Falling In Love With Mafia Boss

Falling In Love With Mafia Boss
Awal Pertemuan



Di Cafe Hendery kini tengah meminum kopinya dengan santai sambil menatap sekelilingnya di temani oleh Erick.


Plak suara tamparan menggema dalam Cafe membuat Hendery menoleh dan menatap kearah ke dua orang gadis.


Clarissa menatap saudari kembarnya dengan tatapan bencinya.Sedangkan Clara menunduk sedih sambil memegangi pipinya yang terasa berdenyut nyeri.


"Dasar wanita jalang berani beraninya kamu merayu kekasihku hah. " bentak Clarissa emosi.


"Cla aku tidak pernah merayu kekasihmu tapi kekasihmu yang mendekati aku. " balas Clara dengan tatapan sendunya.


"Cih omong kosong. " desis Clarissa dengan tatapan sinisnya.


para pengunjung berbisik bisik membicarakan Clara hal itu membuat Clara bersedih dan juga risih dengan apa yang dia dengar.


Clarissa merasa senang karena dirinya berhasil mempermalukan adiknya tersebut.Kini dia cengkeram dagu Clara setelah itu menatapnya penuh kebencian.


"Aku tidak pernah berharap memiliki saudari tak berguna sepertimu dan awas saja jika kamu merayu Andrew lagi. " ancam Clarissa lalu melepaskan cengkeramannya kemudian mendorong kasar tubuh Clara.


Hendery yang melihatnya langsung berjalan cepat ke sana dan grep dia menopang tubuh Clara yang hampir membentur lantai dengan sempurna.Clarissa yang melihatnya pun merasa kesal karena Clara selalu beruntung.


Tatapan mata Hendery dan Clara bertemu.Clara terpesona dengan sosok Hendery yang sempurna dengan hidung mancung, wajah tampan, bibir seksinya dan rahangnya yang kokoh serta kulitnya yang putih menambah rasa kagumnya.


"Eh maaf tuan dan terimakasih. " Clara tersadar dan melepaskan dirinya dari pelukan Hendery.


"Iya Nona kamu enggak papa 'kan? " tanya Hendery penasaran.


Clara menggelengkan kepalanya kearah Hendery setelah itu kembali menatap kearah kakak kembarnya dengan sorot sendunya.


"Percayalah padaku Clarissa aku tidak pernah menggoda kekasihmu Andrew. " tegas Clara.


"Apa yang kamu katakan hanyalah bualan dan aku takkan percaya itu.Jangan lagi kembali ke mansion karena aku tidak ingin tinggal seatap dengan wanita sepertimu dan aku akan mengatakan semuanya pada mami dan papi mengenai kamu. " ujar Clarissa sinis.


Clara hendak memegang tangan Clarissa namun Clarissa menepisnya lalu berlalu pergi dari Cafe. Clara menitikkan air matanya melihat kepergian kakak kembarnya tersebut.


"Sudahlah nona sebaiknya aku antar kamu mencari tempat tinggal. " sahut Hendery mengeluarkan suaranya.


"Ya. " Clara melangkahkan kakinya ke luar dari Cafe begitu juga dengan Hendery dan Erick.


Mereka bertiga masuk ke mobil dan Hendery melajukannya kencang meninggalkan Cafe.


Selama di dalam mobil tak ada yang bersuara. Sesekali Hendery melirik kearah belakang memperhatikan Clara yang ada di belakang sambil memandangi foto ditangannya.



...Clara & Clarissa...


Clara menatap sendu kearah foto dirinya bersama Clarissa.Dia tidak bisa membenci kakak kembarnya itu karena Clarissa dihasut oleh Andrew. Setelah puas memandang fotonya,Clara menyimpannya kembali ke dalam saku.


Tak lama kemudian mobil Hendery berhenti di depan sebuah apartemen.Clara langsung ke luar dari mobil mewah milik Hendry.


"Oh ya Nona siapa nama kamu? " tanya Erick penasaran.


"Aku Clara tuan. " jawabnya sambil tersenyum.


