di lantai atas.
Cklek Gladys membuka pintunya lalu masuk ke dalam dan duduk di atas ranjang.Dia langsung meletakkan tasnya di atas meja riasnya.
"Zach kenapa kamu menghindariku. " gumamnya dengan raut wajah sendunya.
Gladys melirik jam tangannya sekilas setelah itu dia kembali murung mengingat sikap Zach yang sepertinya tengah menghindar dari dirinya.
Tok tok tok suara pintu di ketuk dari luar.
"Gladys sayang tuh Renata datang mencarimu nak. "
"Iya Mom." teriaknya.
Gladys bangkit dari ranjangnya dan keluar dari kamar dengan langkah gontai.Dia menuruni tangga dengan wajah murungnya bergegas menemui sahabatnya yang berada di ruang tamu.
Sampai di sana Gladys langsung duduk di sofa dan terdiam.Renata yang melihatnya pun langsung mengerutkan dahinya bingung.
"Kamu kenapa murung Dys? " tanya Renata, si gadis pirang.
Renata langsung pindah duduk di sebelah sahabatnya.Gladys menghela nafas panjang lalu menceritakan pertemuannya dengan Zach hingga sikap terakhir Zach yang berbeda. padanya.
"Setelah Aku mendengar ceritamu sepertinya kamu sudah jatuh cinta sama pria bernama Zachary itu Dys. "
"Jadi perasaanmu pada Ardan sudah terkikis dengan kehadiran Zach? " tanya Renata.
"Iya Rena kamu benar tapi sepertinya akhir akhir ini dia menjaga jarak dariku nyatanya kemarin tidak mengantarku pulang.
Renata segera memeluk sahabatnya itu dan mengusap punggung Gladys dengan lembut.Dia merasa kasihan dengan sahabatnya yang satu ini dan lebih kasihan lagi pada darinya sendiri.
Renata PoV
Nasibku sama seperti kamu Dys.Aku menyukai dan lebih tepatnya mencintai kakaknya Gladys yaitu Rafael.Meski aku tahu kak Rafael membenciku tapi aku masih saja mengejarnya huft memang cinta bisa membuat orang jadi bodoh.
"Sabar ya Dys kamu harus tetap semangat sama sepertiku. " tegur Renata dengan bijak.
Gladys melepaskan pelukannya kemudian dia menyandarkan tubuhnya di sofa begitu juga dengan Renata.
Drt drt drt suara ponsel
Renata langsung merogoh ponselnya kemudian berdecak sebal setelah tahu siapa yang kini menghubunginya.
"Ada apa kamu menghubungiku lagi? " sambar Renata dengan nada ketusnya.
"Aku akan menjemputmu sekarang kamu dimana nona galak? " tanya Nicholas sambil terkekeh.
"Ck di rumah Gladys dan katakan pada kakakmu yang keparat itu jangan pernah menyakiti hati sahabatku Gladys. "
Tut Renata memutuskan sambungannya lalu menyimpan kembali ponselnya dalam tasnya. Dia sedikit lega melampiaskan kekesalannya pada Nicholas mengenai hubungan Gladys dan Zach.
Sementara Gladys hanya diam tidak menanggapi apa yang dilakukan oleh sahabatnya barusan.
🌷🌷
Nicholas langsung menutupi telinganya yang berdengung mendengar teriakan dari Renata barusan.Dia segera menyimpan ponselnya dalam saku kemudian duduk di sebelah sang kakak alias sang boss tiran mafia Black Sword.
"Zach, Apa yang kamu lakukan pada sahabat dari gadis bar bar itu? " tanyanya dengan to the poin.
"Aku merasa tidak pantas di cintai malaikat tanpa dosa seperti Gladys sedangkan aku hanya seorang mafia yang sering membunuh dan banyak musuh. "
"Gladys akan terluka jika kamu menghindari dan menjaga jarak darinya. " Beber Nicholas mengeluarkan pendapatnya.
Zach hanya diam tak menanggapi ucapan adiknya tersebut.Nicholas mendengus melihat sikap acuh kakaknya dan dia memilih menghubungi anggota BS yang lain guna memantau pergerakan dari Henry.
"Bagaimana Nich ada pergerakan dari Henry. " seru Zach mengalihkan pembicaraan.
"Entahlah belum ada sesuatu yang mencurigakan dari si keparat itu dan mungkin saja mereka tengah memainkan taktik yang jitu untuk menyerang markas kita. "
"Terus awasi keparat itu. " titah Zach sang boss tiran dengan nada dinginnya.
Nicholas mengangguk lalu dia menghubungi anak buahnya agar mengawasi pergerakan Henry dan anggota Red Knight yang lain.
Tap tap tap suara langkah kaki mendekati mereka.Erick dan Hendery langsung duduk di sofa sambil menatap Zach.Zach menatap keduanya dengan sorot mata datarnya.
"Ada informasi apa? "
"Begini boss sepertinya Henry mengajak kerja sama dengan Louis.Louis adalah sepupu dari Henry yang sama sama menaruh dendam pada kita boss. " jelas Hendery.
"Hendery cepat cari informasi mengenai Louis. "
Hendery mengangguk lalu dia pergi ke ruang kerja dan mencarinya lewat komputer. Sementara Zach kini tengah memikirkan cara untuk menghabisi Louis apapun caranya.
"Ck dasar pengecut bisanya mencari tameng untuk melawanku rupanya hemm dan ini akan semakin menarik karena aku tidak hanya melenyapkan satu lalat namun dua lalat sekaligus. " pikirnya.
Beberapa saat kemudian Hendery kembali dan langsung menunjukkan berkas berisi informasi mengenai Louis pada sang boss.
Zach membukanya lalu membaca informasinya dengan teliti dan tak lama kemudian seringai terbit di bibir Zach dan sepertinya dia tengah merencanakan sesuatu yang menegangkan.
"Erick kamu ajak Tomy atau Matthew untuk mencari adik perempuan yang di milik Louis kemudian kalian culik dia dan bawa ke markas. "
"Siap boss. " jawab Erick dengan penuh semangat.
Nicholas dan Hendery saling melirik satu sama lain karena mereka penasaran dengan apa yang tengah di rencanakan oleh Zach terhadap adik Louis.
"Bagaimana reaksi Louis saat tahu adiknya menghilang.
Hahahaha
Suara tawa dari sang boss tiran menggema di dalam ruangan.Para anggota BS hanya bisa diam dan memperhatikan boss mereka.
"So Rencana kamu apa Zach? " tanya Nicholas melontarkan pertanyaan di benaknya.
"Aku akan membuat Louis menyesal bekerja sama dengan Henry. " cetus Zach dengan santai.
TBC
jangan lupa like vote dan komentar