Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Season 2 Part 24



Tahan emosi 😂😂🤗🤗


Kini Alvaro dan keluarganya mengantarkan Serra ke tempat perisirahatannya yang terakhir. Alvaro terus menangis memperhatikan nisan bertuliskan Serafina Aurelia Gie sambil berkata, "Kenapa Serra kenapa kamu tinggalin aku dan putera kecil kita. " gumamnya lirih.


"Al, iklaskan kepergian istrimu. Putera kecilmu masih membutuhkanmu. " sahut Mike pada sepupunya.


Alvaro tersentak diapun bangkit, meninggalkan pemakaman dengan langkah gontai diikuti yang lainnya. Di jalan dia berpapasan dengan Max dan Elle, Keduanya menghampiri Alvaro yang terlihat kacau. "Aku dan suamiku turut berduka Al, atas kepergian Serra. " ucapnya dengan tulus.


"Iya Elle terimakasih, aku harus segera pulang puteraku membutuhkanku saat ini. " Alvaro menatap pasangan didepannya dengan raut sulit diartikan.


"Bolehkah kami ikut. " Alvaro mengangguk, berjalan menuju ke mobilnya begitu juga Elle dan Max.


skip di Mansion Alvaro


Ibu nampak memberikan asi formula untuk cucunya itu. Alvaro menghampiri ibunya, mengambil alih putera kecilnya ke dalam gendongannya. "Bu, puteraku akan kuberi nama Alrescha Arion Walter.


"Nama yang bagus nak. " puji Ibu, Ibu merasa sangat iba dengan nasib puteranya yang ditinggal sang istri.


Elle tersenyum manis melihat Alvaro bersama puteranya, sontak membuatnya mengusap perut buncitnya yang membesar. "Al, bolehkah aku menggendong Rion. "


Alvaro menoleh lalu mengangguk.Dia berjalan kearah Elle dan menyerahkan puteranya, Elle menggendong baby Rion dengan hati hati. Tampaknya Baby Rion anteng dalam pelukan Elle, hal itu membuat hati Alvaro kian meradang.Alvaro segera menepis pemikiran anehnya dalam otaknya.


"Melihat baby Rion, aku juga sudah tidak sabar menanti putera dan puteriku lahir. " Elle kembali menyerahkan baby Rion pada Alvaro. Alvaro dengan sigap menggendongnya, memberikan ciuman diputra kecilnya tersebut.


"Elle sayang ayo duduk dulu. " tawar Ibu Gladys.


Elle mengangguk. Maxton menuntun istrinya ke ruang tamu dan duduk di sofa dengan pelan. Max hanya diam memperhatikan Alvaro yang seringkali mencuri pandang kearah istrinya,dia kencoba bersabar mengingat Alvaro masih berduka.


"Elle, jika baby Rion butuh asi, bisakah kamu menyusuinya. Alvaro berharap Elle setuju dengan permintaannya ini. Maxton mengeraskan rahangnya mendengar ucapan Alvaro.


"Aku tidak izinkan. Elle tengah hamil sekarang, lagian itu bayimu bukan bayi Elle. Jadi jangan berharap mencari kesempatan dan empati dari istriku Alvaro. " geram Max.


Elle menghela nafas pelan. Mengenggam tangan suaminya agar tetap tenang, beralih menatap kearah Alvaro sambil berkata. "Maafkan aku Alvaro, apa yang dikatakan suamiku benar. Lagian kamu bisa memberi baby Rion dengan susu formula bukan. "tolak Elle dengan halus.


Raut wajah Alvaro terlihat kecewa. Namun dia hanya mengangguk pasrah, berlalu pergi dari sana menuju ke lantai dua disusul Ibu. Zachary memandang intens kearah Elle dan Max secara bergantian. "Maafkan sikap Alvaro yang membuat kalian tersinggung nak. " seru Zachary.


"Ya sudah kami permisi paman. " Elle dibantu Max, berlalu pergi dari sana setelah berpamitan dengan ayahnya Alvaro.


Max melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Walter. Elle melirik suaminya yang terdiam dan fokus menyetir. "Hubby, apa kamu marah soal kejadian tadi. " cicitnya pelan.


"Hn. " Max tetap fokus menyetir,mengabaikan pertanyaan istrinya. Elle memilih diam dan tak ingin bertengkar dengan suaminya.


💕💕


Sementara itu Caramel dan Mike saling melirik satu sama lain. Keduanya terlihat bingung dengan keputusan tiba tiba Sean.Sean berulang kali menghembuskan nafas berat, kembali melirik sepupunya Mike. "Aku akan menetap di sana.Aku harap dapat kabar bahagia dari kalian, Mike dan Caramel. " serunya.


"Sean apa kamu sudah memberitahu paman Zachary dan Bibi Gladys. Sean menggeleng. Dia terlihat ragu ragu, mengingat kakaknya sedang berduka saat ini.


Sean mengulas senyumnya sambil berkata, Aku akan segera memberitahu ayah dan ibu atas keputusanku ini. " Kembali duduk di sofa sambil meneguk segelas wine, pikirannya melayang entah kemana.


"Setelah kalian menikah, buatkan aku keponakan yang tampan dan lucu. Caramel menatap sinis kearah Sean, Sean terkekeh melihat tatapan calon adik sepupunya itu.


"Aku tidak akan menikah dengannya. keinginanku memiliki suami yang kuat dan tidak lemah seperti Mike. " Caramel mengatakannya secara blak blakan,wajah Mike berubah masam dan mendung mendengar ucapannya. Caramel tidak peduli akan reaksi Mike.


"Kalian sangat lucu. Aku akan kembali saat anggota BSG memiliki pasangan, hidupku juga sudah lebih baik kala itu. " Sean pergi. Meninggalkan Mike dan Caramel yang menghembuskan nafas pelan.


"Sepertinya keputusan Sean sudah bulat. Kita tidak mungkin mencegahnya,lagian kasihan Sean jika di sini hanya akan terluka melihaty


Elle bersama Max.


Mike menoleh dan menatap Caramel lekat, "Bagaimana denganmu apa kamu mau menikah denganku Caramel. " Caramel menggeleng. wajah Mike terlihat frustrasi melihat penolakan dari gadisnya itu. Caramel tertawa puas, mengerjai pria yang selalu menjahilinya itu.


"Aku tunggu buktinya. Aku tidak butuh omong kosongmu Mike. Selain itu saat ini aku hanya tidak ingin patah hati karena cinta. Caramel tampak serius dengan ucapannya, sontak membuat Mike tampak tertegun mendengarnya.


"Aku serius singa galakku. Aku akan membuktikannya dan tunggu saja kejutan dariku. Mike serius kali ini. Jika saat itu Caramel kembali menolaknya maka dia akan membuat gadis galaknya mengandung benihnya.Licik memang, tapi itu satu satunya cara yang terakhir jika Caramel menolaknya lagi.


TBC