"Baiklah aku Erick dan ini Hendery serta ini kunci apartemennya kamu bisa tinggal di apartemen ini. " sambung Erick dengan ramah memberikan kuncinya.


"Terimakasih telah mengantarkanku mencari tempat tinggal. " Clara menerima kuncinya yang dibawa Erick.


"Hm. "


Hendery kembali melajukan mobilnya menjauh meninggalkan apartemen yang ditempati Clara barusan.Sepeninggal Hendery, Clara langsung membuka handle pintu lalu masuk ke dalam apartemen.


Di sisi lain Erick melirik sahabatnya yang tengah fokus menyetir mobilnya.Diam diam dia tersenyum penuh makna kearah Hendery.


"Hmm ya kamu benar dan lagian aku juga sudah tertarik dengannya saat di Cafe


tadi. "jawab Hendery.


"Kita ke markas saja. " imbuh Erick.


"Hm. " Hendery melajukan mobilnya kencang menuju ke markas Black Sword.


💕💕


Sementara itu Clara mengistirahatkan tubuhnya di ruang tamu.Memijit pelipisnya yang terasa pusing memikirkan Clarissa yang salah paham padanya.


Tok tok tok suara pintu diketuk dari luar


Clara beranjak dari duduknya lalu pergi ke depan.Dia raih handle pintu kemudian membukanya dan berdirilah seorang pria hal itu membuatnya bingung dan penasaran.


"Maaf Nona ini ada pakaian dan makanan untuk Nona Clara dari tuan Hendery. " ucap sang pria.


"Eh iya Terimakasih. " Clara menerima beberapa paperbag dan dua kantong plastik lalu membawanya masuk ke dalam.


Clara meletakkan makanannya di atas meja lalu diapun pergi ke kamar sambil menenteng paperbag.


SKIP


Kini Clara terlihat fresh setelah selesai mandi dan berganti pakaian.Kini dia tengah berpikir tentang Hendery yang sangat baik pada dirinya meskipun mereka baru mengenal.


"Hendery sangat baik padaku tapi aku tidak bisa membalas kebaikannya huft. " cetus Clara dengan lesu.


Clara membuang nafas berat mengingat orang tuanya di mansion.Diapun menyandarkan tubuhnya di sofa sambil mengotak atik ponselnya karena bosan.


Clara menepuk pelan jidatnya karena lupa melihat makanan yang dia taruh tadi di meja.


Dia letakkan ponselnya di sofa lalu membuka makanan yang dikirimkan Hendery padanya. Clara terkejut ada hamburger, nasi goreng lalu cemilan cemilan serta minuman dingin juga minuman kaleng.


"Pria itu sangat baik tapi sudahlah lebih baik aku makan saja. " pikir Clara penuh tanda tanya.


Clara dengan lahap memakan hamburgernya dan juga nasi goreng hingga habis.Setelah selesai dia langsung meneguk sebotol air putih.


Selesai makan, Clara mengelus perutnya karena kekenyangan.Dia sedikit melupakan masalahnya dengan Clarissa kakaknya.


Drt drt ponselnya bergetar


Clara meraih ponselnya dan segera menekan tombol hijau dalam layar ponselnya.


"Halo Papi. " sapa Clara dengan lembut.


"Apa benar kalau kamu menggoda kekasih Clarissa nak? " cerca Papi.


"Enggak Pi aku enggak menggoda Andrew, Clarissa hanya salah paham padaku Pi. " ujar Clara dengan penegasan dalam kalimatnya.


"Pi sementara aku tinggal di apartemen karena aku tidak mau Clarissa semakin membenciku. " ucapnya.


"Baiklah Papi setuju kamu hati hati dan kamu cari bukti jika kamu tidak bersalah nak. "


Clara mengakhiri percakapannya dengan sang papi tercinta.Dia membuang nafas berat karena masalahnya sangat rumit dan ini karena Andrew.


"Dasar Andrew brengsek! Clarissa tidak pantas mendapatkan pria seperti si bedebah itu. " geram Clara emosi.


TBC


jangan lupa beri hadiah ya biar author semangat!!!! 💕💕